Category: Pesawat Pengintai

AS532UL Horizon – Bukti Keluarga Super Puma Bisa Jadi Helikopter Airborne Early Warning

Kemampuan multirole pada helikopter Super Puma sudah diketahui luas, maklum Super Puma adalah salah satu produk (rakitan) andalan dari PT Dirgantara Indonesia yang telah digunakan oleh TNI AU dan pernah digunakan oleh Puspenerbal TNI AL. Namun, dari sekian banyak kebisaan dan varian Super Puma, jarang ada yang tahu bila helikopter twin engine ini bisa mengemban peran sebagai helikopter Airborne Early Warning (AEW). (more…)

Changhe Z-18J AEW – Sebelum KJ-600 Beroperasi, Inilah Andalan AL Cina untuk Misi Airborne Early Warning di Lautan

AL Cina menyadari sepenuhnya, bahwa untuk mendongkrak kemampuan armada jet tempur dari kapal induk, sangat diperlukan pesawat intai Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Tanpa adanya pesawat AEW&C, maka kemampuan deteksi dan peringatan dini bagi unsur kapal induk menjadi begitu rentan dan terbatas. Dalam proyek serba cepat, kabarnya prototipe Xian KJ-600 kini telah terbang perdana. Namun, untuk bisa beroperasi dari kapal induk, faktanya masih butuh waktu panjang, mengingat KJ-600 tidak dapat lepas landas dengan teknik ski jump. (more…)

Tandingi E-2 Hawkeye, AL Cina Punya Xian KJ-600, Pesawat AEW&C yang Mampu Beroperasi dari Kapal Induk

Dalam mendukung operasi militernya, Cina sejak telah menguasai teknologi pesawat intai Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dengan model antena rotodeome dan antena tegak. Namun apa yang tersaji saat ini adalah pesawat AEW&C untuk kebutuhan angkatan udara, sementara AL Cina yang kini telah mengoperasikan dua kapal induk, sejauh ini belum mendapatkan berkah kemampuan pesawat AEW&C. (more…)

Ukur Tingkat Kesiapan Tempur Negeri Ginseng, Pesawat Intai Cina Masuki ADIZ Korea Selatan

Banyak jalan untuk mengukur tingkat kesiapan tempur pertahanan udara dari suatu negara. Salah satu yang lazim dilakukan sedari dulu hingga saat ini adalah dengan menerbangkan pesawat masuk ke zona identifikasi pertahanan udara dari negara yang dituju. Dari aksi terbang ‘nyelonong’ tersebut, maka dapat diketahui tingkat kecepatan respon unsur hanud dalam menghadapi serangan udara yang kelak akan dilakukan. Dan belum berlangsung lama setelah aksi jet tempur AU Cina yang masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ/Air Defense Identification Zone) Taiwan pada 9 Juni 2020, kini dikabarkan, sebuah pesawat intai ‘spy plane’ jenis Y-9 juga telah masuk ke ADIZ Korea Selatan pada awal minggu ini. (more…)

Dioperasikan Saat Aksi Demonstrasi Massa, Parlemen AS Anggap Pengerahan Pesawat Intai RC-26 Berlebihan

Di Indonesia, pelibatan unsur militer dalam misi bantuan tugas penegakan hukum sipil dikenal dengan istilah BKO (Bawah Kendali Operasi), dimana militer mendapat mandat untuk mendukung tugas pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian. Tapi lain halnya di Amerika Serikat, pelibatan unsur militer untuk mengatasi masalah sipil, memicu kontroversi. Selain keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengerahkan ribuan Pasukan Garda Nasional untuk meredam kerusuhan rasial yang meluas di berbagai kota, kini parlemen kembali mempertanyakan pengerahan pesawat intai ‘mata-mata’ selama aksi unjuk rasa dan kerusahan rasial akibat tewasnya George Floyd. (more…)

Departemen Pertahanan Australia Luncurkan High Altitude Balloon ke Stratosfer

High Altitude Platform Station (HAPS) atau di Indonesia akrab disebut Wahaha Dirgantara Super, telah digadang sebagai instrumen strategis multifungsi, dimana kegunaannya dapat berperan penting dalam lingkup komunikasi sipil dan militer. Bila di Indonesia HAPS baru sebatas wacana, maka Departemen Pertahanan Australia pada 9 Juni lalu merilis, bahwa pihaknya telah sukses meluncurkan apa yang disebut sebagai high altitude balloon ke ketinggian stratosfer. (more…)

Northrop RF-5E Tigereye – Andalan Intai Udara Malaysia dan Singapura Era 80/90-an

RF-5S AU Singapura

Aksi saling intai dari udara di masa damai bukan lagi hal yang tabu, asalkan dilakukan dengan santuy dan halus, rasanya tidak akan menimbulkan gejolak antar negara bertetangga. Sebut saja di pada dekade 80/90-an, dimana teknologi analog dalam penerbangan masih dominan, baik Singapura dan Malaysia kala itu sudah menggunakan jet tempur spesialis intai pemotretan udara RF-5E Tigerye. Sementara Indonesia, lebih memilih menggunakan pod Vicon 70 yang dipasang pada A-4E Skyhawk dan Hawk series. (more…)

Terdampak Covid-19, PT DI Tunda Negosiasi Pengadaan CN-235 220 MPA untuk Senegal

Pandemi Covid-19 rupanya berdampak langsung pada PT Dirgantara Indonesia (DI), dimana diskusi final pengadaan CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) pesanan AU Senegal terpaksa ditunda. Padahal serangkaian diskusi telah dicapai saat Singapore AirShow 2020 di bulan Februari lalu. Negosiasi terpaksa ditunda lantaran adanya larangan perjalanan (travel bans) sebagai dampak dari Covid-19. (more…)

Rahasiakan Identitas Negara Pembeli, Saab Raih Kontrak Pengadaan Erieye Senilai US$157 Juta

Meski bukan platform terbaru di lini AEW&C (Active Early Warning and Control), rupanya sistem radar intai dan peringatan dini Erieye masih punya pasar. Setelah dioperasikan Swedia, Thailand, Brasil, Yunani, Meksiko, Pakistan dan Uni Emirat Arab, ada kabar terbaru bahwa Saab telah mendapatkan pesanan untuk Erieye yang akan dipasang pada pesawat turbopop Saab 2000. Yang menarik, Erieye merupakan solusi AEW&C yang selama ini gencar ditawarkan Saab ke Indonesia. (more…)