Category: Pesawat Pengintai

Australia Akuisisi MC-55A Peregrine, Sang “Konduktor” Peperangan Elektronika

Angkatan Udara Australia telah memiliki seabreg alutsista kelas atas, sebut  dari jet tempur F-35A Lightning II, pesawat intai AEW&C E-7A Wedgetail, EA-18G Growler, pesawat intai maritime P-8A Poseidons, dan  drone intai HALE (High Altitide Long Endurance) Northrop Grumman MQ-4C Triton. Yang disebut di atas adalah etalase utama AU Australia (RAAF), terkhusus dalam meladeni perang elektronika (electronic warfare), maka selain Amerika Serikat, nyaris di kawasan tiada yang sepadan menandingi kedigdayaan militer Negeri Kangguru tersebut. (more…)

Shenyang Divine Eagle: Drone AWACS Pertama di Dunia, Mampu Terbang di Ketinggian 25 Ribu Meter

Lama tak terdengar kabar beritanya, rencana pengadaan pesawat intai dengan kualifikasi AWACS (Airborne Warning and Control System) atau AEW&C (Airborne Early Warning and Control) untuk TNI AU kembali mencuat kepermukaan, setelah KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna belum lama ini di salah satu media menyebut bahwa Saab, Airbus dan Boeing telah masuk ke dalam daftar calon pemasok pesawat AWACS yang tengah dicari TNI AU. Menurut KSAU, pengadaan pesawat AEW&C digadang untuk memenuhi target di MEF III di periode 2020 – 2024. (more…)

CN-235 220 MPA TNI AL: Sempat Dikira Antena ESM, Ternyata…..

Sampai artikel ini ditulis, dari total enam pesanan, sudah lima CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang diserahkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kepada Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan Puspenernal TNI AL. Unit kelima dengan serial number N067, alias yang paling baru, belum lama ini diserahkan pada 24 Januari 2019 di Hanggar Rotary Wing PT DI. Dari segi penampakan, fitur dan kemampuan, boleh disebut unit kelima CN-235 MPA TNI AL adalah serupa dengan empat unit sebelumnya yang sudah beroperasi penuh. (more…)

Indra Tawarkan Paket Airborne EW Systems untuk C-295M TNI AU

Pada awal tahun 2017, jagad alutsista di Tanah Air sempat santer dengan isu kehadiran pesawat misterius C-295 “Special Mission” untuk Indonesia. Tambah misteri lagi dengan pernyataan Fernando Alonso, Head of Military Aircraft, Airbus Defence and and Space saat bertandang ke Jakarta pada Agustus 2016, menurutnya C-295 Special Mission punya peran khusus, meski Ia tak mau menjelaskan apa yang khusus dari C-295 Special Mission. (more…)

Indonesia Akuisisi Pesawat AEW&C, Pilih Model Antena Rotodome atau Antena Tegak?

Cepat atau lambat, pada akhirnya Indonesia akan memiliki pesawat intai dengan kemampuan Airborne Early Warning and Control (AEW&C), paling tidak hal tersebut didasarkan atas cetak biru yang dituangkan dalam Minimum Essential Force II (2015 – 2019). Meski belum jelas jenis pesawat atau platform teknologi apa yang nantinya akan diakuisisi, namun menarik dibahas tentang pengadaan alutsista yang bernilai strategis ini. (more…)

Saling Intip Dalam Pengembangan Teknologi Radar AEW&C AESA Antena Tegak

Kemandirian alutsista sudah barang tentu menjadi hak setiap negara, meski terkadang lompatan teknologi yang dihasilkan membuat sebagian dari kita menjadi tercengang. Seperti Cina yang merilis pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) terbaru, KJ-200. Dibangun dari platform Shaanxi Y-8 yang ditenagai empat mesin turbo propeller, KJ-200 membetot perhatian lantaran mengadopsi radar airborne model tegak dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)

Vympel R-37M: Disebut Sebagai “AWACS Killer,” Inilah Rudal Andalan Sukhoi Su-35

‘Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang,’ mungkin menjadi pepatah yang pas untuk menggabarkan sikap Pemerintah Indonesia terkait pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 Super Flanker. Meski tekanan dan bayang-bayang sanksi dari Amerika Serikat masih menjadi momok bagi Rusia dan Indonesia, tetapi demi menjaga wibawa dan kehormatan negara, komitmen pengadaan Su-35 terus dijalankan dengan alternatif skenario pembayaran. (more…)

ATR-72 600 MPA, Berjaya di Regional Airliner Kini Bertarung di Pasar Intai Maritim

Bagi rute penerbangan domestik dan perintis, nama ATR-72 seolah menjadi raja di Tanah Air, khususnya untuk segmen turbo propeller. Dioperasikan olen Garuda Indonesia, Wings Air dan Kalstar, debut pesawat besutan ATR (Aerei da Trasporto Regionale atau Avions de Transport Régional) begitu akrab dalam menunjang transportasi udara nasional. Bahkan operator terbesar ATR-72 di dunia adalah Wings Air (Lion Air Group) – 56 unit dari Indonesia. (more…)

Buat Kejutan! PT DI Kembangkan CN-235 220 Varian Gunship dengan Kanon 30mm

BUMN Strategis, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali membuat kejutan pada produk eksistingnya. Bukan tentang pesawat angkut medium NC-295, melainkan pada sosok CN-235 220. Setelah beberapa unit terbaru diserahkan dalam varian MPA (Maritime Patrol Aircraft) untuk kebutuhan TNI AU dan TNI AL, kini justru ada kabar yang membetot perhatian jagad alutsista nasional, yakni PT DI tengah mengembangkan CN-235 220 dalam varian Gunship. (more…)