Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Hanwha K9A2 dan K9A3 – Dua Varian Lanjutan Self Propelled Howitzer K9 Thunder

Menjadi salah satu alutsista Korea Selatan yang meraih sukses dalam pasar ekspor, mendorong Hanwha Aerospace untuk terus mengembangkan varian lanjutan dan upgrade dari self propelled howitzer (SPH) K9 Thunder. Dengan dinamika konflik global, Hanwha Aerospace kini aktif memperkenalkan dan mengembangkan dua varian K9 Thunder.

Baca juga: Pengguna Pertama di Asia Tenggara, Vietnam Resmi Akuisisi 20 Unit Self Propelled Howitzer K9 Thunder

Peningkatan yang dimaksud merujuk pada dua proyek, yaitu K9A2, yang saat ini sedang dalam fase pengembangan dan pengujian, serta konsep masa depannya, K9A3.

K9A2 (Next-Generation Howitzer) diperkenalkan pada DVD (Defence Vehicle Dynamics) di Inggris, dan kemudian di DSEI 2023, adalah peningkatan besar dari varian K9A1 yang sudah ada dan sedang dipromosikan Hanwha ke berbagai negara, termasuk Inggris untuk program Mobile Fires Platform (MFP).

Sedangkan, K9A3 diperkenalkan KADEX di Korea Selatan dan kemudian pameran AUSA 2024. Berbeda dengan K9A2 yang sudah berwujud prototipe, Perkenalan K9A3 sebagian besar berupa konsep visual (video rendering dan model) untuk menunjukkan roadmap Hanwha di masa depan.

Di Tangan Mesir, Self Propelled Howitzer K9 Thunder Digelar Sebagai Artileri Pertahanan Pesisir

K9A2
K9A2 mengusung teknologi otomatis penuh (fully automated turret), menggantikan sistem semi-otomatis pada K9A1. Ini menghilangkan kebutuhan pemuat manual (untuk proyektil dan charge). Dengan teknologi ini, awak dikurangi menjadi 3 orang (Komandan, Penembak, dan Pengemudi), dari 5 orang di K9/K9A1.

Dengan adopsi otomatis penuh, laju tembakan meningkat hingga 10 peluru per menit (dari 6-8 peluru per menit) dan jangkauan mampu mencapai lebih dari 50 km dengan amunisi jarak jauh yang diperluas.

K9A2 dilengkapi dengan Active Protection System (APS), sistem peringatan sinar laser, dan sistem jammer drone/UAS. Menunjang mobilitas, K9A2 dilengkapi dengan Composite Rubber Track (CRT), yang mengurangi kebisingan, getaran, dan perawatan. Status K9A2 kini sedang menjalani pengujian lapangan, dengan rencana mulai beroperasi di Korea Selatan sekitar 2027.

Selain ditawarkan ke Inggris, K9A2 juga ditawarkan Hanwha Aerospace kepada Polandia. Ini adalah bagian dari kesepakatan besar yang sudah ada antara Polandia dan Korea Selatan (dikenal sebagai Kesepakatan Alutsista/Persenjataan Polandia) yang mencakup berbagai sistem, termasuk K2 Black Panther Tank dan FA-50 jet tempur ringan.

Polandia saat ini sudah mengoperasikan howitzer K9, yang mereka lisensikan dan produksi sebagai AHS Krab (dengan sasis K9). Namun, untuk gelombang pengadaan berikutnya, Polandia sedang mempertimbangkan pengiriman K9A1 (standar yang lebih dulu) untuk beberapa unit tambahan dan transisi ke K9A2 sebagai platform masa depan.

K9A2 dianggap penting bagi Polandia karena peningkatan laju tembaknya (10 peluru per menit) dan pengurangan kru (3 orang), yang sangat dicari oleh angkatan bersenjata modern. Varian K9A2 yang disesuaikan untuk kebutuhan Polandia sering disebut sebagai K9PL atau K9A2PL

Dengan Varian K9 Thunder, Polandia Bentuk Kekuatan Self Propelled Howitzer Terbesar di Eropa

K9A3
K9A3 adalah konsep generasi berikutnya yang secara signifikan lebih futuristik, difokuskan pada kemampuan otonom dan jarak tembak ekstrem, di antaranya dirancang untuk operasi berawak dan tanpa awak (optionally unmanned), memungkinkan satu operator mengendalikan beberapa howitzer.

K9A3 akan dilengkapi dengan laras yang lebih panjang (kaliber 58) yang mampu mencapai jangkauan hingga 80 km (atau lebih), bersaing dengan artileri jarak jauh generasi baru lainnya.

Pengenalan K9A2 dan konsep K9A3 ini menunjukkan bahwa Hanwha sedang berupaya mempertahankan dominasinya di pasar Self KPropelled Howitzer global dengan berfokus pada otomatisasi, perlindungan kru, dan jangkauan tembak yang lebih jauh.

Saat ini, K9A3 hanya diungkapkan melalui konsep visual (seperti rendering animasi atau model di pameran). Fitur-fiturnya (seperti laras 58-kaliber dan mode otonom) masih bersifat visi masa depan yang belum diintegrasikan ke dalam prototipe yang berfungsi penuh. (Gilang Perdana)

Lengkapi Daya Gempur K9 Thunder, Estonia Bergabung Menjadi Member “CAESAR Club”

4 Comments