Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Babak Baru Drone Tanker, Boeing MQ-25A Stingray Sukses Jalani Terbang Perdana Versi Produksi

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) bersama Boeing baru saja mencatatkan sejarah penting dalam modernisasi kekuatan udara maritim. Pada 25 April 2026, unit produksi pertama dari drone tanker MQ-25A Stingray sukses melaksanakan penerbangan perdana selama dua jam di Bandara MidAmerica, Mascoutah, Illinois.

Baca juga: Sudah Pernah Terbang, Mengapa Drone Tanker MQ-25A Stingray Kembali Jalani Uji Taksi di 2026

Dalam uji terbang tersebut, MQ-25A Stingray yang ditenagai oleh mesin Rolls-Royce ini berhasil memvalidasi seluruh rangkaian operasional otonom, mulai dari taxiing di landasan, lepas landas, manuver di udara, hingga pendaratan kembali. Stasiun kendali darat juga melaporkan respons sistem yang sempurna terhadap seluruh perintah navigasi. Uji coba ini sangat krusial karena versi yang diterbangkan merupakan representasi final dari unit yang nantinya akan dikerahkan di atas dek kapal induk bertenaga nuklir AS.

Secara teknis, MQ-25A Stingray merupakan raksasa tanpa awak yang dirancang untuk daya tahan tinggi di laut lepas. Drone ini memiliki panjang sekitar 15,5 meter dengan bentang sayap mencapai 22,9 meter saat terbentang (dan dapat dilipat untuk penyimpanan di hangar kapal induk).

Ditenagai mesin tunggal Rolls-Royce AE 3007N yang menghasilkan daya dorong 10.000 pon, Stingray mampu membawa muatan bahan bakar seberat 15.000 pon (sekitar 6.800 kg) untuk disalurkan ke pesawat lain. Dengan kapasitas tersebut, MQ-25A diproyeksikan memiliki radius operasional hingga 500 mil laut (sekitar 926 km), memungkinkan jet tempur untuk mengisi bahan bakar jauh di luar “zona bahaya” payung udara lawan.

Kehadiran MQ-25A Stingray dirancang untuk menyelesaikan masalah klasik di atas kapal induk: efisiensi armada jet tempur. Selama ini, US Navy terpaksa menugaskan sekitar 20 hingga 30 persen armada F/A-18 Super Hornet hanya untuk menjalankan misi buddy tanking (mengisi bahan bakar jet tempur lain). Dengan adanya Stingray, tugas tanker akan sepenuhnya diambil alih oleh drone otonom ini, sehingga seluruh armada Super Hornet dapat difokuskan kembali untuk misi serangan (strike missions) yang lebih mematikan.

Secara strategis, MQ-25A tidak hanya memberikan efisiensi jumlah pesawat, tetapi juga memperpanjang jangkauan operasional jet tempur generasi kelima seperti F-35C Lightning II. Dengan kemampuan mengisi bahan bakar di udara secara otonom, jangkauan serang kapal induk akan meningkat signifikan, memungkinkan kelompok tempur kapal induk (Carrier Strike Group) tetap berada di luar jangkauan rudal anti-kapal jarak jauh lawan sambil tetap bisa melancarkan serangan udara yang presisi.

Gantikan Peran “Buddy to Buddy” Air Refueling Super Hornet, Drone Tanker MQ-25 Stingray Beroperasi dari Kapal Induk di Tahun 2026

Meski sukses besar dalam terbang perdana versi produksinya, jadwal penempatan perdana (initial deployment) MQ-25A dilaporkan sedikit bergeser ke tahun 2029 akibat kendala rantai pasokan manufaktur. Namun, bagi para analis militer, keberhasilan terbang pada April 2026 ini membuktikan bahwa teknologi otonom untuk pengisian bahan bakar di laut sudah sangat matang dan siap mengubah wajah peperangan udara maritim di masa depan. (Gilang Perdana)

Boeing Alami Penundaan Produksi, Jadwal Pengiriman Drone Tanker MQ-25A Stingray Molor Setahun

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *