
Militer Inggris mengambil langkah modernisasi armada tempurnya dengan menguji coba sistem drone kamikaze domestik bernama Nyan One-Way Effector (OWE) langsung dari atas kapal yang sedang melaju. Diproduksi oleh Callen-Lenz, sebuah entitas di bawah raksasa pertahanan BAE Systems, wahana tanpa awak berukuran kompak dengan rentang sayap 2,9 meter ini dirancang khusus untuk serangan presisi berbiaya murah. (more…)

Doktrin pertempuran masa depan yang mengintegrasi teknologi nirawak (unmanned systems) terus diakselerasi oleh Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army). Menjawab tantangan medan laga modern yang sarat dengan peperangan elektronika (electronic warfare), US Army resmi menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Palladyne AI untuk menguji coba dua inovasi radikal, yaitu perangkat lunak pengendali kawanan drone (drone swarm) berbasis kecerdasan buatan dan drone intai-serang yang dapat digunakan kembali (reusable loitering munition). (more…)

Pada Rabu, 3 Juni 2026, Taiwan untuk pertama kalinya sukses melaksanakan uji tembak amunisi berkeliaran (loitering munition) atau yang populer dikenal sebagai drone kamikaze Altius-600M dengan menyasar target bergerak di permukaan laut. Uji coba mutakhir ini merupakan bagian dari rangkaian latihan militer dua hari yang menggabungkan latihan penembakan drone serta latihan taktis bersandi “Tianma”. (more…)

Raksasa industri pertahanan Rusia di bawah naungan Rostec State Corporation, Kalashnikov Concern, kembali menggebrak pasar alutsista global dengan memperkenalkan varian terbaru dari keluarga munisi pintar (loitering munition) mereka yang diberi kode KUB-10ME. (more…)

Militer Amerika Serikat terus bergerak cepat mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) demi merevolusi taktik perang asimetris masa depan. Platform amunisi pendarat (loitering munition) jarak jauh mereka yang bernama resmi Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS), kini bersiap menerima integrasi perangkat lunak otonom canggih Hivemind besutan perusahaan teknologi pertahanan Shield AI. (more…)

Raksasa industri pertahanan Uni Emirat Arab (UEA), EDGE Group, kembali menghentak panggung alutsista global dengan meluncurkan inovasi taktis terbaru di segmen wahana tanpa awak. Manufaktur yang berbasis di Abu Dhabi ini resmi memperkenalkan varian terbaru dari suicide drone atau drone kamikaze (loitering munition) andalan mereka, Shadow, yang kini dirancang khusus untuk diluncurkan dari dalam kontainer (container-launched version). (more…)

Lanskap peperangan modern sedang mengalami pergeseran tektonik menuju otomatisasi. Hal ini ditegaskan oleh proyeksi terbaru dari Rosoboronexport, eksportir senjata Rusia, yang memprediksi ledakan permintaan global untuk drone kamikaze dalam dekade ini. (more…)

Dunia militer internasional dikejutkan dengan laporan mengenai penggunaan drone kamikaze oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi tempur nyata. Pada 3 Januari 2026, LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System), drone kamikaze buatan perusahaan SpektreWorks, diduga telah digunakan untuk pertama kalinya dalam serangan yang menargetkan basis militer Venezuela di Caracas. (more…)

Bukan satu atau dua, faktanya ada beberapa jenis drone kamikaze (loitering muniton) dengan desain mirip Shahed-136 yang diproduksi oleh manufaktur pertahanan Cina. Setelah sebelumnya diulas tentang Sunflower 200, Feilong-300D dan PD-2900, rupanya ada sosok baru yang juga mirip Shahed-136, yaitu Loong M9. (more…)

Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) mengumumkan percepatan besar dalam modernisasi militer mereka dengan rencana membentuk enam baterai (kompi) khusus yang akan mengoperasikan loitering munition (LM), atau dikenal sebagai drone kamikaze. (more…)