Tag: US Navy

Setelah Insiden di Udara Mediterania, Kini Dua Kapal Perang AS dan Rusia Nyaris Bertabrakan di Laut Cina Timur

Hanya berselang 3 hari dari insiden intercept P-8A Poseidon AL AS oleh Sukhoi Su-35 Rusia di atas Laut Mediterania, hari Jumat (7/6/2019) ketegangan antara Washington dan Moskow kembali terjadi, kali ini mengambil lokasi di Laut Cina Timur, dua kapal perang AS dan Rusia dilaporkan nyaris bertabrakan. Insiden di perairan internasional ini melibatkan USS Chancellorsville (CG-62), yaitu kapal penjelajah Ticonderoga Class dengan kapal perusak Admiral Vinogradov (Udaloy Class). (more…)

Terbang Mengarah Ke Suriah, P-8A Poseidon AS ‘Terpaksa’ Di-intercept Sukhoi Su-35 Rusia

Entah mungkin karena sedang sepi promosi dan butuh sensasi, pada 4 Juni 2019 terjadi ketegangan di langit Laut Mediterania. Pangkal musababnya adalah sebuah pesawat intai maritim P-8A Poseidon yang beroperasi di bawah komando Armada ke-6 AL Amerika Serikat, di intercept oleh sebuah Sukhoi Su-35C Super Flanker. Tidak tanggung-tanggung, pencegatan dilaporkan hingga 3x dalam waktu 175 menit. Sontak insiden ini mendapat respon keras dari pihak AS, terutama Armada Ke-6 US Navy. Selain penuh provokasi di wilayah internasional, apa yang dilakukan Su-35 mengancam keselamatan penerbangan. (more…)

Flashing Light to Text Converter: Komunikasi Antar Kapal Perang Saat Jalankan “Radio Silent”

Betapa pun canggihnya perangkat komunikasi pada kapal perang modern, tapi mutlak tersedia sistem komunikasi khusus untuk kondisi darurat. Disebut darurat bila sistem komunikasi berbasis radio di kapal mengalami gangguan, bahkan jika sistem GPS (Global Positioning System) mengalami down, maka harus ada yang efektif difungsikan, paling tidak untuk komunikasi antar kapal perang dalam suatu formasi tempur. Merujuk ke kondisi yang disebutkan, maka solusinya mengarah pada peran lampu sinyal (signal lamp) yang mengirimkan kode morse antar kapal perang.

(more…)

USS Carl Vinson (CVN-70): Kian Eksis di Perairan Indonesia

Nama kapal induk USS Carl Vinson (CVN-70) dan jet tempur F/A-18 Hornet sepertinya kian lekat dalam ingatan orang Indonesia. Setelah indisen Bawean pada tahun 2003 yang melibatkan F-16 Skadron Udara 3 TNI AU, belum lama berselang pada 21 April lalu, pihak US Navy menerbitkan kabar bahwa sebuah jet tempur F/A-18E Super Hornet yang berbasis di kapal induk USS Carl Vinson jatuh di Laut Sulawesi, wilayah perbatasan antara Indonesia dan selatan Filipina. Pesawat kelompok Carrier Air Wing 2 ini jatuh saat melakukan pendekatan final sebelum mendarat di dek kapal induk tersebut. Pilot selamat setelah melontarkan diri (eject). (more…)

TNI AL Kirimkan Korvet KRI Diponegoro 365 di RIMPAC 2016

diponegoro24

Menyongsong visi sebagai World Class Navy, tentu menjadi kebanggaan saat TNI AL mampu menghadirkan perwakilan kekuatannya dalam ajang latihan perang laut terbesar di dunia. Di tahun 2014, untuk pertama kalinya TNI AL ikut dalam ajang RIMPAC (Rim of Pacific Exercise) di perairan Hawaii, AS. Kala itu TNI AL mengirim LPD (Landing Platform Dock) KRI Banda Aceh 593, lengkap berikut pasukan Marinir dengan tank amfibi LVTP-7.
(more…)

Destroyer USS Sampson: Kapal Perang Terbesar dalam Misi Evakuasi Air Asia QZ8501

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Walau dalam film Battleship (2012), USS Sampson luluh lantak oleh serangan alien, namun dalam pencarian korban kecelakaan kapal terbang Air Asia, kapal perang destroyer berbobot 9.200 ton ini mendapat sorotan berkat kesuksesannya dalam misi pencarian ini. Banyaknya jumlah korban yang berhasil di evakuasi USS Sampson dinilai karena ukuran kapal itu cukup besar, bahkan jadi kapal perang bertonase terbesar dalam misi pencarian di Selat Karimata. Dengan tonase yang jumbo, wajar bila Sampson lebih bisa menahan gelombang yang tingginya mencapai 3-5 meter di lokasi pencarian Air Asia QZ8501. (more…)