Angkatan Udara Thailand (Royal Thai Air Force/RTAF) resmi menggelar upacara penyerahan drone amunisi bersirkulasi (loitering munition) hasil kembangan dalam negeri, KB-5E, pada 30 Oktober 2026. Sistem senjata udara berjenis drone kamikaze ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan RTAF serta diproduksi oleh industri kedirgantaraan lokal, Thai Aviation Industries (TAI). (more…)
Rusia kembali mengeskalasi pertarungan udara dalam konflik di Ukraina dengan mengerahkan varian drone kamikaze (loitering munition) generasi terbaru, Geran-5. Berbeda dari pendahulunya, Geran-2, yang merupakan lisensi perakitan lokal dari drone bermesin baling-baling Shahed-136 asal Iran, Geran-5 menandai lompatan arsitektur yang signifikan. (more…)
Angkatan Darat India memperkuat keunggulan taktisnya dengan menerima sistem loitering munition (drone kamikaze) anti-tank terbaru buatan dalam negeri yang diberi labal Nagastra-2. (more…)
Dinamika militer di Semenanjung Korea memasuki babak baru yang kian kompleks. Langkah Korea Utara memperlihatkan secara terbuka lini manufaktur pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) milik mereka bukan sekadar unjuk kekuatan rutin, melainkan sinyal tegas atas pergeseran doktrin tempur yang kian terindustrialisasi. (more…)
Meksiko secara mengejutkan memamerkan alutsista terbarunya berupa drone intai-serang (loitering munition) jarak jauh dalam parade Hari Kemerdekaan pada 16 September 2026. Penampilan perdana wahana nirawak yang dinamai Plataforma de Proyección Extendida ini langsung menyita perhatian para pengamat militer global. (more…)
Pengembangan konsep Launched Effects (LE) oleh Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) kembali mencatatkan lompatan teknis signifikan melalui demonstrasi dalam ajang Project Convergence Capstone 6. Perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries merilis rekaman uji coba terbaru yang menampilkan keterlibatan helikopter H-60M Black Hawk sebagai platform peluncur udara untuk loitering munition) atau drone kamikaze Altius-700. (more…)
Pakistan secara resmi memperkenalkan D-248, sebuah drone kamikaze (loitering munition) serang satu arah (one-way attack) berjangkauan jauh yang dikembangkan oleh BUMN industri pertahanan Heavy Industries Taxila (HIT). Drone ini dipamerkan kepada publik dalam ajang Indus Robotics and Autonomous Systems (RAS) Expo 2026 sebagai sistem senjata nirawak terbesar dan berjarak tempuh terjauh yang pernah diproduksi oleh Pakistan. (more…)
JSC Rosoboronexport (bagian dari Rostec State Corporation), secara resmi meluncurkan kampanye pemasaran global untuk sistem drone serang jarak jauh terbaru bernama Garpia-A1E. Gebrakan ini menandai langkah strategis produsen alutsista ternama Rusia, Almaz-Antey Air and Space Defence Corporation, yang kini melebarkan sayapnya ke ceruk pasar munisi berorientasi serangan (loitering munition) atau drone kamikaze. (more…)
Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, kembali mencatatkan terobosan penting dalam inovasi alutsista nirawak. Bertempat di National Test Centre Cochstedt, Jerman, Rheinmetall sukses mendemonstrasikan peluncuran amunisi terpandu (loitering munition) FV-014 langsung dari peluncur berbasis kontainer standar 20 kaki (20-foot container) yang diusung oleh truk taktis berat seri HX. (more…)
Demam desain drone kamikaze dengan sayap delta khas Shahed-136 rancangan Iran rupanya belum juga mereda di kancah pertahanan global. Setelah Amerika Serikat “tertular” tren ini dengan mengembangkan drone serang jarak jauh berlabel LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System), kini giliran Taiwan yang mengembangkan drone kamikaze baru dengan racikan serupa yang dinamai Papa Delta. (more…)