Korps Marinir (Ukraina) Pesan 60 unit Ranpur BTR-4EM

(Defense Express)

Lama tak terdengar kabar tentang ranpur BTR-4, setelah tiba di Indonesia pada September 2016, debut ranpur amfibi produksi Ukraina ini memang kurang begitu moncer, lantaran pesanannya tak dilanjutkan karena pihak user (Korps Marinir TNI AL) tidak puas dengan performa ranpur berpenggerak 8×8 ini. Meski begitu, ada kabar dari negeri asal panser amfibi ini, dimana BTR-4 diwartakan telah meraih order dari Korps Marinir Ukraina (Ukrainian Naval Infantry Corps).

Baca juga: Gelombang Pertama BTR-4M Tiba di Indonesia

Dikutip dari DefenseExpress (7/1/2021), disebutkan Marinir Ukraina akan menerima 60 unit BTR-4EM. Yakov Mormilo, director of Kharkiv Morozov Machine Building Design Bureau mengatakan, 60 unit BTR-4EM untuk Marinir Ukraina akan mulai diproduksi pada tahun ini (2021).

Meski Ukraina adalah negeri asal BTR-4, namun justru BTR-4 belum digunakan oleh Marinir Ukraina. Dari ratusan unit yang telah dioperasikan, saat ini dominan digunakan oleh Angkatan Darat dan Kementerian Dalam Negeri.

Sementara BTR-4EM yang dipesan untuk Marinir Ukraina, dikatakan merupakan varian lanjutan yang dilengkapi dengan kit amfibi yang dapat digunakan untuk operasi laut. Kendaraan amfibi lapis baja baru ini dapat berenang di laut dan melewati rintangan air tanpa perubahan konfigurasi apa pun.

Uniknya, BTR-4M yang perna diuji coba dan dikirim untuk Korps Marinir TNI AL, justru sudah ‘memenuhi’ kriteria yang sesuai dengan spesifikasi BTR-4EM. Bahkan, BTR-4M untuk Korps Marinir disebut merupakan ‘kasta’ tertinggi dari keluarga BTR (Bronetransporter)-4, termasuk di dalamnya mengambil seluruh opsi Marinization dan Tropicalization.

BTR-4M mengadopsi mesin diesel Deutz EBPO III dengan empat langkah, performa mesin ini dapat menghasilkan tenaga hingga 598HP. Oleh pabrikannya, BTR-4 dirancang dengan sistem modular, dan sudah dipersiapkan untuk ‘ramah’ pada adopsi pilihan senjata yang diinginkan konsumen. Dalam spesifikasi, BTR-4M dapat melaju di air dengan kecepatan maksimum 10 km per jam.

BTR-4M pesanan Indonesia menggunakan kubah jenis Parus, yang menggabungkan 4 tipe senjata sekaligus. Utamanya adalah kanon otomatis 30mm ZTM-1/2A72 seperti yang terpasang pada ranpur BVP-2/3, yang sudah terbukti andal untuk menggasak berbagai macam sasaran.

Ukroboronprom menyebut dari hasil uji protokol yang ditandatangani, BTR-4M menunjukkan hasil yang sangat baik sesuai dengan 47 parameter evaluasi dari protokol yang ada. Komisi khusus dari Kementerian Pertahanan Indonesia juga tidak punya keluhan mengenai kendaraan ini. Pengujian serupa dilakukan di Ukraina sebelum mengirim peralatan militer ke Indonesia.

Baca juga: Tak Puas dengan Performa, Korps Marinir Pertimbangkan (Kembali) Pengadaan BTR-4M 8×8

Ketidakpuasan pihak Korps Marinir atas performa BTR-4M disebabkan kemampuan BTR-4M saat mengarung pada kondisi full speed dan masalah kebocoran. Nah, terkait dengan hasil uji fungsi BTR-4M yang kurang memuaskan, menjadikan pengadaan lanjutan ranpur asal Ukraina ini tak dilanjutkan. (Bayu Pamungkas)

8 Comments