Pindad Komodo 4×4 Missile Launcher: Lebih Dekat dengan Sang Pembawa Mistral Atlas

Ekspos seputar rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) Mistral terbilang sudah banyak, lantaran rudal ini tak hanya digunakan oleh Arhanud TNI AD, melainkan juga diadopsi oleh frigat dan korvet TNI AL sebagai elemen SHORAD (Short Range Air Defence). Namun, biacara tentang rudal Mistral berpeluncur Atlas pada Arhanud TNI AD, maka tak bisa dilepaskan dari kendaraan peluncurnya, yakni rantis Komodo 4×4 Missile Launcher produksi PT Pindad.

Baca juga: Amankan Asian Games 2018, Tiga Satbak Rudal Mistral dan Satu MCP Lindungi Kawasan GBK

Khusus tentang Komodo 4×4 Missile Launcher, jelas mempunyai konfigurasi yang sedikit berbeda dari varian Komodo 4×4 lainnya, yang Nampak jelas pada bagian belakang terdapat area firing unit, untuk penempatan dudukan ‘monopod’ sistem peluncur Atlas. Meski dudukan peluncur dapat dilepas pasang, namun peluncur rudal ini bersifat tetap, alias saat melaju pun platform peluncur tak bisa dilipat.

Di sekeliling area launcher, terdapat tiga plat lipat yang dapat dibuka pada saat unit satbak siap melaksanakan penembakkan. Tepat di bagian bawah area launcher, terdapat ruang penyimpanan untuk empat rudal Mistral cadangan. Sementara bagian kompartemen, dimuati oleh empat awak, termasuk sopir.

Yang unik dari Komodo 4×4 Missile Launcher adalah cara menaiki ranpur ini. Ya, untuk dapat naik ke atas deck launcher tak bisa dilakukan sembarangan. Dengan tinggi kendaraan yang mencapai 2,4 meter, tentu harus diperhatikan langkah untuk dapat sampai ke deck tanpa harus terjatuh. Persisnya untuk naik ke deck launcher dilakukan dari bumper depan sebelah kanan. Disana sudah tersedia jalur foot step untuk dipanjati melewati atas kap mesin dan kompartemen awak.

Seperti halnya rantis Komodo 4×4 varian Intai, Komodo milik Arhanud juga masuk golongan kendaraan lapis baja. sekujur bodi Komodo sanggup menahan terjangan proyektil 7,62 mm (STANAG III). Sementara untuk lapisan kaca, punya ketebalan 38 mm, dibuat standar dengan mampu menahan proyektil 7,62 mm.

Komodo 4×4 Missile Launcher menggunakan rigid portal axle dengan bushing arm suspension dan coil spring – telescopic shock absorber anti rolling bar. Untuk dapur pacunya menggunakan mesin diesel Renault 4 Turbo Charger Inter Cooler Transmission 4 Stroke Inline; 6 Cylinders; 215 PS pada 2500 rpm. Sistem transmisi rantis ini masih manual.

Kapasitas tangki bahan bakarnya 200 liter. Dan secara teori rantis dapat menjelajah sejauh 450 km. Tentang kecepatan? Di jalan mulus rantis dengan bobot kosong 7,5 ton ini dapat melesat 80 km per jam. Sebaliknya di jalan offroad, kecepatan sekitar 30 km per jam. Saat melahap medan berat, level gradient mencapai 60 persen dan level side slope 30 persen.

Baca juga: Pindad Komodo Intai 4×4 – Reptil Lapis Baja Yonif Mekanis 203/AK Kodam Jaya

Sebagai kelengkapan standar, rantis Komodo dilengkapi winch dengan kemampuan tarik 2 ton. Lainnya ada pioneer set, alat pemadam kebakaran, penyejuk udara, tookit , sampai jaring kamuflase. Dari spesifikasi, Komodo 4×4 Missile Launcher punya panjang 6,2 meter, lebar 2,3 meter dan tinggi 2,4 meter.

Saat ini ada dua kesatuan yang mengoperasikan Komodo 4×4 Missile Launcher, yakni Batalyon Arhanudse 10 Resimen Arhanud-1/Falatehan, Kodam Jaya dan Batalyon Arhanud 2 Kostrad. (Haryo Adjie)

13 Comments