Terdesak pada kondisi untuk harus siap untuk berperang dengan Korea Utara, mendorong Korea Selatan mengembangkan beragam alutsista secara progresif. Di antara yang tidak bisa dilupakan adalah kemampuan Korea Selatan dalam menghadapi peperangan bawah air, yang lebih spesifik pada pengembangan sistem deteksi ranjau bawah air. (more…)
Menjelang penggelaran Main Battle Tank M1A1 Abrams secara penuh oleh Ukraina, maka Amerika Serikat juga ikut meyertakan ransus (kendaraan khusus) lapis baja penembus/penghancur medan ranjau. Ransus yang dimaksud adalah M1150 Assault Breacher Vehicle (ABV) yang dibangun dari sasis MBT Abrams. Pengerahan M1150 ABV menjadi krusial mengingat tidak sedikit ranpur lapis baja Ukraina yang rontok akibat ledakan ranjau darat. (more…)
Selain akibat serangan drone kamikaze, artileri dan senjata anti tank, ancaman besar bagi ranpur (kendaraan tempur) di medan konflik berasal dari ranjau darat yang tersebar di beberapa titik yang tidak diduga. Dan bicara ranjau darat, maka Rusia terbilang sukses menggelar sistem ranjau selama konflik dengan Ukraina. (more…)
Kilas balik ke bulan Januari lalu, saat itu diberitakan bahwa Australia mencangkan penyebaran ranjau laut pintar (smart sea mines) untuk melindungi teritorial lautnya. Dan setelah tujuh bulan berlalu, kabar terbaru datang dari Canberra yang menyebut telah menunjuk RWM Italia, anak perusahaan Rheinmetall untuk memasok ranjau pintar yang dimaksud. Sebelumnya memang ada dua pilihan negara pemasok untuk ranjau laut pintar, yakni Italia dan Spanyol. (more…)
Ukraina punya pengalaman buruk terkait ranjau darat, seperti beberapa waktu lalu puluhan ranpur lapis baja, termasuk Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley, menjadi korban jebakan di ladang ranjau dalam seragan balik yang tadinya dilancarkan ke garis pertahanan pasukan Rusia. Belajar dari pengalaman pahit, kini pasukan Ukraina akan mendeteksi keberadaan ranjau darat lewat drone. (more…)
Kemampuan Rusia dalam menahan serangan balik kavaleri Ukraina, salah satunya berkat penggelaran ranjau anti tank secara efektif. Melihat kesuksesan Rusia tersebut, rupanya mendorong Polandia untuk mempersiapkan skema penggelaran ranjau darat bila suatu waktu diperlukan. Wujudnya dengan akuisisi BAOBAB-K truck-mounted mine-laying system – sistem peluncur/peletakan ranjau darat. (more…)
Rontoknya beberapa ranpur lapis baja Ukraina di ladang ranjau menjadi treding topik, pasalnya alutsista yang rontok adalah Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A6 dari Jerman dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley dari Amerika Serikat. Tidak itu saja, kelompok ranpur yang ikut rontok ada nama BMR-2. Ranpur ini terbilang unik, meski tampilannya laksana tank, BMR-2 adalah kendaraan yang punya spesialisasi dalam misi pembersihan ranjau – mine clearing vehicle. (more…)
Dalam upaya serangan balik secara besar-besaran, militer Ukraina paham betul bahwa gerakan kavaleri akan mendapat tantangan berat, selain harus menghadapi serangan dari senjata anti tank Rusia, kavaleri Ukraina juga harus melintasi medan ranjau (darat). Nah, terkait medan ranjau, rupanya belum lama ini ranjau telah menimbulkan kerugian besar bagi pihak Ukraina. (more…)
Terbilang salah satu alutsista berusia tua, debut kapal penyapu ranjau Kondor class buatan Jerman Timur, selama ini lebih dominan dalam melaksanakan tugas patroli. Namun, belum lama ada kabar yang menarik untuk dicermati, salah satu Kondor class, yakni KRI Pulau Raas 722 diwartakan melakukan latihan anti kapal selam, dengan dukungan sonar yang dimilikinya, KRI Pulau Raas 722 dalam simulasi berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam lawan. (more…)
Keparnoan (ketakutan) Australia kepada Cina tak kunjung surut, setelah membentuk pakta pertahanan bersama Amerika Serikat dan Inggris dalam AUKUS, Negeri Kanguru diketahui telah memproyeksikan akuisisi beragam alutsista strategis bernilai jumbo, mulai dari kapal selam bertenaga nuklir, rudal anti kapal jarak jauh, sampai yang terakhir sistem senjata berbasis laser penangkis serangan rudal hipersonik. (more…)