Norinco VN1 8×8: Petarung Amfibi dari Negeri Tirai Bambu

China North Industries Group Corporation atau yang akrab dikenal dengan sebutan Norinco, sudah kondang dikenal sebagai pemasok alutsista papan atas, tidak hanya di luar negeri, produk lansiran Norinco cukup banyak dari jenis dan kuantitas pada arsenal persenjataan TNI. Meski Norinco tak memasok ranpur lapis baja (panser) berpenggerak 8×8 di Indonesia, namun manufaktur dari Negeri Tirai Bambu ini punya produk panser 8×8, yang boleh dikata setanding dengan panser jenis Pandur II, AV8 Gempita atau AV81 Terrex.

Baca juga: Norinco WMZ-551 – Ranpur APC Tontaipur Kostrad dari Negeri Tirai Bambu

Yang dimaksud adalah ZBD-09 (VN1), ranpur 8×8 ini hadir dalam multi varian, dengan varian IFV (Infantry Fighting Vehicle) sebagai andalannya. Di luar Cina, Norinco telah sukses memasarkan VN1 ke Argentina, Venezuela, dan Thailand. Yang disebut terakhir menarik perhatian, lantaran Negeri Gajah Putih ini sampai dua kali melakukan order untuk Royal Thai Army. Yang pertama berupa order 34 unit VN1 dalam beberapa varian berikut munisi, dan order kedua bulan Januari 2019 untuk 41 unit VN1.

Order kedua senilai US$72 juta untuk varian IFV dengan kanon kaliber 30 mm, varian ambulance, varian berpeluncur mortir, varian recovery vehicle, dan varian maintenance vehicle. Di Venezuela, VN1 difungsikan untuk mendukung pasukan Marinir, dan terbukti mampu melakukan pendaratan amfibi dari laut ke bibir pantai.

Yang menarik perhatian adalah seperti apakah sosok VN1? Ranpur ini dirancang untuk mampu disematkan berbagai sistem senjata, selain varian IFV dengan kanon 30 mm, VN1 juga dapat dipersiapkan dalam varian meriam 105 mm dan Howitzer 122 mm. Konfigurasi VN1 mirip dengan ranpur 8×8 buatan Eropa/NATO, seperti mesin berada di bagian depan kanan, dan posisi pengemudi di bagian kiri.

Lapisan baja VN1 disebut dapat menahan terjangan proyektil Armour-Piercing Incendiary (API) 12,7 mm dari jarak 100 meter, atau dengan add on armour, dapat menahan terjangan proyektil 25 mm dari jarak 1.000 meter. Pada varian APC, komposisi awaknya terdiri dari pengemudi dan komandan, sementara di bagian kompartemen belakang dapat dimuati 11 pasukan infanteri. Akses keluar masuk pasukan mengandalkan pintu utama di bagian belakang, dan ada dua palka (hatch) juga pada bagian belakang.

Aksi Marinir Venezuela dengan VN1

Dapur pacu VN1 mengandalkan mesin diesel DEUTZ BF-6M 1015CP bertenaga 330kW. Mesin dengan pendingin air ini menggunakan transmisi otomatis. Mekanisme kendali kemudi mengadopsi hidrolik booster serta sistem rem sirkuit pneumatik ganda untuk kinerja pengereman yang lebih andal. VN1 dapat melesat di jalan raya dengan kecepatan 100 km per jam, sementara dengan bahan bakar penuh, jarak jelajahnya mencapai 800 km.

Norinco VN1 dilengkapi dua unit propeller pada bagian belakang, alhasil VN1 dapat berenang tanpa persiapan khusus. Kecepatan berenang di air adalah 8 km per jam. Sebagai kendaraan tempur roda ban, VN1 sudah menggunakan central tire inflation system. Untuk keamanan awak, Norinco telah menghadirkan automatic fire extinguishing system. Bahkan proteksi anti bahaya nubika dapat dipasang sebagai opsi tambahan.

Baca juga: Pandur II 8×8 FSV – Tawarkan Fire Power Maksimal Untuk Kavaleri TNI AD

Secara keseluruhan, bobot VN1 varian standar adalah 20 ton. Ranpur ini punya panjang 8 meter, lebar 3,02 meter dan tinggi 3,3 meter dengan kubah kanon 30 mm. Konfigurasi persenjataan paling favorit yakni sebagai IFV, selain bekal kanon 30 mm, pada kubah juga disertakan senapan mesin coaxial 7,62 mm, pelontar granat 40 mm dan rudal anti tank Red Arrow 73D.

Dirunut dari pemunculannya, Norinco VN1 diperkenalkan pertama kali pada tahun 2008, dan debut pemunculan internasionalnya resmi dirilis saat IDEX (International Defense Exhibition) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada tahun 2009. (Bayu Pamungkas)

10 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *