Tag: howitzer

Iran Tampilkan Aras 4×4 dengan Howitzer M101 – Self Propelled Howitzer dengan Mobilitas Tinggi

Dikenal sebagai self propelled howitzer paling fleksibel dengan manuver tinggi, menjadikan Humvee 2-CT Hawkeye 105 mm MHS (Mobile Howitzer System) menarik untuk diadopsi dalam gelar operasi peperangan modern. Dan rupanya desain Humvee 2-CT Hawkeye 105 mm MHS menarik perhatian negeri rival Amerika Serikat, dimana Iran telah merilis sebuah light self propelled howitzer dari rantis jip Aras 4×4 yang dikawinkan dengan howitzer tarik M101 kaliber 105 mm. (more…)

Kini Giliran Howitzer KH-178 dan Truk KIA KM250 Uji Loading/Unloading dan Terbang dengan Hercules TNI AU

Kemampan mobilitas dan deployment alutsista artileri medan (armed) lewat jalur udara kini menjadi perhatian bagi TNI. Setelah sebelumnya melakukan uji loading/unloading pada self propelled howitzer (SPH) CAESAR 155 mm ke ruang kargo C-130 Hercules. Kini lini kesenjataan armmed TNI AD melakukan uji loading/unloading howitzer KH-178 kaliber 105 mm berikut truk KIA KM250 sebagai kendaraan penariknya. (more…)

Inggris Cari Pengganti Howitzer Tarik 105mm L118 Light Gun

Bila Perancis berjaya dengan howitzer tarik (towed) LG series kaliber 105 mm buatan Nexter. Maka sekutunya di seberang selat, sejak lama juga mengoperasikan howitzer tarik 105 mm yang legendaris dan laris di pasaran global. Yang dimaksud adalah L118 light gun produksi BAE Systems Land and Armaments (d/h Royal Ordnance Factory). (more…)

Eksperimen, Howitzer M2A2 105mm Pernah Dipasang di Helikopter

Meski usianya tergolong tua, Senjata yang dikenal sebagai andalan pada satuan Artileri Medan (Armed), yakni howitzer M2A2 kaliber 105 mm masih terus digunakan, termasuk oleh TNI AD. Bahkan, varian howitzer tersebut dipercaya sebagai senjata utama pada pesawat serang AC-130 Spectre. Nah itu penempatan howitzer pada platform pesawat angkut, lantas bagaimana jika senjata serupa dipasang pada helikopter? (more…)

Prototipe Howitzer Pindad ME-105, Layakkah ‘Dibangkitkan’ Kembali?

Pertama kali diperlihatkan ke publik pada Indo Defence 2008, meriam howitzer ME-105 yang dirilis PT Pindad langsung membetot perhatian publik. Betapa tidak, inilah sosok meriam tarik pertama yang wujudnya secara nyata berhasil dibuat oleh perusahaan dalam negeri. Saat itu, Indonesia sudah berhasil memproduksi kapal patroli cepat, pesawat intai, panser sampai senapan serbu, namun ironisnya, lini persenjataan artileri seperti seolah terlupakan, terlepas dari upaya produksi munisi yang telah dilakukan oleh PT Pindad selama ini. (more…)

Misterius! Benarkah Indonesia Miliki Howitzer Tarik M-56 105mm?

Belum lama ini situs janes.com (2/7) mewartakan bahwa Yugoimport SDPR, manufaktur persenjataan asal Serbia kembali memproduksi howitzer tarik (towed howtizer) tipe M-56 105 mm dengan laras 33-calibre. Kembali diproduksinya M-56 lantaran adanya pesanan ekspor 36 pucuk M-56 untuk suatu negara yang dirahasiakan identitasnya. Yang menjadi menarik dari berita itu adalah adanya nama Indonesia yang juga disebut-sebut. (more…)

Modernisasi Artileri Lintas Udara, Malaysia Order 18 Pucuk Howitzer LG-1 MKIII

Bila Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD masih dalam tahap rencana untuk mendatangkan Howitzer LG-1 MKIII kaliber 105 mm, maka masih dalam jenis alutsista yang sama, diwartakan bahwa negara tetangga Malaysia malah sudah melakukan penandatanganan pembelian LG-1 MKIII untuk kebutuhan angkatan darat, lebih tepatnya untuk mengisi arsenal di 1st Royal Artillery Regiment (Para) of the 10th Parachute Brigade, unit tempur reaksi cepat yang mengandalkan operasi lintas udara (linud). (more…)