Category: Pesawat Pengintai

Perancis dan Jerman Mulai Jalankan Studi Maritime Airborne Warfare System, Airbus dan Dassault Harap-harap Cemas

Model Airbus A320Neo MPA, pesawat intai maritim ini dapat membawa empat rudal anti kapal AM-39 Exocet.

Pemerintah Jerman dan Perancis diwartakan pada bulan ini juga akan memulai program studi tentang rancangan pesawat intai maritim alias martime patrol aircraft (MPA) next generation. Bagi kedua negara, program yang disebut sebagai Maritime Airborne Warfare System (MAWS) digadang untuk menggantikan pesawat intai maritim yang saat ini digunakan. (more…)

Indonesia Tolak Tawaran AS Menjadi Basis Pesawat Intai P-8 Poseidon

Nama pesawat intai maritim dengan kemampuan anti kapal selam, P-8A Poseidon kembali naik daun, utamanya setelah pemberitaan dari Reuters.com (20/10/2020) yang menyebutkan Pemerintah Indonesia menolak proposal dari Amerika Serikat, dimana AS meminta penggunaan fasilitas bandara/lanud di Indonesia untuk dijadikan lokasi pendaratan dan pengisian bahan bakar pesawat intai maritim tercanggih di dunia tersebut. (more…)

Wara-wiri, Pesawat Intai Boeing 737-200 AI-7301 Melintas Saat Unjuk Rasa 13 Oktober

Boeing 737-200 Surveillance AI-7302

Melihat pesawat jenis Boeing 737 melintas di langit Jakarta, rasanya sudah menjadi pemandangan lazim yang setiap hari dilihat warga. Namun, ada yang unik pada Selasa, 13 Oktober 2020. Di waktu siang menjelang sore yang tengah riuh aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja, nampak satu unit Boeing 737 yang terbang rendah melintasi kawasan pusat kota. Bagi warga perkantoran di gedung tinggi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, rupanya tak terlalu sulit untuk melihat identitas Boeing 737 yang dimaksud. (more…)

Keturunan CN-235, HC-144 Ocean Sentry Mendapatkan Upgrade Sistem Setara Super Hercules

Meski tak ada keterlibatan Indonesia dalam proses produksi HC-144 Ocean Sentry, namun, saat menyebut nama pesawat intai/SAR milik Penjaga Pantai Amerika Serikat – United States Coast Guard (USCG), terlintas rasa bangga, lantaran salah satu pesawat andalan USCG itu mengambil basis platform dari CN-235, pesawat angkut medium yang tak lain adalah hasil rancangan Indonesia dan Spanyol pada dekade 80-an. Dan, ada kabar bahwa USCG telah menerima 8 unit HC-144 yang telah mendapatkan upgrade. (more…)

Australia Canangkan Penggantian E-7A Wedgetail, Bagaimana Nasib Indonesia untuk Punya AEW&C?

Bagi Indonesia, memiliki pesawat intai dengan kemampuan AEW&C sepertinya masih merupakan jalan panjang yang belum jelas bagaimana akhirnya, padahal rencana akuisisi pesawat AEW&C sejatinya telah tertuang dalam MEF (Minimum Essential Force) II 2015-2019. Lain dengan Indonesia yang masih berencana untuk punya, maka lain halnya dengan Australia, negara benua di selatan Indonesia ini malahan sudah mencanangkan untuk mengganti Boeing E-7A Wedgetail AWACS (Airborne Early Warning and Control System). (more…)

Bukan Dua, Ternyata Malaysia Bakal Konversi Tiga Unit CN-235 ke Varian MPA di Bandung, Ini Spesifikasinya

Bila merujuk ke artikel kami sebelumnya, disebutkan AU Malaysia (TUDM) akan melakukan konversi pada dua unit CN-235 220 di fasilitas PT Dirgantara Indonesia (DI), yakni dari varian angkut multirole ke varian intai maritim – MPA (Maritime Patrol Aircraft). Namun, ada informasi lanjutan, ternyata bukan dua unit yang akan dikonversi, melainkan ada tiga unit. (more…)

Maksimalkan Endurance di Laut Cina Selatan, Pesawat Intai AEW&C KJ-500 Dibekali Kemampuan Air Refueling

Meski sempat dibuat patah hati, lantaran batal mendapatkan radar EL/W-2090 Phalcon dari Israel, rupanya tak menyurutkan langkah Cina untuk mengembangkan beragam varian pesawat intai bergenre AEW&C (Airborne Early Warning & Control). Setelah kabar terbaru yang menyebut pesawat AEW&C untuk pengoperasian dari kapal induk, Xian KJ-600 telah terbang perdana, maka ad kabar baru lagi seputar pesawat AEW&C, dimana pesawat AEW&C milik Cina dikabarkan telah mempunyai kemampuan air refueling. (more…)