India Tampilkan CATS Warrior, “Loyal Wingman” untuk Jet Tempur Tejas dan Rafale
|Setelah meraih order jumbo, berupa pemesanan 83 unit jet tempur ringan Tejas, Hindustan Aeronautics Limited (HAL) di ajang Aero India 2021, memperkenalkan full mockup Combat Air Teaming System (CATS) Warrior yang kelak dipersiapkan sebagai drone pendamping bagi Tejas. Langkah ini menjadikan Tejas sebagai jet tempur ringan pertama di dunia yang dipersiapkan untuk menggelar operasi bersama drone.
Seolah menjadi tren di negara-negara maju, air teaming system tengah dikembangkan secara serius, seperti yang cukup gencar diberitakan oleh Boeing Australia yang sudah menguji prototipe Loyal Wingman, drone intai tempur yang digadang dapat berkolaborasi dengan keluarga jet tempur Super Hornet dan pesawat intai P-8A Poseidon.
Dikutip dari FlightGlobal.com (4/2/2021), disebutkan proses desain CATS dimulai pada semester kedua tahun 2018, dan baru secara serius digarap pada akhir 2019 dan awal 2020. Pilot uji HAL Kapten H.V. Thakur (Retd) mengatakan, bahwa desain awal telah selesai.
Ia menambahkan, nantinya CATS akan dikolaborasikan dengan Tejas berkursi ganda (varian latin), dimana awak pada kursi bagian belakang akan dioptimalkan sebagai pengendali yang dilengkapi beragam perangkat control drone. “Pekerjaan yang saat ini dilakukan adalah menentukan persyaratan kokpit dan beban kerja,” kata Thakur.
Sebagai bagian dari konsep CATS, varian Tejas Mk-1A yang akan datang bakal bertindak sebagai ‘Mothership for Air teaming eXploitation’ (MAX) dan akan dimodifikasi dengan perintah tambahan serta antarmuka untuk tujuan ini.
Pihak HAL mengatakan, yang jelas drone ini akan masuk dalam kualifikasi HALE (High Altitude Long Endurance) dan punya kemampuan stealth. Selain dirancang untuk berkolabirasi dengan Tejas, CATS Warrior juga akan dikawinkan dengan sistem pada jet tempur Dassault Rafale. Dengan bobot maksimum saat tinggal landas 1.300 kg, payload yang dapat dibawa CATS Warrior adalah 250 kg.
Loyal Wingman ala India ini kabarnya akan ditenagai mesin jet PTAE-7 yang akan ditingkatkan dengan kontrol FADEC (Full Authority Digital Engine). Mesin PTAE-7 adalah buatan HAL yang sudah dikembangkan pada akhir 1980-an sebagai mesin untuk target drone.
Baca juga: Boeing Loyal Wingman Tuntaskan Uji Taxii, Mantapkan Jadwal Terbang Perdana di Akhir Tahun
Merujuk pada spesifikasi PTAE-7, mesin ini tanpa afterburner dan berukuran kecil, sehingga dipercaya dapat mereduksi deteksi sensor infrared. Punya thrust 3,73 KN, PTAE-7 dapat membawa CATS Warrior sampai kecepatan Mach 0,7 dan jarak jelajah 800 km. (Gilang Perdana)
#wadehel “awak pada kursi bagian belakang akan dioptimalkan sebagai pengendali” kalo situasinya sedang di intercept musuh.baik wingman x tejas harus melakukan prosedur kontra manuver endingnya malah bikin co-pilot auto-‘jackpot’ kecuali tuh wingman masuk mode kamikaze atau return to base.
lebih baik wingman sepenuhnya autonomous berbasis AI
Di forum luar ada komentator blasteran indo jepang yang kepingin kita punya 64 rafale dan 64 super hornet.
Pertanyaan saya lha ngapain musti dua merek untuk spesifikasi yang hampir sama ? Apa supaya dapat ser-seran dari dua pabrikan gitu ?
64 + 64 = 128
Seperti India yang mau akuisisi entah F18,Rafale atau F15 dan mau dibikin di sana, mending langsung 128 unit Rafale saja atau 128 unit Super Hornet saja. Semuanya harus boleh diperlengkapi rudal anti kapal.
Mengapa harus salah satu merek saja?
Supaya bisa :
1. Diproduksi / dirakit di sini
2. memperoleh lisensi produksi komponen pesawat dan bisa jadi mata rantai logistik suku cadang pesawat yang dipilih tersebut.
Ha ha ha, nehi nehi nehi,! India seperti kelimpungan bingung memilih pespur yang akan dipakai, mulai pesawat rusia macam su 30, refale prancis, f 35, f21, akhirnya pilih tejas. Jempolan sih, masih membela industri dalam negeri,
Sebagai rakyat jelata boleh komen bebas, namun pelu juga jalan-jalan, nih ke turki kali aja nemu pesawat yang bagus disana, kabarnya turki sedang bikin gen 5, seperti ambisi india juga, kawin aja teknologinya anjaaiii
Lagi banyak hutang, nambah terus, cuma bisa melongo,..
Tp menhan gak minta wakaf loo
Sementara negri sebesar Eropa ini semuanya masih impor agar dapat uang saku….wkwkwk….masih berkutat d pesawat gen 3…orang udah gen 5 dan 6….dron jg ga miber2…pdahal msh d bawah winglong1…ganti pemerintahan ganti pula kebijakan…gak amanah…cuma mikir bank saku…bukan bangsaku
Sementara di sebuah negara kepulauan masih tengah bersuka cita dengan kelahiran pesawat kitiran berpenumpang tidak lebih dr 20 orang..
Indonesia mungkin nanti juga akan bikin loyal wingman untuk IFX (lol) dengan nama Gatot Kaca (tentative) lol
Cocok itu om, loyal wingman Gatotkaca…otot kawat, tulang besi. Tenaga nasi sambel terasi…