Milkor MGL MK1L: Pelontar Granat Semi Otomatis Andalan Kopaska dan Taifib TNI AL

Prajurit Taifib Korps Marinir TNI AL menyandang Milkor MGL MK1L (sebelah kiri).

Pelontar granat menjadi perlengkapan tempur yang melekat pada gelaran pasukan infanteri TNI. Kemanapun pergerakan unit infanteri, keberadaan pelontar granat tak bisa dikesampingkan karena kemampuannya yang efektif menggebuk sasaran. Dalam unit infanteri reguler, populer digunakan pelontar granat single shot, umumnya terintegrasi dengan senapan serbu, seperti pelontar granat M-203 pada M16, dan SPG-1A pada senapan serbu Pindad SS-1.

Baca juga: M-203 40mm – Pelontar Granat Terpopuler, Andalan Berjuta Infanteri

Selain itu, pelontar granat single shot juga ada yang ditawarkan secara stand alone (terpisah dari senapan serbu), PT Pindad juga pernah memproduksinya dengan label SPG-1. Meski semuanya menggunakan kaliber amunisi yang sama (40 mm), namun model pelontar granat single shot yang terintegrasi dengan senapan serbu adalah yang dominan digunakan, tidak hanya oleh pasukan infanteri TNI, pasukan Brimob Polri pun jamak memakai pelontar granat yang dipasang pada senapan serbu AK-101/102.

Baca juga: AK-101/102 – Senapan Serbu dari Rusia Bercita Rasa NATO, Ikon Brimob di Awal Reformasi

Namun dinamika dalam pertempuran menuntut pelontar granat bisa bereaksi lebih cepat dan mematikan. Bila model single shot terbatas pada model penembakkan satu per satu yang memakan durasi, maka ada pelontar granat mutilple atau Multiple Grenade Launcher (MGL), menyandang nama MGL maka dalam satu senjata dapat dilontarkan granat secara salvo. Persisnya MGL menggunakan pola putaran revolver. Dari beragam tipe MGL yang ada di pasaran, salah satu yang dipakai oleh TNI adalah tipe Milkor MGL MK1L buatan Milkor (Pty) Ltd, manufaktur persenjataan dari Afrika Selatan.

Siapa satuan TNI pengguna MGL? Situs Wikiwand.com menyebut pelontar granat ini telah dipakai Komando Pasukan Katak (Kopaska), lain dari itu dalam sebuah foto terlihat satuan elite Taifib (Intai Amfibi) Korps Marinir TNI AL juga ikut menyandang MGL MK1L.

Baca juga: CZ805 Bren – Senapan Serbu dari Eropa Timur Bercitara Rasa NATO

Persisnya Milkor MGL MK1L yang mengusung konsep semi otomatis mampu menembakkan enam granat dalam alur putaran. Setiap tembakkan dapat dituntaskan prosesnya kurang dari tiga detik. Untuk jarak tembak, Milkor MGL MK1L punya jarak tembak efektif hingga 375 meter. Pelontar granat ini sudah dibekali perangkat bidik Milkor OEG atau Reflex Sight. Selain itu, senjata ini masih memungkinkan dipasangi aksesoris tambahan, pasalnya disamping laras bisa dipasag picatinny rail.

Pasukan elite Malaysia (Paskau) dengan Milkor MGL MK1L.
Pelontar granat ini juga sempat beraksi di film Transformers – “Dark of The Moon.”

Selain Indonesia dan Afrika Selatan, pengguna pelontar granat ini adalah pasukan elite AU Malaysia (Paskau), Bangladesh, Brasil, Kroasia, Denmark, Georgia, India, Pakistan, Filipina, Swedia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Turki, dan Vietnam. Senjata pelontar granat ini secara masif digunakan dalam konflik di Kolombia dan Perang di Suriah. (Haryo Adjie)

Spesifikasi Milkor MGL MK1L:
– Caliber & Rounds: 40mm Smokeless rounds (not compatible with Black Powder Rounds)
– Type: Multi-Shot Revolver
– Capacity: 6 Rounds
– Firing Method: Semi-Automatic
– Practical Firing Rate: 6 Rounds in 3 Seconds
– Overall length (Butt extended / retracted): 795mm / 715mm
– Weight (empty): 6.45kg without
– Effective Range: 375 m
– Standard Sight: Milkor OEG or Reflex Sight

9 Comments