Category: Pesawat Angkut

Antonov An-22 Antei – Punya Payload 80 Ton, Inilah Pesawat Turboprop Terbesar di Dunia

Dalam perspektif kebanyakan orang, predikat pesawat turboprop terbesar saat ini dipegang oleh Airbus A400M Atlas. Beberapa kali hadir di Indonesia, ditambah punya prestasi dalam mendukung operasi bantuan logistik bencana alam, membuat nama A400M lumayan tersohor di Indonesia, ditamhah lagi setelah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia memesan dua unit pesawat dengan kapasitas payload 37 ton ini. Namun, faktanya A400M bukanlah pesawat kargo turboprop terbesar. (more…)

Antonov An-124, Tak Terlepaskan dari Eksistensi Armada Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU

Setelah menjalani perawatan berat (overhaul} selama dua tahun,  dua Sukhoi Su-30Mk, yaitu dengan nomer ekor TS-3001 dan TS-3002 telah tiba kembali kembali ke home base-nya di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar pada 28 Juli 2019. Seperti biasa, jet tempur twin engine kebanggaan Skadron Udara 11 tersebut diterima dalam kondisi ‘dilepas’ beberapa bagiannya, seperti sayap tengah, sayap ekor dan ekor tegaknya. (more…)

Viking Air Umumkan Penjualan 7 Unit Pesawat Amfibi CL-515/415 Series untuk Indonesia

Bukan Beriev Be-200, juga bukan US-2 ShinMaywa, kini sudah ada kepastian bahwa pesawat angkut amfibi multiguna pilihan Indonesia adalah Viking Air CL-515 Water Bomber. Persisnya dari ajang Paris AirShow 2019, Viking Air (d/h Bombardier Aerospace), manufaktur pesawat yang berbasis di British Colombia, Kanada, telah mengumumkan order pembelian tujuh unit pesawat amfibi dari Indonesia. Dari ketujuh unit yang diakuisisi Indonesia, empat unit adalah CL-515 varian First Reponder, dua unit CL-515 varian aerial firefighting, dan satu unit CL-415EAF (Enhanced Aerial Firefighter). (more…)

Lesu di Pasar Intai Maritim, Lockheed Martin Tawarkan Konsep “MPA Retrofit Kit” untuk C-130 Hercules

Lockheed Martin pernah berjaya di pasar pesawat intai maritim jarak jauh, sebut saja ada keluarga P-3 Orion yang namanya sangat legendaris. Namun kini zaman telah berganti, dimana pasar Orion telah digantikan oleh Boeing P-8A Poseidon. Lockheed Martin pun tak tinggal diam, Lockheed sendiri punya lini pesawat angkut berat yang juga dikenal mampu mengemban misi intai maritim jarak jauh, yang tak lain adalah varian C-130 Hercules. (more…)

Kawasaki C-2 “Baby Globemaster,” Di Persimpangan Antara Pesawat Angkut Berat dan Sedang

Nama pesawat angkut ini jarang disebut dalam jagad pemerhati alutsista, padahal sejak 2016, pihak pabrikan yaitu Kawasaki Aerospace Company sudah beberapa kali memperkenalkan sosok Kawasaki C-2 ke laga pameran dirgantara internasional, ini tak lain sebagai upaya Kawasaki untuk menembus pasar ekspor. Setelah sebelumnya hadir di Avalon 2019 yang dihelat Melbourne, Australia pada Februari lalu, kini pesawat angkut bermesin twin jet ini ikut meramaikan hajatan pameran dirgantara terbesar Paris AirShow 2019. (more…)

Geser Kekuatan, TNI AU Bentuk Dua Skadron Angkut di Indonesia Timur

Guna mewujudkan rencana strategis dalam pengembangan kekuatan udara di kawasan Indonesia Timur, selain rencana membangun skadron tempur, kini lebih dulu TNI AU meresmikan operasional dua skadron angkut baru di Indonesia Timur. Yang dimaksud adalah Skadron Udara 27 dan Skadron Udara 33. Skadron Udara 27 adalah skadron angkut sedang dengan armada pesawat CN-235 220 buatan PT Dirgantara Indonesia. Sementara Skadron Udara 33 adalah skadron angkut berat dengan armada pesawat C-130 Hercules besutan Lockheed Martin. (more…)

Di Tangan Pertamina dan PPI, Indonesia Kelak Jadi Pengguna Sipil Pertama Airbus A400

Ini  bukan sebuah sarkasme, tapi Indonesia kian memantapkan diri sebagai satu-satunya pengguna Airbus A400 di dunia yang kepemilikannya oleh operator sipil. Setelah kesepakatan pengadaan dua unit Airbus A400 untuk BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dicapai pada tahun 2018 (belum ada kontrak pembelian), kini giliran BUMN PT Pertamina yang berencana mengakuisisi pesawat turbo propeller yang harga per unitnya mencapai 152 juta euro tersebut. (more…)