Serba Canggih, Inilah Sederet Teknologi Proteksi Terbaru Ranpur Lapis Baja Rusia

Relict protection system..

Kemampuan proteksi masih menjadi isu dalam dunia kavaleri, meski pada umumnya kendaraan tempur lapis baja telah dibekali sistem proteksi yang memadai, tetap saja teknologi anti tank terus mengejar untuk ‘mengalahkan’ proteksi pada ranpur lapis baja. Sebut saja medan peperangan di Ukraina, telah menjadi bukti bahwa kavaleri harus menyiapkan sistem proteksi yang lebih untuk menghadapi senjata anti tank, baik itu rudal/roket anti tank dan ranjau darat yang ditanam.

Baca juga: Deteksi Bidikan Senjata Berpemandu Laser, Dislitbangad Kembangkan Sistem Proteksi di Tank Scorpion

Berangkat dari masalah yang mengemuka dalam dunia kavaleri, Research Institute of Steel (NII Stali), yakni pengembang sistem pertahanan tank yang berbasis di Moskow, telah memperkenalkan beberapa solusi untuk proteksi pada ranpur lapis baja, dalam ajang pameran pertahanan terbesar Rusia, Army 2022 (15 – 21 Agustus) di Patriot Expo.

Yang pertama, NII Stali memperkenalkan sistem proteksi dinamis kompleks modular universal yang diberi label Relikt. Sistem ini dipersiapkan untuk memberi proteksi pada Main Battle Tank (MBT) T-72 dan T-90, terhadapi serangan dari proyektil dengan bahab peledak HEAT tandem dan proyektil armor-piercing (penusuk lapis baja) sub-caliber. Selain Relikt, NII Stali juga menghadirkan sistem proteksi dinamis berengsel untuk kendaraan lapis baja ringan, sistem perlindungan anti ranjau elektromagnetik dan sistem proteksi yang dapat mengurangi visibilitas MBT.

BMP-3 dengan dynamic protection.

Untuk BMP-3
Meski unggul dalam fleksibilitas dengan kemampuan amfibinya, ranpur lapis baja sekelas BMP-3 punya tantangan serius dalam hal proteksi, dimana lapisan bajanya cenderung rentan pada serangan senjata anti tank. Menyadari hal tersebut, NII Stali mengembangkan apa yang disebut sebagai dynamic protection for light armored vehicles.

Awalnya, sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan perlindungan pada IFV BMP-3 terhadap serangan RPG, senjata kaliber kecil, dan senjata ringan, namun, berlanjut juga dapat digunakan untuk meningkatkan perlindungan berbagai jenis kendaraan lapis baja ringan produksi Rusia dan negara asing. Dasar dari dynamic protection adalah elemen 4S24 yang telah memberikan tingkat perlindungan dan kemampuan bertahan yang diperlukan.

Proteksi Anti Ranjau
Untuk melindungi dari ranjau anti-tank modern, NII Stali mengembangkan sistem perlindungan ranjau elektronik SPMZ-2E, yang mampu mengubah tanda magnet pada tank, atau menggesernya ke depan sehingga sensor magnetik ranjau tidak bereaksi terhadap tank yang melintas, atau menyebabkan ranjau meledak di depannya.

Sistem SPMZ-2E tidak hanya dipasang pada tank, tetapi juga pada kendaraan lain (kendaraan tempur infanteri, pengangkut personel lapis baja, mobil). Secara struktural, SPMZ-2E adalah kabel listrik yang diletakkan di sekeliling lambung kendaraan dan terhubung ke electronic unit – sebuah inverter yang dipasang di kompartemen tempur. Inverter, sejalan dengan program yang telah ditetapkan, menghasilkan impuls listrik di kabel, yang mengubah citra magnetik pada tank, yang pada akhirnya dapat menyesatkan bahkan sekering magnetik pada ranjau paling cerdas sekalipun.

SPMZ-2E

Solusi lain sistem proteksi anti tank yang ditawarkan NII Stali adalah perangkat optical signature reduction RPM Cape, yang dirancang untuk secara signifikan mengurangi visibilitas kendaran tempur, termasuk tank, dalam spektrum radiasi elektromagnetik, di mana sebagian besar sistem pengintaian dan panduan senjata beroperasi.

Baca juga: T-90M – MBT Terbaru Rusia dengan Proteksi Maksimal dari Ancaman Senjata Anti Tank

Sistem ini dirancang dari ‘kerudung’ khusus yang terbuat dari bahan penyerap radio, yang hampir sepenuhnya menyembunyikan MBT dari radar pengintai, yang artinya secara signifikan mengurangi visibilitasnya dalam jangkauan inframerah, dan menyulitkannya untuk mendeteksi dan mengenali ranpur. Pihak pengembang mengklaim, sebuah tank yang ditutupi dengan bahan semacam itu menjadi benar-benar tidak terlihat oleh banyak perangkat pengintai dan sistem pemandu senjata anti tank. (Haryo Adjie)

2 Comments