Rudal Balistik Hipersonik DF-27 Muncul dalam Konvoi Perang Kota, Momok Menakutkan Kapal Induk dan Pangkalan AS

Rekaman video yang beredar di media sosial baru-baru ini mengungkap pemandangan langka sekaligus menggetarkan, yaitu deretan kendaraan peluncur rudal terbaru Cina, DF-27 (Dong Feng-27), terlihat melintasi jalanan kota dalam formasi konvoi.
Baca juga: Rudal Balistik Hipersonik DF-27 Bisa Menjangkau 8.000Km, Guam Terancam!
Sejumlah pakar menilai manuver ini sebagai bagian dari latihan perang kota (urban warfare drill), sebuah perkembangan yang sangat jarang terjadi bagi arsenal strategis yang biasanya dijaga sangat ketat di pangkalan terpencil.
DF-27 merupakan rudal balistik jarak menengah (Intermediate-Range Ballistic Missile – IRBM) yang diproduksi oleh China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Berbeda dengan rudal jelajah konvensional, DF-27 bekerja dengan pola balistik namun membawa unit Hypersonic Glide Vehicle (HGV) pada bagian hulu ledaknya.
Hal itu memungkinkannya melesat dengan kecepatan hipersonik yang ekstrem, diperkirakan mencapai Mach 8 hingga Mach 10. Kombinasi kecepatan tinggi dan kemampuan manuver HGV di atmosfer menjadikannya nyaris mustahil untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara seperti THAAD atau Aegis milik Amerika Serikat.
⭕🇨🇳 BIG: China’s DF-27 hypersonic missile was spotted moving in Zhuozhou, marking a fresh sighting of one of its most advanced strategic systems.
The missile is assessed to have a range of 5,000 to 8,000 km, capable of carrying a hypersonic glide vehicle for high speed,… pic.twitter.com/skUEQw4rhr
— Defence Index (@Defence_Index) April 20, 2026

Di dalam struktur militer Cina, DF-27 dioperasikan oleh Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLARF), satuan elit yang memegang kendali atas seluruh arsenal nuklir dan rudal strategis daratan Cina. Untuk mobilitasnya, rudal ini diusung oleh kendaraan Transporter Erector Launcher (TEL) tipe heavy-duty dengan konfigurasi multi-poros roda (kemungkinan varian dari keluarga truk tangguh Taian atau Wanshan).
Penggunaan kendaraan TEL memberikan kemampuan shoot-and-scoot, di mana rudal dapat diluncurkan dari lokasi mana pun—termasuk jalan raya di tengah kota—dan segera berpindah tempat untuk menghindari serangan balasan.
Wanshan WS2400: Heavy Duty Truck, Trailer Tank Marinir dengan Sentuhan Missile Carrier
Dengan estimasi jangkauan antara 5.000 hingga 8.000 kilometer, DF-27 mengisi celah antara rudal DF-26 (4.500 km) dan rudal balistik antarbenua (ICBM). Kehadirannya memberikan kemampuan serangan dalam (deep strike) yang membuat kapal perang dan pangkalan militer AS di Pasifik Tengah hingga Timur, termasuk Guam dan Hawaii, kini berada dalam jangkauan maut.
Rudal ini dirancang sebagai platform multifungsi (dual-role) yang dibekali pemandu radar terminal untuk mengunci kapal induk yang sedang bergerak di laut, maupun menghancurkan bunker komando bawah tanah di darat menggunakan hulu ledak penetrator.
Keunggulan Cina dalam arsenal hipersonik ini merupakan hasil dari pengembangan konsisten selama puluhan tahun di bawah naungan CASC. Munculnya konvoi DF-27 di area urban seolah ingin mengirimkan pesan jelas kepada dunia: platform hipersonik paling mematikan milik PLARF kini sudah mencapai tingkat operasional penuh dan siap dikerahkan dari medan mana pun—termasuk dari jantung kota—untuk mengamankan kepentingan strategis Cina di kawasan Pasifik. (Gilang Perdana)


