Ekspos seputar rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) Mistral terbilang sudah banyak, lantaran rudal ini tak hanya digunakan oleh Arhanud TNI AD, melainkan juga diadopsi oleh frigat dan korvet TNI AL sebagai elemen SHORAD (Short Range Air Defence). Namun, biacara tentang rudal Mistral berpeluncur Atlas pada Arhanud TNI AD, maka tak bisa dilepaskan dari kendaraan peluncurnya, yakni rantis Komodo 4×4 Missile Launcher produksi PT Pindad. (more…)
Lama tak terdengar kabarnya, ditambah beragam program pengadaan alutsista baru, beberapa orang mengira kendaraaan tempur produksi dalam negeri ini sudah tak lagi dioperasikan. Namun update dari situs kostrad.mil.id (20/9/2018), menjelaskan ranpur yang disebut sebagai APR-1V1 buatan PT Pindad ini masih terus digunakan sampai saat ini. (more…)
Bagi pemuda jaman now mungkin kurang akrab dengan rantis lapis baja yang bernama Tactica. Di masa lalu, rantis yang menjadi andalan Korps Brimob pada dekade 90 dan 2000-an ini begitu tinggi pamornya, terlebih pada periode 1995 sampai puncak reformasi 1998, banyak penanganan aksi massa yang mengharuskan kehadiran sosok rantis asal Inggris ini. Kondangnya nama Tactica bisa disandingkan dengan panser keluaran terbaru (saat itu) VAB 4×4 milik YonKav 7 Sersus Kodam Jaya. (more…)
Sumbu yang tidak terlalu lebar dan tongkrongan body yang terbilang tinggi pernah diduga akan menyebabkan panser Tarantula 6×6 rawan terbalik. Meski anggapan tadi belum tentu benar adanya, namun satu unit panser Tarantula (Black Fox) dengan nomer 3268-XVI dari Detasemaen Kavaleri V Kodam Pattimura mengalami musibah terbalik pada Selasa, 7 Agustus 2018. (more…)
Tidak diketahui persis kapan dan dimana kejadian pada foto di atas, namun foto yang sempat viral di media sosial tersebut langsung mengingatkan kita pada salah satu varian panser Pindad Anoa 6×6, yang tak lain adalah Anoa 6×6 Ambulance. Jenis ransus (kendaraan khusus) lapis baja yang dirancang untuk mengatasi keadaan darurat atau situasi tidak terduga dalam suatu operasi. Anoa 6×6 Ambulance yang melengkapi arsenal Batalyon Infanteri Mekanis dan Kompi Kavaleri (Kikav) TNI AD menjadi generasi terbaru ransus lapis baja ambulans di TNI AD. (more…)
Saat mendengar seputar kemandirian industri alutsista, tentu ada rasa bangga dalam benak hati. Diantara bentuk kemandirian tersebut tercermin pada teknologi Battlefield Management System (BMS) yang dirilis perusahaan swasta nasional asal Bandung, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE). Bila di tahun 2015 serangkaian prototipe BMS baru diuji coba dan diperlihatkan ke media, maka kini ratusan ranpur lapis baja kavaleri TNI AD sudah mengadopsi teknologi BMS produksi dalam negeri. (more…)
Siapa yang tak kenal dengan Cadilage Cage V-150 Commando, panser 4×4 ini begitu melekat sebagai arsenal Batalyon Kavaleri 7 Pragosa Satya Kodam Jaya. Debutnya pun kondang sebagai ranpur yang merekatkan cita rasa antara Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina sebagai penggunanya. Didatangkan pada pertengahan 1970-an lewat proyek Giling Wesi, jelas usia V-150 kini tak muda lagi. TNI AD lewat Direktorat Peralatan Bengkel Pusat Peralatan (Ditpalad) pun telah melakukan serangkaian retrofit. (more…)
Sebagian dari netizen di Tanah Air mungkin telah mengenal AV8 Gempita 8×8 sebagai panser IFV (Infantry Fighting Vehicle) tercanggih kedua di Asia Tenggara. Panser produksi FNSS Savunma Sistemleri, Turki, yang lisensi produksinya telah didapatkan Malaysia, memang utamanya dipersenjatai kanon M242 Bushmaster kaliber 25 mm. Namun ada kabar belum lama ini bahwa panser dengan kubah Sharpshooter ini telah ditambahkan persenjataannya dengan rudal anti tank ZT35 Ingwe buatan Denel Dynamics, Arfika Selatan. (more…)
Self Propelled Howitzer (SPH) alias Howitzer Swagerak sudah bukan barang baru buat TNI, tapi lain cerita dengan SPH berkemampuan amfibi, karena faktanya belum ada di lini persenjataan TNI AD dan TNI AL. Korps Marinir beberapa waktu lalu pernah dikabarkan tertarik dengan 2S31 Vena Self Propelled Mortar buatan Rusia, tapi toh sampai saat ini belum ada kejelasannya lebih lanjut. (more…)
Jika dibanding mengemudikan tank, maka mengendalikan laju panser terlihat lebih mudah. Pandangan awam ini tentu sah-sah saja, mengingat kemudi (stir) panser terlihat laksana truk atau bus konvensional. Tapi jangan salah, mengemudi kendaraan tempur (ranpur) lapis baja bukan perkara mudah, selain bekal SIM B2 khusus untuk membawa panser, dibutuhkan orientasi penuh agar seorang driver panser dapat terbiasa mengemudi dari kompartemen panser yang serba sempit dan posisi duduk yang terbatas. (more…)