Bocoran Dokumen: Cina Incar 48 Unit Ka-52M Rusia, Ancaman bagi Industri Moskow?

Tabir gelap mengenai kerja sama militer antara Moskow dan Beijing kembali tersingkap melalui serangkaian dokumen internal yang bocor ke publik. Dokumen tersebut mengungkap korespondensi antara produsen helikopter Kamov dengan Pabrik Mesiu Perm, sebuah perusahaan pertahanan Rusia yang bertanggung jawab memproduksi komponen bahan peledak untuk sistem militer.
Baca juga: Russian Helicopters Raih Kontrak Perdana untuk Helikopter Serang Ka-52M
Seperti dikutip Defence Blog, inti dari komunikasi ini adalah rencana besar akuisisi 48 unit helikopter serang Ka-52M “Super Alligator” oleh pelanggan asing dengan kode “156”, yang secara luas diidentifikasi oleh para analis sebagai kode untuk Cina.
Berdasarkan surat resmi tertanggal 4 Maret 2022 dari eksportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport, tercatat permintaan penyediaan 48 unit Ka-52M beserta peralatan terkait dan pelatihan bagi personel Cina. Proses ini nampaknya terus berjalan hingga pertengahan 2024, di mana dokumen tertanggal 15 Juli 2024 merinci rencana produksi ambisius untuk memenuhi kontrak tersebut dalam rentang tahun 2025 hingga 2027.
Skema pembiayaan yang disepakati pun sangat spesifik, melibatkan pembayaran di muka sebesar 30 persen, pembayaran antara 50 persen saat helikopter siap dikirim, dan pelunasan 20 persen sisanya setelah helikopter diterima di wilayah Cina.
Another similar interesting find via @洋务先驱张之洞:
Summarised by Tomboy/SDF: it “claims that China has ordered 48 Ka-52/M, though the contract from 2022 says 52M but a later one from 2024 says 52.”!
But IMO similar to the Il-78M tanker it was most likely a requests only? 🤔 https://t.co/lmmw7Zb2Zs pic.twitter.com/VTT99q6e0X
— @Rupprecht_A (@RupprechtDeino) March 12, 2026
Ketertarikan Cina pada Ka-52M bukanlah tanpa alasan yang kuat. Beijing saat ini tengah menghadapi tantangan besar dalam memproyeksikan kekuatan amfibi di kawasan Pasifik, terutama di Selat Taiwan. Helikopter serang domestik Cina seperti Z-10 dinilai masih memiliki keterbatasan jika dioperasikan dari dek kapal serbu amfibi Type 075 dalam kondisi cuaca laut yang ekstrem. Di sinilah desain rotor koaksial Ka-52M menjadi solusi kunci.
Dengan dua rotor utama yang bertumpuk dan berputar berlawanan arah, helikopter ini tidak memerlukan rotor ekor, sehingga lebih ringkas dan sangat stabil saat menghadapi angin samping (crosswind) di tengah laut. Desain ini memungkinkan manuver vertikal yang tajam dan pendaratan yang lebih aman di dek kapal yang sempit.
Kamov Ka-52M – Tampil Lebih Sangar dengan Menggotong Rudal Jelajah Jarak Jauh
Dari sisi kemampuan tempur, Ka-52M merupakan lompatan besar dari versi standar. Helikopter serang ini dilengkapi dengan radar AESA Arbalet-AM yang mampu melacak target lebih jauh dan akurat. Salah satu komponen krusial yang disebutkan dalam dokumen bocor tersebut adalah muatan piroteknik seperti PZ-37, yang digunakan dalam sistem darurat helikopter, termasuk mekanisme pelontaran kursi pilot dan pelepasan kanopi.
Fitur keselamatan ini sangat unik karena Ka-52M adalah satu-satunya helikopter serang di dunia yang memungkinkan pilotnya menyelamatkan diri menggunakan kursi lontar, sebuah keunggulan moral dan teknis yang sangat dihargai oleh militer Cina. Selain itu, integrasi rudal LMUR (Izdeliye 305) memungkinkan serangan presisi hingga jarak 25 kilometer, memberikan perlindungan udara yang mematikan bagi pasukan pendarat Cina.
Kh-39 LMUR: Rudal ‘Stand-off’ untuk Helikopter Serang Rusia Mi-28NM dan Ka-52M
Namun, kesepakatan bernilai miliaran dolar ini membawa risiko jangka panjang yang sangat membahayakan industri pertahanan Rusia. Sejarah mencatat bahwa Cina sering kali menggunakan jalur alih teknologi atau transfer teknologi sebagai syarat dalam kontrak pembelian skala besar untuk melakukan rekayasa balik (reverse engineering). Risiko “copy-paste” terhadap desain rotor koaksial, sistem avionik, hingga algoritma radar AESA Rusia sangatlah nyata. Jika Cina berhasil menyalin teknologi kunci ini, mereka dapat mengintegrasikannya ke dalam produk domestik mereka sendiri di masa depan.
Ibarat Bisul Mulai Pecah, Rusia Keluhkan ‘Pencurian’ Karya Cipta Alutsista oleh Cina
Bagi Rusia, langkah ini ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, Moskow membutuhkan aliran dana segar dan dukungan politik dari Cina di tengah tekanan sanksi internasional yang berat akibat perang di Ukraina. Namun di sisi lain, dengan menyerahkan teknologi tercanggihnya ke tangan Cina, Rusia berisiko kehilangan kedaulatan teknologinya.
Jika Cina berhasil memproduksi versi lokal dari “Alligator” ini, mereka tidak hanya akan berhenti menjadi pelanggan Rusia, tetapi juga akan menjadi kompetitor berat yang menawarkan produk serupa dengan harga lebih murah di pasar ekspor global. Dalam jangka panjang, kesepakatan ini bisa menjadi awal dari redupnya dominasi industri helikopter Rusia di mata dunia. (Gilang Perdana)



Itu helikopter tapi kok ada kursi lontarnya?
Itu kursi terlontar ke atas atau ke samping?
Kalo terlontar ke atas apa si pilot tidak terpotong tubuhnya oleh baling-baling ganda ?
Ini Rusia sedang bercanda ya ?