Category: Meriam dan Howitzer

BAE Systems Luncurkan Tridon MK2 – Meriam Bofors 40 MK4 Naval Gun yang Dipasang pada Platform Truk

Meningkatnya kebutuan sistem pertahanan udara, terutama untuk menghadapi serangan drone, telah dijawab oleh manufaktur senjata asal Inggris, BAE Systems yang menawarkan Tridon MK2 pada pameran pertahanan Eurosatory 2024 (17 – 21 Juni 2024) di Paris. Meski mendapat label dengan nama baru, sejatinya Tridon MK2 adalah meriam Bofors 40 MK4 naval gun yang dibekali sensor deteksi dan ditempatkan pada platform truk 6×6, menjadikannya sebagai Self-propelled Anti-aircraft Gun. (more…)

Di Luar Nalar, Pasukan Israel Gunakan Trebuchet di Perbatasan Lebanon, Alutsista dari Abad Pertengahan

Di luar nalar, pasukan Israel dalam meladeni konflik di perbatasan Lebanon ternyata menggunakan jenis senjata (artileri) yang digunakan pada abad pertengahan. Yang dimaksud adalah trebuchet, yakni ketapel raksasa yang berisikan bola api dan dilepaskan ke arah Lebanon. Video penggunaan trebuchet oleh pasukan zionis telah beredar luas di media sosial. Lantas mengapa pasukan Isreal beralih ke alutsista dari zaman Robin Hood? (more…)

Challenger 3 Inggris Pecahkan Rekor Tembakan Terjauh di Kelas MBT Modern, Tembus 5.000 Meter!

Aspek daya tembak meriam melekat dalam peperangan kavaleri, sebut saja saat MBT (Main Battle Tank) M1A1 Abrams Ukraina berhasil dieleminasi oleh tembakan meriam dari MBT T-72 Rusia dalam skema pertemuran ‘tank on tank’. Belajar dari kasus yang terjadi dalam perang di Ukraina, mendorong Angkatan Darat Inggris (Royal Army) untuk menggenjot aspek daya tembak pada MBT terbaru mereka Challenger 3 yang diklaim sebagai MBT terbaik di lingkup NATO. (more…)

Setiap Hari Rusia Produksi 12.320 Amunisi Artileri dengan Biaya per Unit $1000, Lebih Murah 3x Lipat dari Buatan AS dan Barat

Jauh dari surut, perang Rusia versus Ukraina yang telah memasuki tahun ketiga justru kian berkobar. Dan di antara jenis senjata yang masif digunakan adalah penggunaan artileri medan oleh kedua belah pihak. Bila Ukraina sepenuhnya mengandalkan pasokan dari negara-negara Barat, maka Rusia berupaya menggenjot produksi amunisi artileri dari dalam negeri. Mengingat jalannya peperangan yang intens, maka menjadi pertanyaan, berapa banyak amunisi yang diproduksi Rusia? Serta berapa kocek yang dibutuhkan untuk memproduksinya. (more…)

M1939 61-K – Meriam Pertahanan Pangkalan Arhanud Korps Marinir TNI AL

M1939 Korps Marinir (Foto: Istimewa)

Meriam penangkis serangan udara (PSU) yang satu ini usianya relatif sama dengan meriam S-60 Arhanud TNI AD. Di Indonesia, meriam ini dipercayakan operasionalnya kepada Arhanud Korps Marinir. Seperti halnya basis pangkalan udara (lanud), maka keberadaan pangkalan angkatan laut berupa dermaga juga menjadi bagian elemen vital yang harus mendapat perlindungan, maklum di basis pangkalan laut biasanya berkumpul beberapa kapal perang dan instalasi penting lainnya. (more…)

“Nggak ada Matinya,” TNI AD Kembali Modernisasi Meriam PSU S-60 Kaliber 57mm

S-60 TNI AD dalam pameran ABRI 1995

Ibarat ungkapan “nggak ada matinya,” meriam penangkis serangan udara (PSU) S-60 yang telah digunakan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD sejak awal dekade 60-an, rupanya masih jauh dari kata pensiun. Dioperasikan dalam jumlah yang lumayan besar, meriam kaliber 57 mm buatan Soviet ini, nampaknya masih akan terus digunakan TNI AD di masa depan. (more…)

MBT Challenger 3 Inggris – “Tinggalkan Depleted Uranium, Beralih Gunakan Amunisi Enhanced Kinetic Energy”

Meski dari desain tidak ada perubahan yang berarti, namun Inggris berani sesumbar, bahwa Challenger 3 yang digarap oleh Rheinmetall BAE Systems Land (RBSL) adalah Main Battle Tank (MBT) terbaik NATO. Klaim dari Inggris terbilang berani sekaligus mengundang pertanyaan, pasalnya di lingkup NATO ada keluarga MBT Leopard, Abrams, dan Lecrec. Nah, aspek apa saja yang membuat Negeri Britania demikian percaya diri atas klaim Challenger 3 sebagai MBT terbaik NATO, menarik untuk dicermati. (more…)