Nama besar K9 Thunder sebagai sistem artileri swagerak (Self-Propelled Howitzer/SPH) paling laris di dunia kembali membuat kejutan. Setelah sekian lama menjadi spekulasi dan desain di atas kertas, Hanwha Aerospace dari Korea Selatan akhirnya resmi meluncurkan varian terbaru K9 yang menggunakan platform roda ban (wheeled) 8×8. (more…)
Kesepakatan strategis antara Mesir dan Korea Selatan dalam pengadaan sistem artileri medan kini memasuki babak baru yang sangat signifikan. Mesir secara resmi telah memulai produksi lokal Self-Propelled Howitzer (SPH) K9A1 Thunder kaliber 155mm, sebuah langkah yang tidak hanya memperkuat otot militer Kairo, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan skema Transfer of Technology (ToT) dalam kerja sama pertahanan global. (more…)
Langkah mengejutkan diambil oleh Perancis dalam upaya memperkuat kedaulatan pertahanannya di tengah dinamika keamanan Eropa yang kian memanas. Angkatan Darat Perancis dilaporkan tengah mempertimbangkan pengadaan sistem peluncur roket multipel (Multiple Launch Rocket System/MLRS) K239 Chunmoo asal Korea Selatan. (more…)
Selain integrasi dengan rudal udara ke udara jarak pendek IRIS-T, Korea Selatan rupanya punya rencana besar untuk melengkapi KF-21 Boramae dengan rudal udara ke udara jarak pendek (Short-Range Air-to-Air Missile/SRAAM).) produksi dalam negeri yang dirancang sesuai standar rudal udara ke udara generasi kelima. (more…)
Guna meraih kontrak pada program Mobile Tactical Cannon yang dihelat oleh Angkatan Darat AS (US Army), Hanwha Aerospace (melalui anak perusahaannya, Hanwha Defense USA) kini mengembangkan varian baru self propelled howitzer K9 Thunder. (more…)
Menjadi salah satu alutsista Korea Selatan yang meraih sukses dalam pasar ekspor, mendorong Hanwha Aerospace untuk terus mengembangkan varian lanjutan dan upgrade dari self propelled howitzer (SPH) K9 Thunder. Dengan dinamika konflik global, Hanwha Aerospace kini aktif memperkenalkan dan mengembangkan dua varian K9 Thunder. (more…)
Sebagai sekutu ring satu AS di Indo Pasifik, Korea Selatan mendapatkan perlakuan khusus untuk mengembangkan dan memanfaatkan mesin General Electric F414-GE-400K untuk jet temput KF-21 Boramae, bahkan lewat Hanwha Aerospace, Korea Selatan mendapatkan akses untuk merakit dan memproduksi lisensi mesin tersebut. Meski begitu, ada ketidaknyamanan yang dialami industri pertahanan Negeri Ginseng. (more…)
Meski program pengembangan dan produksi jet tempur KF-21 Boramae dapat berjalan sesuai jadwal, namun Korea Selatan tak bisa puas begitu saja. Bila KF-21 Boramae mengisi segmen pesawat tempur generasi 4,5 dan F-35A masuk di segmen generasi kelima, lantas bagaimana dengan jet tempur generasi keenam kini mulai dikembangkan secara serius oleh Cina. Akankah Seoul akan bersandar pada impor, seperti halnya F-35A? Atau mengembangkan sendiri? (more…)
Pengembangan rudal jelajah udara ke permukaan atau air-launched cruise missile (ALCM) Cheonryong (Sky Dragon) yang digarap LIG Nex1 telah mencapai babak baru dengan fase pengujian. Dilepaskan dari jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle, Cheonryong sejak awal dipersiapkan sebagai senjata inti pada jet tempur multirole KF-21 Boramae. (more…)
General Electric (GE) F414-400 telah disiapkan sebagai mesin untuk jet tempur KF-21 Boramae. Lantaran bakal diproduksi hingga ratusan unit, produksi GE F414 pun telah disiapkan untuk digarap oleh Hanwha Aerospace secara lisensi. Namun, beberapa penundaan atas pengiriman mesin, membuat Korea Selatan mempersiapkan alternatif dapur pacu untuk KF-21 Boramae. (more…)