Meski debutnya tidak semoncer ranpur Anoa produksi PT Pindad, namun, Filpina rupanya juga pernah mengembangkan ranpur lapis baja beroda ban (panser), yang terbilang cukup serius, lantaran bukan sekedar rancangan semata, melainkan sudah diproduksi dalam beberapa varian prototipe. (more…)
Modernisasi alutsista besar-besaran tengah dijalankan Australia, di lini darat, selain sedang mengevaluasi dua ranpur roda rantai lapis baja, antara IFV (Infantry Figting Vehicle) Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence dan Redback buatan Hanwha Defence. Rupanya ada kabar bahwa Angkatan Darat Australia akan segera kedatangan gelombang (batch) pertama dari ranpur IFV roda ban Boxer 8×8. (more…)
Jarak antara Indonesia dan Nigeria jelas terpaut sangat jauh, namun, untuk urusan alutsista rupanya ada sedikit kesamaan ‘pilihan,’ yaitu sama-sama mengoperasikan ranpur amfibi BTR-4 buatan Ukraina. (more…)
Meski sampai saat ini belum juga menuai pesanan, hadirnya prototipe ranpur lapis baja APC (armored personnel carrier) dengan kemampuan amfibi produksi PT Pindad, yakni Anoa 2 6×6 Amphibious, sempat membuat warganet di Indonesia bangga. (more…)
Ketimbang negara-negara tajir di Timur Tengah, Uni Emirat Arab (UEA) terbilang yang getol dalam mengembangkan industri alutsistanya, meski banyak uang, rupanya UEA tak ingin terus-terusan bernasib sebagai negara konsumen saja. Di segmen ranpur lapis baja, UEA telah merilis prototipe Infantry Fighting Vehicle (IFV) berpenggerak 8×8 yang diberi label Al Wahash (Wild Falcon). (more…)
Sejak era rantis Barracuda 4×4 digunakan oleh Polri, praktis rantis Tactica lebih jarang terlihat oleh publik. Namun, bagi warganet yang besar di era 90-an, tentu masih ingat seperti apa sosok panser tersebut, maklum Tactica adalah rantis andalan Polri dalam berbagai penangangan kerusuhan di berbagai wilayah, termasuk menjadi ikon pergolakan di Jakarta Mei 1998. Dan, lama tak terlihat, sosok rantis ini terlihat dalam cat yang benar-benar beda. (more…)
Lama tak terdengar kabar tentang ranpur BTR-4, setelah tiba di Indonesia pada September 2016, debut ranpur amfibi produksi Ukraina ini memang kurang begitu moncer, lantaran pesanannya tak dilanjutkan karena pihak user (Korps Marinir TNI AL) tidak puas dengan performa ranpur berpenggerak 8×8 ini. Meski begitu, ada kabar dari negeri asal panser amfibi ini, dimana BTR-4 diwartakan telah meraih order dari Korps Marinir Ukraina (Ukrainian Naval Infantry Corps). (more…)
Sampai saat ini teknik penyamaran pada alutsista dianggap sebagai bentuk pertahanan aktif yang memadai, apa yang dilakukan Iran dan Uni Soviet pada peluncur rudal anti kapal dan rudal balistik, membuktikan betapa pentingnya hal itu dilakukan guna mengelabui incaran lawan. Terkhusus bagi Taiwan yang diambang invasi Cina dataran, pun teknik penyamaran alutsista telah dilakukan. (more…)
Diam-diam rupanya Korea Utara kepincut pada ranpur buatan Amerika Serikat. Meski semuanya masih diselimuti kabut misteri, namun pada defile militer besar-besaran saat Perayaan HUT Partai Buruh Ke-75 di Pyongyang yang dihelat pada 10 Oktober 2020. Publik global dibuat terheran-heran lantaran Korea Utara (Korut) ternyata mempunyai ranpur ‘Stryker 8×8.’ (more…)
Pengembangan teknologi kendaraan hybrid (hibrida) tak hanya getol dilakukan sektor otomotif sipil, sektor militer sesuai porsinya pun ikut mengembangkan rantis dan ranpur dengan pasokan tenaga hybrid. Seperti belum lama ini, perusahaan asal Jerman – Flensburger Fahrzeugbau Gesellschaft (FFG), memperkenalkan prototipe ranpur lapis baja yang mengadopsi teknologi hybrid, yaitu mengusung apa yang disebut fully hybrid diesel-electric drive system.(more…)