
Tak meraih lisensi atau peluang kerja sama atas produk alutsista Barat, bukanlah akhir dari segalanya, di tangan desainer dan insinyur yang ‘cemerlang’, Cina membuat kejutan dengan menampilkan sosok kendaraan tempur (ranpur) lapis baja roda ban, yang bentuknya mirip dengan ranpur rancangan Jerman, Rheinmetall Boxer 8×8. (more…)

Digunakan secara aktif oleh unit infanteri ringan dan unit reaksi cepat (Quick Reaction Force/QRF) dalam konflik di perbatasan dengan Kamboja, Angkatan Darat Thailand (RTA) belum lama ini memutuskan program upgrade besar-besaran untuk ranpur Styrker 8×8, berupa pemasangan advanced Battle Management System (BMS) dari Leonardo DRS, yang mengubah Styrker menjadi platform tempur digital yang terhubung dalam jaringan. (more…)

Setelah diperkenalkan pada Pameran Dirgantara Internasional (ILA) 2024 di Berlin, kini pengembangan rudal anti drone yang disebut Small Anti Drone Missile (SADM) telah memasuki babak baru, setelah pada 8 November 2025, Parlemen Jerman (Bundestag) memberikan persetujuan untuk proyek SADM dengan estimasi anggaran sekitar €490 juta (US$565 juta). (more…)

Banyak yang mengira bahwa ranpur (kendaraan tempur) amfibi milik Korps Marinir ini tidak akan kembali lagi ke Indonesia, maklum penugasan ranpur APC beroda ban 8×8 ini begitu lama di wilayah operasi. Namun, ada kabar baik bagi Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) yang pada tanggal 10 November 2025, telah menerima kembali 12 unit BTR-80A setelah 16 tahun dioperasikan dalam mendukung misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). (more…)

Pernah dipamerkan di Indo Defence 2022, ada kabar dari Negeri Jiran, bahwa rantis (kendaraan taktis) lapis baja Tarantula HMAV (High Mobility Armoured Vehicle) 4×4 produksi lokal, telah mendapatkan kontrak pengadaan dari Kementerian Pertahanan Malaysia, berupa 136 unit Tarantula HMAV 4×4 akan diproduksi untuk kebutuhan Angkatan Darat Malaysia, dengan jadwal pengiriman perdana mulai tahun 2027. (more…)

Setelah menghentikan program pengembangan Fire Support Vehicle (FSV) dengan meriam 105 milimeter, CM-32 Clouded Leopard D2 8×8, rupanya Taiwan Armaments Bureau tidak benar-benar menghapus pengembangan ranpur FSV beroda ban 8×8. Pada tanggal 14 Agustus lalu, Armaments Bureau memperkenalkan prototipe “Cheetah” D3 yang mengusung meriam kaliber 105 mm. (more…)

Melaju di malam hari menyusuri jalanan kota Beijing yang tak pernah sepi, kelompok kendaraan misterius menjadi pergunjingan lokal, namun karena diduga terkait dengan ranpur (kendaraan tempur), maka berita ini kemudian menjadi viral dimana-mana, maklum setiap pencapaian alutsista Cina memang menarik untuk dicermati. (more…)

Ranpur (kendaraan tempur) asal Uni Emirat Arab (UEA) ini belum lama diulas, yakni pada bulan April lalu. Namun, Rabdan 8×8 kembali menarik dikupas kembali, setelah untuk pertama kalinya Rabdan 8×8 diboyong ke Indonesia untuk meramaikan pameran pertahanan Indo Defence 2024 (11 – 14 Juni 2025) di Jakarta International Expo, Kemayoran. (more…)

Meski profil ranpur amfibi ini sudah pernah kami ulas pada artikel terdahulu, namun membahas kembali Armored Wheeled Amphibious Vehicle (AWAV) 8×8 rasanya masih menarik, terlebih untuk pertama kalinya AWAV 8×8 dengan tongkrongan yang besar dan sangar, ikut dipamerkan dalam demo statis di Indo Defence 2024 (11-14 Juni 2025). Apakah akan AWAV akan ditawarkan ke Indonesia? (more…)

Berbeda dengan yang ditampilkan pada Indo Defence 2022, yang kala itu PT Pindad menampilkan ranpur APC Anoa 3 dari platform VAB MK3 6×6 buatan Arquus (Perancis), maka di Indo Defence 2024 (11-14 Juni 2025), PT Pindad telah menghadirkan prototipe Anoa 3 APC 6×6 dari desain sendiri, yang melanjutkan legacy desain ranpur Anoa 2 6×6. (more…)