Kejar Kontrak US Army, Hanwha Kembangkan Self Propelled Howitzer K9 Thunder Varian Roda Ban

Guna meraih kontrak pada program Mobile Tactical Cannon yang dihelat oleh Angkatan Darat AS (US Army), Hanwha Aerospace (melalui anak perusahaannya, Hanwha Defense USA) kini mengembangkan varian baru self propelled howitzer K9 Thunder.

Baca juga: Dua Korea “Jual Beli” Hujan Artileri, Self Propelled Howitzer K9 Thunder Unjuk Gigi

Bila K9 selama ini hanya dikenal dalam platform rantai (tracked), maka Hanwha Defense USA kini mempersiakan K9 dalam platform roda ban (wheeled), atau disebut K9 Wheeled Howitzer.

Program Mobile Tactical Cannon dicanangkan US Army dengan tujuan memodernisasi armada howitzer M109 Paladin mereka yang sudah tua dengan platform yang lebih bergerak (mobile).

Rencana ini juga menjadi bagian dari upaya Hanwha untuk memperluas pasar K9 Thunder yang selama ini hanya tersedia dalam versi roda rantai (tracked). Versi roda ban ini dikembangkan untuk bersaing dengan sistem artileri serupa dari Eropa, seperti CAESAR atau Archer.

Hanwha K9A2 dan K9A3 – Dua Varian Lanjutan Self Propelled Howitzer K9 Thunder

K9 Wheeled Howitzer menggabungkan turret (kubah) dari K9A2 yang canggih dengan sasis kendaraan roda ban 8×8 (menggunakan truk militer yang truck-agnostic, atau dapat disesuaikan dengan truk yang berbeda).

Senjata utamanya tetap kaliber 155mm/52-kaliber, yang identik dengan kemampuan versi K9A2 roda rantai, yang artinya sistem ini dirancang untuk memiliki urutan penembakan yang sepenuhnya otomatis, memungkinkan laju tembak tinggi (seperti K9A2).

Karena Hanwha merancang K9 Wheeled Howitzer ini dengan mengintegrasikan turret dari K9A2 yang canggih, jumlah personelnya diperkirakan akan sama dengan K9A2, yaitu 3 orang, terdiri dari komandan, pengemudi, dan juru tembak/operator.

Penurunan jumlah personel dari 5 (K9 versi awal) menjadi 3 orang dimungkinkan karena turret K9A2 dilengkapi dengan sistem pemuatan amunisi yang sepenuhnya otomatis (fully automatic loading system). Otomatisasi ini menghilangkan kebutuhan akan kru pengisi amunisi manual, sehingga meningkatkan efisiensi dan laju tembak.

Varian roda ban dikembangkan untuk menawarkan mobilitas yang lebih baik di jalan raya dan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan roda rantai, menjadikannya pesaing langsung di pasar global, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.

Howitzer K9 versi roda ban (wheeled) ini dikembangkan menggunakan sasis truk militer konfigurasi 8×8. Mengenai merek truknya, Hanwha Aerospace merancang howitzer ini agar bersifat “truck-agnostic” (tidak terpaku pada satu merek truk saja). Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, Hanwha telah menunjukkan model yang menggunakan sasis truk dari produsen AS, Mack Defense,

Sejauh ini, Hanwha Aerospace belum memberikan nama resmi yang spesifik (seperti K9A2 atau K9PL) untuk varian howitzer K9 Thunder versi roda ban (wheeled) ini dalam laporan resminya. Perusahaan asal Korea Selatan ini cenderung menyebutnya sebagai “K9 Wheeled Howitzer” atau “Wheeled K9 Variant” di materi promosi, karena ini adalah platform yang sedang dikembangkan untuk memenuhi program akuisisi spesifik, terutama di Amerika Serikat.

Hanwha mengumumkan bahwa prototipe varian roda ban ini sudah dalam tahap produksi, dan uji coba pertama untuk howitzer K9 versi roda ban ini dijadwalkan akan berlangsung pada awal tahun 2026. (Bayu Pamungkas)

Norinco Luncurkan SH16A 8×8 – Self Propelled Howitzer 155mm dengan Turret Tanpa Awak