Menghadirkan wahana ramah lingkungan rupanya bukan hanya menjadi pakem di lingkup dunia sipil. Meski pelan namum pasti, rintisan alutsista yang ramah lingkungan mulai dikembangkan. Seperti di pameran militer yang tengah berlangsung di Istanbul, Turki – International Defence Industry Fair (IDEF) 2019, Otokar, manufaktur otomotif asal Turki meluncurkan apa yang disebut sebagai Akrep II (Scorpion). (more…)
Desain dan lekuknya boleh dikata bak pinang dibelah dua dengan ranpur BTR-80 buatan Rusia, namun ini adalah BTR-3, yang asli buatan Ukraina dengan mesin besutan Jerman, serta usia yang masih terbilang baru, lantaran baru masuk fase produksi pada tahun 2001. Mengikuti garis keturunan BTR-80 yang terkenal laris, BTR-3 dalam beberapa varian juga sukses di ekspor ke 10 negara. Dan pada 15 April 2019, Kiev Armoured Plant, anak perusahaan Ukroboronprom mengumumkan varian terbaru BTR-3 yang diberi label BTR-3KS. (more…)
Tanggal 12 April 2019 menjadi momen penting bagi pengadaan alutsista nasional, selain ada penandatanganan kontrak pembelian tiga kapal selam, helikopter, dan beragam jenis munisi, dari segmen ranpur (kendaraan tempur) juga ada kabar yang menggembirakan, pasalnya PT Pindad meriah order untuk pengadaan medium tank Harimau dan panser Cobra 8×8. (more…)
Tanpa banyak gonjang ganjing pengadaan alutsista, Myanmar beberapa waktu lalu berhasil membetot perhatian jagad industri pertahanan internasional, pasalnya sebagai negara yang industri pertahanannya kurang diperhitungkan, justru meraih momen besar. Yaitu dengan pembangunan fasilitas pabrik perakitan ranpur lapis baja, persisnya berwujud join venture bersama Ukraina. (more…)
Ada kesamaan cita rasa antara Indonesia, Filipina dan Thailand, dimana ketiga negara ASEAN ini sepertinya masih akan cukup lama mengoperasikan ranpur lapis baja (panser) Cadilage Cage V-150. Padahal di ketiga negara, usia pengabdian panser 4×4 ini sudah tak muda lagi, kebanyakan merupakan pengadaan pada pertengahan dekade 70-an. Wujud kecintaan pada V-150 umumnya terlihat dari proyek repowering dan upgrade terbatas. Khusus AU Singapura kini masih mengoperasikan V-150 terbatas sebagai platform peluncur rudal MANPADS RBS-70. (more…)
Nama panser VAB (Véhicule de l’Avant Blindé) 6×6 terbilang kondang di seantero dunia, termasuk di Indonesia, panser buatan Renault Truck Defence ini menjadi basis awal terciptanya panser Anoa 6×6 produksi PT Pindad. Meski Indonesia tak lagi mengakuisisi varian terbarunya, VAB MK3, namun debut panser yang sudah 40 tahun combat proven ini masih menarik untuk diikuti, seperti pada IDEX2019 yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, VAB MK3 dirilis dalam varian Infantry Fighting Vehicle (IFV). (more…)
China North Industries Group Corporation atau yang akrab dikenal dengan sebutan Norinco, sudah kondang dikenal sebagai pemasok alutsista papan atas, tidak hanya di luar negeri, produk lansiran Norinco cukup banyak dari jenis dan kuantitas pada arsenal persenjataan TNI. Meski Norinco tak memasok ranpur lapis baja (panser) berpenggerak 8×8 di Indonesia, namun manufaktur dari Negeri Tirai Bambu ini punya produk panser 8×8, yang boleh dikata setanding dengan panser jenis Pandur II, AV8 Gempita atau AV81 Terrex. (more…)
Indonesia dalam beberapa tahun belakangan serasa menjadi surganya rantis lapis baja, pasalnya begitu beragam jenis rantis lapis baja (APC) yang dioperasikan oleh kesatuan TNI dan Polri. Dan setelah beberapa nama telah diulas di artikel terdahulu, kini ada nama baru yang terbilang masih asing, sosok rantis besutan Isotrex ini adalah Phantom 2. (more…)
Di ajang Indo Defence 2018 yang digelar 7 – 10 November lalu, sejatinya bukan hanya prototipe medium tank PT Pindad dan FNSS yang diberi livery bendera Indonesia dan Turki, ada sosok ranpur 4×4 di booth indoor yang juga tampil dengan identitas dua bendera tersebut. Yang dimaksud adalah Ejder Yalcin 4X4 buatan Nurol Makina, manufaktur peralatan militer asal Turki. (more…)
Nama Czechoslovak Group (CSG Ceko) santer disebut dalam Indo Defence 2018 bulan November lalu, persisnya setelah perusahaan konglomerasi pertahanan asal Ceko ini menanamkan investasi sebesar 100 juta dolar AS (setara Rp 1,49 triliun) untuk membangun industri pertahanan di Indonesia. Dan dibalik berita tersebut, Excalibur Army yang merupakan anak perusahaan CSG Ceko, membawa sesuatu yang baru diperlihatkan di Indonesia. (more…)