Pengguna Pertama di Asia Tenggara, Vietnam Resmi Akuisisi 20 Unit Self Propelled Howitzer K9 Thunder

Ada kabar dari Negeri Nguyan, yaitu Vietnam resmi mencatatkan diri sebagai calon negara pengguna self propelled tracked howitzer (SPH) K9 Thunder. Menjadikan Vietnam sebagai pengguna pertama K9 di Asia Tenggara, sekaligus menorehkan sejarah sebagai negara komunis pertama yang bakal mengadopsi SPH K9 Thunder yang berstandar artileri NATO.
Baca juga: Pertama di Asia Tenggara, Vietnam Bakal Jadi Pengguna Self Propelled Howitzer K9 Thunder
Pada tahap negosiasi, pemerintah Korea Selatan dan Vietnam dilaporkan telah menyepakati prinsip kesepakatan untuk pengiriman sekitar 20–30 unit K9, senilai sekitar US$276 juta hingga US$300 juta, dalam format transaksi pemerintahan ke pemerintahan (G2G).
Berlanjut pada pada 27 Juli 2025, kontrak resmi telah ditandatangani dengan nilai sekitar US$276 – 300 juta, dan dikonfirmasi oleh pemerintah Vietnam pada 11 Agustus 2025 dan untuk unit yang diakuisisi telah ditetapkan sebanyak 20 unit K9 Thunder.
Beberapa laporan menyatakan bahwa Vietnam berharap adanya bagian alih teknologi dari Korea Selatan dalam kesepakatan ini. Keterangan dari Radio Free Asia menyebut bahwa Vietnam “ingin mendapatkan some technology transfer.” Namun detailnya belum jelas apakah ToT telah termasuk dalam kesepakatan resmi.
Angkatan Darat Australia Terima Batch Perdana SPH AS9 Huntsman dan AS10 AARV
Sampai sekarang belum ditemukan laporan konkret mengenai adanya offset seperti pembangunan fasilitas lokal atau produksi bersama. Untuk kontrak K9 ke negara lain, seperti ke Romania, offset sangat signifikan (dengan lokal produksi dan MRO), tetapi untuk Vietnam, informasi serupa belum terkonfirmasi.
Latar belakang pengadaan K9 Thunder karena Vietnam ingin memperbarui sistem artileri usang (seperti Soviet-era 2S3 Akatsiya dan Type 63 MLRS) dengan teknologi terbaru. Diversifikasi mitra pertahanan, ketegangan regional, terutama di Laut Cina Selatan, mendorong Vietnam untuk mengurangi ketergantungan pada peralatan Rusia.
Dengan Varian K9 Thunder, Polandia Bentuk Kekuatan Self Propelled Howitzer Terbesar di Eropa
K9 Thunder diperkirakan akan dikerahkan di wilayah perbatasan utara, memperkuat posisi Vietnam menghadapi ancaman Cina.
Ketertarikan Vietnam pada K9 diperjelas selama Dialog Strategi Pertahanan Korea-Vietnam ke-11 pada bulan April 2024, di mana Wakil Menteri Pertahanan Nasional Vietnam Hoang Xuan Chien menyatakan keinginannya untuk mendapatkan sistem persenjataan Korea Selatan, khususnya K9 Thunder.
Laporan awal menunjukkan bahwa Vietnam berupaya membeli hingga 108 unit howitzer K9 sebagai bagian dari modernisasi ekstensif unit artilerinya, yang saat ini mengandalkan sistem yang sudah ketinggalan zaman.
K9 Thunder adalah howitzer gerak sendiri kaliber 155mm/52 yang dirancang dan diproduksi oleh Hanwha Aerospace Korea Selatan. Howitzer ini dapat membawa hingga 48 proyektil dan mampu meluncurkan enam peluru per menit. Dengan jangkauan 60 kilometer (37 mil), K9 sangat efektif dalam pemboman jarak jauh dan skenario respons cepat.
Sejak debutnya pada tahun 1999, K9 Thunder telah berkembang menjadi landasan ekspor pertahanan Korea Selatan, yang mencakup lebih dari setengah pesanan howitzer gerak sendiri global. Hingga tahun lalu, lebih dari 1.400 unit K9 telah dikirimkan atau dijadwalkan untuk diekspor ke berbagai negara berpengaruh, sebut saja K9 telah diekspor ke Turki, Polandia, Finlandia, Estonia, India, Norwegia, Mesir, Australia dan Rumania. (Gilang Perdana)
Di Tangan Mesir, Self Propelled Howitzer K9 Thunder Digelar Sebagai Artileri Pertahanan Pesisir



Kedepan setelah perbaikan kekuatan marinir, bolehlah pesan ini
Indonesia lebih baik fokus dalam produksi peluru kaliber 155mm dan pembuatan artileri tarik atau swageraknya. Ini penting untuk menghadapi ancaman perang dimasa depan. 300.000 peluru pertahun adalah target minimum yg harus bisa dicapai oleh PINDAD dari sebelumnya hanya 100.000 unit/tahun.