Natuna MemanasKlik di Atas

Battlefield Management System CY-16H: Telah Terpasang di 120 Panser Anoa, MBT Leopard dan IFV Marder

Konsol BMS pada ranpur Anoa 6×6.

Saat mendengar seputar kemandirian industri alutsista, tentu ada rasa bangga dalam benak hati. Diantara bentuk kemandirian tersebut tercermin pada teknologi Battlefield Management System (BMS) yang dirilis perusahaan swasta nasional asal Bandung, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE). Bila di tahun 2015 serangkaian prototipe BMS baru diuji coba dan diperlihatkan ke media, maka kini ratusan ranpur lapis baja kavaleri TNI AD sudah mengadopsi teknologi BMS produksi dalam negeri.

Baca juga: Cegah Friendly Fire, Kavaleri TNI AD Adopsi Battlefield Management System Produksi Dalam Negeri

“Lebih dari 120 unit panser Anoa 6×6, MBT Leopard 2A4 dan IFV Marder 1A3 sudah berhasil dipasangkan sistem dan perangkat BMS,” ujar Adi Nugroho, direktur PT Hariff DTE kepada Indomiliter.com. Lebih lanjut, panser Anoa 6×6 yang telah dipasangkan BMS berasal dari tiga Batalyon Infanteri Mekanis Kodam Jaya, sementara pemasangan pada MBT Leopard dan Marder untuk Batalyon Kavaleri 1 dan Batalyon Kavaleri 8 Kostrad TNI AD.

Setelah meraih sertifikasi dari Dislitbangad, sistem BMS produksi PT Hariff DTE kemudian diberi nama oleh KSAD sebagai BMS CY-16H, CY adalah singkatan dari Cahati Yudha yang berarti pengatur pertempuran.

BMS mencakup sistem command and control system yang terintegrasi ke dalam pos komando dan kendali taktis di lapangan. Dalam memenuhi kebutuhan komunikasi di satuan kavaleri TNI AD, BMS CY-16H dapat menghindari terjadinya friendly fire. Para komandan tank dan juru tembak (gunner) dapat mengetahui posisi keberadaan di suatu medan tempur. Wujudnya di visualkan pada layar yang disematkan pada konsol tablet.

Dengan demikian, di tengah adrenalin tinggi pada peperangan, masing-masing unit dapat mengetahui keberadaan kawan di tengah gencarnya desingan tembakan lawan. Peran BMS tambah terasa maksimal saat perang di malam hari, dengan minimnya cahaya maka disorientasi kerap melanda prajurit.

BMS CY-16H merupakan produk ICCS (Integrated Command & Control System) yang dapat menjembatani dan mengamankan komunikasi diseluruh hierarki yang ada di TNI-AD, mulai dari pos komando hingga pasukan. Dengan BMS, komando juga dapat memantau posisi dan kondisi pasukan yang ada di medan perang. Layaknya smartphone, selain dapat mengkomunikasikan suara, BMS juga dapat mengkomunikasikan data-data yang ada di lapangan dengan kecepatan yang tinggi.

BMS CY-16H saat ini mendukung pergerakan satuan kompi kavaleri, sebagai informasi satu kompi kavaleri terdiri dari 13 unit ranpur. Kedepan rencananya, BMS juga akan diterapkan pada satuan infanteri.

Bukan perkara mudah untuk implementasi BMS pada ranpur, tim teknis PT Hariff DTE menyebut bahwa beragamnya jenis ranpur merupakan tantangan tersendiri, seperti perbedaan sistem kelistrikan, suspensi dan sensor senjata merupakan tantangan yang harus dipecahkan.

Baca juga: Network Centric Warfare – Kemampuan Yang Selayaknya Hadir di Jet Tempur Terbaru TNI AU

Atas performa dan prestasinya, PT Hariff DTE meraih Penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) yang digelar oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada 24 Juli 2018. Produk BMS CY-16 H menyisihkan 16 finalis lainnya yang berasal dari berbagai bidang teknologi karena dianggap memiliki banyak kelebihan dalam segi fitur, disamping itu BMS CY-16H merupakan produk murni karya anak bangsa, dibuktikan dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi. (Haryo Adjie)

6 Comments