Tag: MBDA

Dampak Corona, MBDA Tutup Sementara Fasilitas Produksi di Perancis dan Italia

Manufaktur rudal global asal Perancis, MBDA, diwartakan telah menutup fasilitas produksinya di Perancis dan Italia. Sementara fasilitas-fasilitas lain milik MBDA yang tersebar di Jerman, Inggris dan Spanyol akan ditinjau dalam waktu dekat ini. Keputusan penutupan sementara fasilitas MBDA dilakukan sebagai langkah khusus untuk menekan pendemi wabah virus corona yang berdampak luas di kawasan Eropa. (more…)

Lengkapi Program Upgrade, TNI AL Berencana Tingkatkan Kemampuan Rudal Exocet di KRI Usman Harun 359

Seperti diwartakan sebelumnya, bahwa KRI Usman Harun 359 bakal menjadi kapal pertama dari korvet Bung Tomo Class yang mendapatkan paket upgrade, yakni di tangan Thales dan PT Len Industri, kapal perang buatan Inggris ini akan memperoleh upgrade mission system, dengan target penyelesaian pada tahun 2023. Sayangnya, paket upgrade yang masuk ke dalam mid life modernisation (MLM) memang terasa nanggung, lantaran dalam kontrak tidak mencakup peningkatan pada sistem persenjataan. (more…)

MBDA Sea Ceptor – Rudal Hanud untuk Korvet Bung Tomo Class

Kabar tentang bakal dilakukannya upgrade pada salah satu korvet Bung Tomo Class, yaitu KRI Usman Harun 359 oleh Thales dan PT Len Indsustri adalah angin segar dalam program peremajaan kapal perang TNI AL. Meski upgrade belum menyentuh pada akuisisi rudal hanud, namun cepat atau lambat, korvet Bung Tomo Class akan mendapatkan rudal hanud, jenis sistem senjata yang memang seharusnya ada di korvet tersebut. (more…)

Mulai 2021, AL Perancis Terima Rudal Anti Kapal Exocet MM40 Block 3c

Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 dengan segala kecanggihannya masih diandalkan sebagai senjata pemukul garis depan. Debut rudal anti kapal yang meluncur perdana pada 18 Maret 2010 ini, setidaknya telah digunakan oleh sembilan negara. Dan seolah berpacu dengan dinamika potensi peperangan di masa depan, AL Perancis belum lama ini diwartakan akan menerima varian baru dari rudal anti kapal Exocet, yaitu MM40 Block 3c. (more…)

Jadi ‘Launcher’ Remote Carriers, Inilah Peran Airbus A400M di FCAS

Jerman, Perancis dan Spanyol telah mengumandangkan dimulainya proyek Future Combat Air System (FCAS) pada Paris AirShow 2019 lalu. Sebagai sebuah sistem yang saling terintegrasi, FCAS tidak sebatas mewujudkan  pesawat tempur stealth generasi keenam, lain dari itu, proyek FCAS juga mencakup dukungan mesin dengan teknologi baru, air combat cloud, aneka sensor tercanggih dan remote carriers. Nah, yang disebut terakhir ini, menjadi menarik dikupas, lantaran desain FCAS pada prinsipnya mengedepankan apa yang disebut “Manned Unmanned Teaming.” (more…)

Mistral Atam – Dari MANPADS Jadi Rudal Udara ke Udara

Punya bobot ringan dengan kemampuan manuver tinggi, ditambah berpemandu infrared yang menjadikan dapat dilepaskan secara fire and forget, beberapa rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) kini sukses dikonversi menjadi rudal udara ke udara. Sebut saja yang cukup terkenal FIM-92 Stinger besutan General Dynamics, rudal yang kondang ditangan pejuang Mujahidin ini berhasil dikonversi menjadi rudal udara ke udara sejak 1995. (more…)

Mistral Tetral: Tercipta ‘Hanya’ untuk Korvet Diponegoro Class

Sebelum dua frigat – Perusak Kawal Rudal (PKR) RE Martadinata Class tuntas dalam proses dipersenjatai, maka predikat kapal perang dengan kemampuan sensor dan persenjataan tercanggih di Satuan Kapal Eskorta TNI AL masih disandang korvet Diponegoro Class (Sigma 9113) buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Dan diantara persenjataan yang ada di korvet tersebut, keberadaan peluncur rudal Mistral Tetral adalah yang menjadi ciri khas tersendiri. (more…)

Inilah Alasan Korvet Fatahillah Class Belum Dipasangi Rudal Anti Kapal (Lagi)

Meski telah dilakukan sejumlah modernisasi, namun dirunut dari usia, ketiga korvet Fatahillah Class – KRI Fatahillah 361, KRI Malahayati 362 dan KRI Nala 363 sudah tak bisa dibilang muda lagi, pasalnya ketiga korvet buatan Wilton Fijenoord, Schiedam, Belanda ini sudah diterima Indonesia sejak 1979. Lewat perawatan yang baik dan modernisasi pada sistem sensor dan radar (di KRI Fatahillah 361 dan KRI Malahayati 362),  kapal kombatan ini masih mampu memberikan efek deterens. (more…)