PT Dahana dan SAES Spanyol Kembangkan Ranjau Pintar (Smart Mine) untuk TNI AL

Selain punya tugas menjalankan misi buru dan sapu ranjau di perairan, Satuan Kapal Ranjau (Satran) juga punya tugas lain untuk menjalankan misi penyebaran ranjau untuk kebutuhan suatu operasi pertahanan. Bila adopsi teknologi anti ranjau masif ditingkatkan, maka bagaimana dengan teknologi penyebaran atau deployment ranjau?

Baca juga: KSAL Luncurkan Kapal Penyapu Ranjau Terbaru KRI Pulau Fani 731, Kapal Kedua Bernama KRI Pulau Fanildo

Tentu saja tidak sebatas menyebarkan ranjau, melainkan kemampuan dan spesifikasi ranjau juga menjadi perhatian, mengingat lawan memiliki kemampuan anti ranjau yang juga terus meningkat. Seperti dalam Indo Defence 2022, manufaktur asal Spanyol yang punya spesialiasi pada ranjau laut, Sociedad Anónima de Electrónica Submarina, SA (SAES), memperkenalkan teknologi ranjau pintar (smart mine) kepada TNI AL.

Dari siaran pers electronica-submarina.es, SAES menyebut telah melakukan presentasi produk teknis kepada delegasi negara-negara yang telah mengunjungi standnya dan telah menawarkan konferensi yang bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang ranjau laut.

SAES mengklaim ranjau laut yang ditawarkan terbilang canggih, yakni ranjau dapat diaktifkan oleh pengaruh magnet, listrik atau akustik, meningkatkan kemampuan untuk melindungi dan mengendalikan area strategis, seperti selat dan zona maritim yang digunakan sebagai sentra kekuatan strategis.

Jenis ranjau yang ditawarkan SEAS disebut Minea (Mina Naval Inteligente) atau dalam bahasa Inggris berarti Smart Naval. Keluarga ranjau Minea terdiri dari tiga jenis ranjau laut, termasuk ranjau dengan dasar silinder, ranjau air dangkal berbentuk kerucut, dan ranjau tertambat. Ranjau-ranjau tersebut menggunakan berbagai sensor untuk mendeteksi pengaruh fisik yang berbeda.

Untuk memprogram ranjau laut yang cerdas, maka didukung kapal yang mempunyai kecanggihan tersendiri dalam signature intelligence, yang meliputi kemampuan electric, magnetic, pressure, seismic dan acoustic radiation. SEAS juga menawarkan sistem yang lebih spesifik yang disebut MIRS.

MIRS adalah sistem portabel yang digunakan untuk mendapatkan complete signature dari sebuah kapal yang dapat digunakan untuk mengumpulkan signature intelligence information (SIGINT) dan untuk memverifikasi tingkat signature kapal sendiri secara real-time.

Tak percuma datang dari Spanyol, SEAS dikabarkan telah menandatangani perjanjian penelitian, pengembangan dan produksi ranjau laut bersama BUMN PT Dahana dan PT Adventura Prokreasi. Penandatanganan yang dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Dahana Wildan Widarman, Commercial and Business Development Director SAES Adolfo Hernandez Solano dan Direktur Utama PT Adventura Prokreasi Hendra Widjaya, disaksikan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di Indo Defence 2022 Expo & Forum, 2 November 2022.

General Manager Divisi Migas PT Dahana, Yusep Nugraha menuturkan, kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan dan memproduksi Indigenous Naval Mine (INM) oleh PT Dahana dengan dukungan teknis dari SAES dan Adventura. “Dahana dan SAES akan mengembangkan dan memproduksi bersama ranjau laut untuk mendukung pengadaan di Kementerian Pertahanan dan TNI AL,” ujar Yusep Nugraha.

Baca juga: Hancurkan Kapal Selam Lawan, NC-212 200 Puspenerbal Lepaskan Ranjau Laut “RDLP”

Yusep menambahkan, pengembangan dan pengadaan ranjau laut sangat diperlukan, mengingat Indonesia merupakan negara yang luas wilayahnya didominasi oleh lautan. Selain itu, kerjasama ini merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam mewujudkan kemandirian alutsista. (Gilang Perdana)

6 Comments