
Guna meraih kontrak pada program Mobile Tactical Cannon yang dihelat oleh Angkatan Darat AS (US Army), Hanwha Aerospace (melalui anak perusahaannya, Hanwha Defense USA) kini mengembangkan varian baru self propelled howitzer K9 Thunder. (more…)

Guna meraih kontrak pada program Mobile Tactical Cannon yang dihelat oleh Angkatan Darat AS (US Army), Hanwha Aerospace (melalui anak perusahaannya, Hanwha Defense USA) kini mengembangkan varian baru self propelled howitzer K9 Thunder. (more…)

Setelah sukses dengan produksi rudal pertahanan udara (hanud) jarak sedang KM-SAM, bahkan telah menembus pasar ekspor di Timur Tengah, Korea Selatan kini melanjutkan upaya kemandirian alutsista di segmen rudal hanud jarak jauh. (more…)

Melanjutkan berita pada bulan April lalu yang menyebut Hanwha Aerospace membangun pabrik mesin pesawat dan lisensi 100 persen dari General Electric Aviation, maka belum lama ini ada kabar lanjutan, yakni Hanwha Aerospace telah menandatangani kontrak dengan Defense Acquisition Program Administration (DAPA) untuk memasok mesin yang akan diproduksi massal batch pertama untuk jet tempur KF-21 Boramae. (more…)

Meski dikenal dengan predikat battle proven, namun usia rudal anti tank BGM-71 TOW (Tube-launched, Optically tracked, Wire-guided) terbilang uzur, lantaran sudah mulai digunakan sejak awal dekade 70-an. Dan Korea Selatan sebagai salah satu pengguna rudal TOW berencana untuk menggantikannya dengan rudal anti tank produksi dalam negeri yang disebut Taipers (Tank Snipers). (more…)

Terdesak pada kondisi untuk harus siap untuk berperang dengan Korea Utara, mendorong Korea Selatan mengembangkan beragam alutsista secara progresif. Di antara yang tidak bisa dilupakan adalah kemampuan Korea Selatan dalam menghadapi peperangan bawah air, yang lebih spesifik pada pengembangan sistem deteksi ranjau bawah air. (more…)

Mantap Jadi Blue Water Navy, Korea Selatan punya roadmap serius dalam pengembangan kapal induk. Setelah mengoperasikan dua unit kapal induk helikopter Dokdo class (ROKS Dokdo LPH-6111 dan ROKS Marado LPH-6112), Korea Selatan juga mempersiapkan kapal induk untuk menampung jet tempur stealth F-35B Lightning II yang secara khusus punya kemampuan SVTOL (Short Take-off and Vertical Landing). (more…)

Lewat KSS-III (Dosan Ahn Chang-ho class/Jang Bogo class), Korea Selatan telah memulai mengembangkan kapal selam dengan teknologi vertical launching system (VLS), yang tak lain digunakan untuk meluncurkan rudal balistik taktis atau submarine launched ballistic missile (SLBM). Namun, dengan peluncuran “Hero Kim Gun-ok” oleh Korea Utara, yakni kapal selam diesel listrik yang juga mampu meluncurkan rudal balistik, maka Seoul berusaha mendongkrak kemampuan VLS pada arsenal kapal selam diesel listrik KSS-III. (more…)

Nama Hanwha Group sepertinya tengah bersinar, bila di artikel sebelum ini diwartakan Hanwha Ocean sedang menawarkan kapal selam diesel listrik KSS-III Batch II (Jang Bogo Class) Ke Polandia, maka masih bagian dari Hanwha Group, yakni Hanwha Aerospace, dikabarkan tengah mempersiapkan pengujian robot tempur dan logistik ringan – unmammed ground vehicle (UGV) Arion-SMET di Pusat Pelatihan Korps Marinir AS (USMC). (more…)

Bagi Korea Selatan, Polandia adalah kunci untuk meraih sukses dalam pemasaran alutsista di pasar Eropa. Setelah pada tahun 2022 sukses meraih kontrak pengadaan beragam alutsista senilai lebih dari US$14,5 miliar dari Polandia, maka Negeri Ginseng kian percaya diri untuk menawarkan jenis alutsista lain yang belum pernah dilakukan untuk pasar eropa, yakni kapal selam diesel listrik dengan teknologi Air Independent Propulsion (AIP). (more…)

Kilas balik ke 27 Agustus 2022, Polandia mengumumkan pengadaan self propelled MLRS K239 Chunmoo 8×8 dari Hanwha Corporation, Korea Selatan. Namun, Polandia tak serta merta membeli sistem senjata dalam bentuk ‘asli’. Lantaran membeli dalam jumlah besar, Polandia mensyaratkan penggunaan komponen dalam negeri pada pengadaan K239 Chunmoo. Yang salah satunya berupa penggantian platform truk peluncur. (more…)