PTDI Tuntaskan Program Restorasi CN-235 100M A-2305 TNI AU: Siap Beroperasi di Papua

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) hari ini (9/1/2026) melaksanakan serah terima pesawat CN-235 100M dengan tail number A-2305 milik Skadron Udara 27 TNI AU yang telah tuntas menjalankan program restorasi di fasilitas PTDI. Kegiatan seremonial serah terima ini dilaksanakan di Hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI, Bandung.
Program restorasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan PTDI dalam menjaga dan meningkatkan kesiapan operasional alutsista nasional, sekaligus menandai keberhasilan PTDI dalam pemulihan pesawat yang sebelumnya berada dalam kondisi Unserviceable (US).
Program restorasi pesawat CN-235 A-2305 ini meliputi pekerjaan basic inspection (3C-check), perpanjangan usia struktur pesawat, pembaruan sistem avionik, rewiring, pengecatan ulang eksterior, hingga refurbishment interior yang dilaksanakan seluruhnya di fasilitas PTDI.
Mengingat usia pakainya yang sudah mencapai 30 tahun lebih, A-2305 memang sudah memasuki fase di mana membutuhkan overhaul besar atau restorasi menyeluruh (Life Extension Program). Restorasi yang baru saja diselesaikan oleh PTDI pada Januari 2026 ini sangat krusial agar pesawat ini tetap aman (airworthy) dan memiliki sistem avionik modern untuk bisa bertahan setidaknya 10-15 tahun ke depan.


Strategi yang digunakan dalam program ini adalah melakukan mid-life upgrade pada sistem avionik dan kelistrikan, dengan tetap mempertahankan struktur dan sistem utama yang masih layak. Fokus strategi tersebut mencakup konversi digital cockpit baru, pemasangan Flight Management System (FMS) terbaru, peningkatan situational awareness, serta interoperabilitas dengan sistem komunikasi militer.
Program ini merupakan pekerjaan perawatan dan struktur pesawat berkompleksitas tinggi, dengan fokus utama pada peningkatan aspek keselamatan penerbangan dan keandalan pesawat sebelum kembali dioperasikan oleh TNI AU.
”Program restorasi CN-235 100M ini merupakan wujud komitmen PTDI dalam mendukung kesiapan operasional alutsista nasional. Melalui pendekatan mid-life upgrade, PTDI tidak hanya mengaktifkan kembali pesawat yang sebelumnya berstatus Unserviceable, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, keandalan, serta kompatibilitas sistem pesawat dengan kebutuhan operasi TNI AU saat ini,” ujar Dena Hendriana, Direktur Produksi PTDI.
AU Perancis Rayakan 30 Tahun Pengabdian Pesawat Angkut Turboprop CN-235
Mengingat kesiapan alutsista Skadron Udara 27 masih sangat terbatas, sehingga selesainya restorasi pesawat ini diharapkan dapat segera memperkuat jajaran Grup Angkut, khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi dan latihan di wilayah Papua.
Program restorasi pesawat A-2305 ini diarahkan untuk mengaktifkan kembali pesawat sebagai platform angkut taktis yang relevan dengan kebutuhan operasi TNI AU dan kompatibel dengan sistem pertahanan udara modern.
Selain mendukung misi operasi militer, pesawat ini juga diharapkan dapat berperan dalam operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, sejalan dengan setiap kebutuhan nasional. Dalam rangkaian penyelesaian program restorasi, pesawat ini telah memperoleh Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada 6 Januari 2026 dan customer acceptance pada 8 Januari 2026.
Pelaksanaan program ini juga didukung oleh mayoritas SDM muda PTDI, mencerminkan kematangan proses regenerasi engineer nasional, sekaligus mempertegas sinergi berkelanjutan antara Kementerian Pertahanan RI dan PTDI dalam memperkuat kemampuan dan kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Keberhasilan program restorasi pesawat A-2305 ini diharapkan dapat menjadi benchmark bagi pelaksanaan modernisasi teknologi alutsista nasional lainnya melalui peningkatan dan pemeliharaan pesawat di dalam negeri. (Gilang Perdana)



Pergi ke Bavaria, konsultasi PROPELER biar lebih efficient ….syukur 2x di carikan MESIN baru di kelasnya jadi bisa bawa CARGO LEBIH BERAT
HIDUPKAN PUMA 2X …liat tuh bencana Sumatra jumlah heli kita masi kurang….
TOLONG……JANGAN SOK2an berkoar2 BLACKHAWKS ini itu !!!!! YANG ADA DI DEPAN MATA harus kita upgrade……wong kita punya PT DI.
Argentina baru kelar upgrade SEA KINGnya .
USNS Robert E. Peary msh pake SA 330 Puma buat ARIAeL REPLENISHMENTnya….
Ayo jadikan pesawat intelejen seperti punya US SOAR.
Hihihi
Dulu di indomiliter pernah ada yang komentar kalo kita nggak perlu nambah CN-235. Padahal saat itu saya baru saja bilang kita perlu adakan tambahan puluhan CN-235 lagi supaya PTDI ada pekerjaan selama setidaknya 10 tahun.
Sekarang dia lagi merenung kalo ternyata CN-235 juga berperan atas suksesnya US SOAR di salah satu negeri di Amerika Selatan.
Hihihi kompor hihihi.