Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Di IDEX 2019, VAB 6×6 Diperkenalkan dalam Varian IFV ‘Berjaket’ Anti RPG

Nama panser VAB (Véhicule de l’Avant Blindé) 6×6 terbilang kondang di seantero dunia, termasuk di Indonesia, panser buatan Renault Truck Defence ini menjadi basis awal terciptanya panser Anoa 6×6 produksi PT Pindad. Meski Indonesia tak lagi mengakuisisi varian terbarunya, VAB MK3, namun debut panser yang sudah 40 tahun combat proven ini masih menarik untuk diikuti, seperti pada IDEX2019 yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, VAB MK3 dirilis dalam varian Infantry Fighting Vehicle (IFV).

Baca juga: VAB 4×4 – Kisah Panser Perisai Ibu Kota

Meski ciri khas desain VAB (lama) tak ditinggalkan, tapi ada yang menarik pada tampilkan VAB MK3, dimana VAB MK3 sudah mengusung konsep modular. Kini masih ditangan perusahaan asal Perancis, Arquus, kampanye pemasaran dan inovasi VAB MK3 terus berlanjut. Dapur pacu panser disokong mesin diesel MD7 berkekuatan 370 HP dengan transmisi otomatis, terdiri dari 6 gigi maju dan 1 gigi mundur. Kecepatan maksimum bisa dikebut sampai 105 km per jam. Tradisi amfibi masih diteruskan dari generasi VAB MK2, dimana pada bagian belakang panser terdapat water jet propeller.

VAB MK3 disebut punya bobot sampai 20 ton, sebagai perbandingan bobot VAB lama hanya 13 ton. Melonjaknya bobot panser lantaran diadopsi material lapis baja ekstra untuk melindungi awak dan pasukan. Persisnya lapisan baja VAB MK3 mengadopsi Level 4 STANAG 4569. Agar sesuai dengan medan penugasan yang dominan pada perang urban, terutama dalam menghadapi efek ledakan IED, VAB MK3 telah dipersiapkan sebagai ranpur dengan standar MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected). Proteksi anti bahaya nubika juga telah dipersiapkan, dan untuk menunjang mobilitas tersedia central tyre inflation system.

MK3 tak melulu menawarkan bentuk proteksi bagi awak, jeroan VAB MK3 sudah sarat dengan perangkat elektonik canggih, sebut saja ada BATTLENET SELECT, berupa konsol tablet 12 inchi untuk komandan ranpur, 4 parimeter camera, 1 video encoder, 1 ethernet gateway dan 1 GPS antenna. Dengan solusi di atas, VAB MK3 sudah siap dalam skema Battlefield Management System.

Secara umum, VAB MK3 ditawarkan dalam varian troop transport, law enforcement, fire support vehicle, mortar carrier, command post, ambulance, dan infantry fighting vehicle. Varian yang disebut terakhir, IFV ditawarkan dalam adopsi beberapa tipe kanon kaliber medium 20 – 30 mm – TRT-25/30, CMI CPWS 20-25 dan Nexter ARX-25.

Pada IDEX2019, VAB MK3 tampil dengan warna khas gurun, ditambah ada bekal perisai anti serangan RPG di sekujur bodinya. Yang menarik, VAB MK3 IFV mengusung kubah kanon CMI CPWS, yakni kubah kanon yang serupa dipasang pada ranpur Komodo 4×4 saat Indo Defence 2018. Dengan pilihan kanon 25 – 30 mm, jarak tembak yang dapat dicapai bisa mencapai 2.000 meter. Dalam kubah dapat membawa 150 munisi.

Baca juga: Indo Defence 2018 – Pindad Komodo 4×4 Tampil dengan Kubah Kanon CPWS 25-30mm

Secara umum, VAB MK3 punya panjang 6,7 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,2 meter. Dengan bahan bakar penuh, pada kecepatan 60 km per jam ranpur ini bisa menjelajah sampai 800 km. Sayangnya walau disana sini ada peningkatan kemampuan, pamor pemasaran VAB MK3 belum bisa sukses seperti pendahulunya, dimana sampai saat ini belum ada negara yang mengoperasikan VAB MK3. Sebagai perbandingan VAB lama (varian 4×4 dan 6×6) sudah diproduksi lebih dari 5.000 unit. (Bayu Pamungkas)

9 Comments