Seputar DSEI 2019Klik di Atas

M-51 130mm: Self Propelled MLRS Yon Armed TNI AD

Peluncur roket M-51 dengan truk V3S sebagai platform kendaraan pengangkut. Tampak foto milik AD Mesir dalam sebuah defile militer di tahun 1960

Bila ditilik dari sejarah, sista dalam lingkungan armed (artileri medan) baik di TNI AD dan Korps Marinir TNI AL terbilang ‘kaya’ akan ragam tipe senjata. Salah satunya adalah keberadaan jenis senjata self propelled. Dengan diusung platform kendaraan, mobilitas senjata yang terdiri dari jenis roket dan howitzer mampu bergerak cepat menuju daerah operasi.

Sebelum tulisan ini, kami pernah mengulas AMX-13 MK61, sebagai howitzer self propelled TNI AD, dan BM-14/17, sebagai generasi pertama self propelled MLRS (multiple launch rocket system) yang dimiliki Korps Marinir TNI AL. BM-14/17 buatan Uni Soviet yang didatangkan pada masa operasi Trikora di tahun 1961, sempat menjadi ikon kekuatan militer Indonesia di masa lalu, sebelumnya akhirnya digantikan oleh MLRS jenis yang lebih baru, RM 70 Grad pada tahun 2003. Nah, sedikit ada persamaan dengan BM-14 korps Marinir TNI AL, nyatanya satuan armed TNI AD juga punya MLRS yang diandalkan di masa lampau.

Yang dimaksud adalah peluncur roket M-51 kaliber 130mm. Sista roket buatan Chekoslovakia ini mulai diproduksi pada tahun 1951, dan di lingkungan TNI AD digunakan oleh Yon Armed 9/2 Kostrad pada tahun 1976. Sesuai kebutuhan di masa itu, roket self propelled ini langsung diterjunkan ke palagan Timor Timur dalam menunjang kelancaran operasi Seroja.  Dalama hal daya gempur, roket bisa menghantam target hingga jarak 8.200 meter dengan hulu ledak HE (high explosive) ber-fragmentasi dengan spin penyetabil yang terarah.

Roket M-51 130mm dengan platform truk Reo dalam Pameran Alutsista TNI AD 2012
M-51 dan truk V3S dalam sebuah defile

Dibanding BM-14 Korps Marinir TNI AL, M-51 punya tabung peluncur lebih banyak, yakni 32. Sedangkan BM-14 hanya 16 tabung, hanya saja BM-14 punya kaliber yang lebih besar (140mm) dengan jangakauan tembak lebih jauh (10.000 meter). M-51 dalam operasionalnya ditarik oleh truk jenis V3S yang berpenggerak roda 6×6. Meski M-51 juga ideal dipasangkan pada jenis truk lain yang juga buatan Uni Soviet, seperti  Zil-151 dan Zil-157. Sistem penembakkan hanya dapat dilakukan pada posisi melintang dari arah kendraan untuk mengindari semburan api roket ke arah kabin kendaraan.

Meski sudah berusia sangat tua, roket M-51 hingga kini masih dioperasikan oleh TNI AD. Sebagai buktinya sista ini ikut diperlihatkan dalam ajang pameran Alutsista TNI AD 2012, awal November lalu di kawasan Monas – Jakarta. Dari segi peluncur roket masih terlihat terawat dan layak operasional, sedangkan truk V3S sebagai platform kendaraan pengusung tak bisa lagi dipertahankan. Untuk Ditpalad (Direktorat Peralatan TNI AD) melakuan retrofit pada jenis kendaraan pengangkut, kini yang digunakan adalah jenis truk Reo buatan AS.

Persiapan uji tembak M-51 milik TNI AD, sudah menggunakan truk Reo
Loading amunisi ke dalam peluncur saat Latihan Gabungan di Martapura
M-51 dan truk V3S dalam foto kenangan

Dengan mengambil lokasi Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Martapura di Baruraja, Sumatera Selatan TNI AD, baru-baru ini dilakukan kegiatan uji coba penembakan roket 130mm, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 23 Juni hingga 6 Juli 2012. Di lingkup internasional, M-51 sangat diandalkan oleh AD Mesir pada tahun 1954 pada pertempuran 6 hari di Sinai melawan Israel. Negara lain yang pernah menggunakan sista ini adalah Austria, Bulgaria, Mesir, Rumania, dan Yugoslavia. (Haryo Adjie Nogo Seno)

Spesifikasi M-51 130mm Rocket Launcher

  • Negara asal         : Buatan Chekoslovakia
  • Tahun Pembuatan     : 1951
  • Tahun Penggunaan     : 1976
  • Kaliber            : 130,6 mm
  • Jarak tembak max     : 8.200 meter
  • Jumlah laras         : 32
  • Kecepatan tembak    : 32 roket dalam 12,4 detik
  • Kecepatan luncur roket     : 430 meter/detik
  • Waktu reload         : 2 menit
  • Dimensi
  • Panjang         : 6,8 meter
  • Lebar             : 2,4 meter
  • Tinggi             : 2,5 meter
  • Berat            : 1618 kg
  • Elevasi laras         : 12 sampai 50 derajat
  • Jumlah awak        : 7 personel

 

21 Comments