Dipasangi Dudukan dan Perisai Senapan Mesin Berat, BTR-4 Milik Nigeria Tampil Tak Lazim

Jarak antara Indonesia dan Nigeria jelas terpaut sangat jauh, namun, untuk urusan alutsista rupanya ada sedikit kesamaan ‘pilihan,’ yaitu sama-sama mengoperasikan ranpur amfibi BTR-4 buatan Ukraina.

Baca juga: Korps Marinir (Ukraina) Pesan 60 unit Ranpur BTR-4EM

Di Indonesia, BTR-4 digunakan oleh Kavaleri Korps Marinir, sedangkan di Nigeria, BTR-4 digunakan oleh angkatan darat. Di tangan Nigeria, BTR-4 sudah kenyang dalam pertempuran, lantaran diikutkan saat operasi militer melawan militan Boko Haram dukungan ISIS.

Sosok BTR-4 sudah barang tentu tak asing bagi warganet di Indonesia, pasalnya ranpur berpenggerak 8×8 ini sudah beberapa kali ditampilkan dalam defile perayaan HUT TNI. Tapi ada yang menarik dari BTR-4 milik AD Nigeria, meski tongkrongan tak ada perbedaan dengan BTR-4 Korps Marinir, namun BTR-4 di Nigeria ditambahkan dudukan baru untuk penempatan senapan mesin berat, dudukan itu dipasang atas sisi kursi komandan ranpur. Sehingga untuk keluar masuk sang penembak menggunakan pintu palka.

Senjata pada dudukan yang dimaksud, menggunakan senapan mesin berat DShK-38 kaliber 12,7 mm. Yang uniknya lagi, pada dudukan tadi dibuatkan perisai, bukan hanya perisai (shield) di sekitaran laras, melainkan perisai lapis baja dibuat ‘mengelilingi’ dudukan penembak tadi.

Seperti terlihat dalam foto, nampak plat baja untuk perisai pada dudukan disambungkan dengan las yang kurang rapih. Maksud pembuatan perisai 360 derajat itu sudah pasti untuk memberikan perlindungan pada gunner. Tapi lagi-lagi, pembuatan dudukan senjata ‘paten’ pada posisi tersebut terasa janggal dan tak lazim di BTR-4, sebabnya tak lain BTR-4 sebagai IFV (Infantry Fighting Vehicle) sudah dilengkapi kubah dengan kanon kaliber 30 mm.

Sebagai informasi, BTR-4 milik Nigeria dan Indonesia dilengkapi kubah jenis Parus yang menggabungkan 4 tipe senjata sekaligus. Utamanya adalah kanon otomatis 30mm ZTM-1/2A72, kemudian ada senapan mesin coaxial PKT 7,62mm dan pelontar granat 30mm AGS-17. Sementara untuk melawan tank, BTR-4 dibekali rudal antitank Baryer di sisi kanan kubah. Yang menjadi pertanyaan dari banyak pengamat militer adalah keberadaan dudukan senapan mesin DShK-38 yang justru dapat mengganggu proses pembidikan dan penembakan dari kubah kanon.

Baca juga: Selangkah Lebih Maju, Myanmar dan Ukraina Bangun Basis Perakitan Ranpur BTR-4 8×8

Belum jelas benar alasan pembuatan dudukan senapan mesin DShK-38 pada BTR-4, ada yang menduga kanon pada kubah di ranpur itu telah rusak atau tidak berfungsi dengan optimal. Dikutip dari topwar.ru, disebutkan AD Nigeria mengoperasikan 10 unit BTR-4E yang didatangkan langsung dari Ukraina pada tahun 2014.

Oleh pabrikannya, BTR-4 dirancang dengan sistem modular, dan sudah dipersiapkan untuk ‘ramah’ pada adopsi pilihan senjata yang diinginkan konsumen. (Gilang Perdana)

12 Comments