Beragam skenario dipersiapkan Taiwan untuk menghadapi invasi militer dari Cina daratan. Meski Taipei punya keyakinan untuk menahan serangan Cina sebelum mencapai tahap pendaratan di Pulau Formosa, namun, kemungkinan terburuk wajib dipersiapkan, bahwa bisa jadi kavaleri dan infanteri Cina benar-benar dapat melakukan penyerbuan jauh ke daratan Taiwan. (more…)
Pelibatan unsur helikopter dalam operasi anti ranjau seolah terlupakan, padahal helikopter punya kemampuan untuk memburu dan menetralisir ranjau laut secara efektif. Bagi Korea Selatan yang 99 persen ekspor impornya bergantung pada jalur lintas laut, maka kemampuan anti ranjau menjadi sangat krusial, terlebih ada ancaman nyata dari Korea Utara. Berangkat dari hal tersebut, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) punya proyeksi untuk mengembangkan helikopter penyapu ranjau. (more…)
Umumnya, kemampuan untuk menyebarkan ranjau laut (mine laying capability) dimiliki oleh kapal jenis frigat, destroyer dan korvet. Namun, dalam dinamika operasi, dan mungkin juga terkait ‘keterbatasan’ armada kapal kombatan, maka menjadi hal yang sulit untuk menebarkan ranjau secara efektif dan efisien bagi angkatan laut suatu negara. (more…)
Selain punya tugas menjalankan misi buru dan sapu ranjau di perairan, Satuan Kapal Ranjau (Satran) juga punya tugas lain untuk menjalankan misi penyebaran ranjau untuk kebutuhan suatu operasi pertahanan. Bila adopsi teknologi anti ranjau masif ditingkatkan, maka bagaimana dengan teknologi penyebaran atau deployment ranjau? (more…)
Kemampuan proteksi masih menjadi isu dalam dunia kavaleri, meski pada umumnya kendaraan tempur lapis baja telah dibekali sistem proteksi yang memadai, tetap saja teknologi anti tank terus mengejar untuk ‘mengalahkan’ proteksi pada ranpur lapis baja. Sebut saja medan peperangan di Ukraina, telah menjadi bukti bahwa kavaleri harus menyiapkan sistem proteksi yang lebih untuk menghadapi senjata anti tank, baik itu rudal/roket anti tank dan ranjau darat yang ditanam. (more…)
Sejak pecah perang Rusia vs Ukraina, maka secara langsung berimbas pada aktivitas pelayaran di sekitaran Laut Hitam. Selain blokade pelabuhan Ukraina oleh kapal-kapal perang Rusia, di Laut Hitam belakangan juga ditemukan ranjau laut. Entah siapa yang menebar, namun keberadaan ranjau laut jelas membuat cemas, karena dapat mengganggu keselamatan pelayaran. (more…)
Tak bisa dipungkiri bahwa pergerakan pasukan infanteri dan kavaleri di medan peperangan, kerap mendapatkan perlawanan dan hambatan, salah satu yang tak terlihat namun bisa membuat kerugian besar adalah keberadaan ranjau darat. Maka tak heran kemampuan satuan zeni tempur atau combat engineer selalu menjadi tumpuan tatkala unit infanteri dan kavaleri akan memasuki suatu wilayah. (more…)
Meski tak diakui secara resmi oleh Pemerintah Jerman, namun dalam palagan Perang di Ukraina, terdapat ranjau anti tank yang dapat diidentifkasi berasal dari produksi Jerman. Selama ini publik telah mengetahui, bahwa Jerman telah mengirim ribuan roket anti tank tank dan senjata peroragan lainnya guna membantu militer Ukraina. Bantuan dalam level lebih besar, yaitu sistem hanud Flakpanzer Gepard pun saat ini tengah dalam teknis pengiriman ke Ukraina. (more…)
Peperangan acap kali memperlihatkan jenis senjata baru, termasuk di laga perang Ukraina. Di media sosial diberitakan bahwa pasukan Rusia menggunakan jenis ranjau anti personel terbaru, yang notabene belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Ranjau yang dimaksud adalah POM-3, produksi tahun 2021 yang dilengkapi seismik proximity fuze. (more…)
Infiltrasi dan serbuan udara menggunakan helikopter hingga saat ini masih menjadi momok bagi pemangku institusi pertahanan di banyak negara. Meski belum jelas dilanjutkan atau tidak, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) pun pernah mengantisipasi kehadiran wahana sayap putar ini dengan menghadirkan prototipe ranjau anti helikopter (anti helicopter mine). (more…)