Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Tag: quadcopter

Bisa Intai Sekaligus Serang, Rusia Luncurkan Grom, Drone Quadcopter Lipat untuk Infanteri

Dari tampilan, sepertinya drone copter dengan rotor lipat ini biasa-biasa saja, tak beda jauh dengan drone komersial FPV (First Person View). Namun, drone yang diberi label Grom (Thunder), terasa menjadi istimewa, pasalnya Grom adalah drone copter produksi Rusia yang akan digunakan dalam misi pengintaian (recon) di wilayah konflik. (more…)

Lawan Jammer Rusia, Ukraina Luncurkan SkyKnight 2 – Drone Kamikaze Anti Jamming dengan Kecerdasan Buatan

Bila Rusia belum lama ini meluncurkan Triton sebagai sistem jammer anti serangan drone kamikaze FPV (First Person View), maka dari kubu sekaliknya, yakni Ukraina, juga tak tinggal diam. Ukraina dikabarkan telah menciptakan drone serang ‘kompak’ yang dibekali teknologi kecerdasan buatan – artificial intelligence(AI), dan diklaim mampu menghadapi peperangan elektronik (jamming) dan senjata anti drone Rusia. (more…)

Korps Marinir AS Adopsi TRV-150C – Drone Kargo Copter ‘Besar’ untuk Dukungan Logistik di Medan Perang

Guna mendukung operasional bantuan tempur (banpur), Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) akan mendapat perkuatan dengan kehadiran drone kargo dan logistik berukuran besar yang dapat membawa payload hingga 68 kg dan melaju dengan kecepatan 107 km per jam. Jenis drone kargo ini mengadopis tipe quadcopter, sehingga dapat beroperasi VTOL (Vertical Take-off and Landing). (more…)

Inilah Kecanggihan Bug Nano – Drone Intai Quadcopter Terbaru Korps Marinir dan Kopaska TNI AL

Batalyon Perhubungan (Yonhub) TNI AD menggunakan drone intai ‘Nano’ Black Hornet PD-100 yang berukuran mini dengan berat 16 gram. Sementara TNI AL, khusus pasukan infanteri dari Korps Marinir dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) juga tak ketinggalan dalam adopis jenis drone nano. Persisnya, personel TNI AL kini mulai beradaptasi dan berlatih dalam pengoperasian Bug FX Nano Quadcopter 1A. (more…)

Kata Mantan Petinggi Mossad: “Pabrik Militer Iran di Isfahan Memproduksi Rudal Hipersonik”

Danny Yatom (foto: Anadolu Agency)

Meski belum ada konfirmasi resmi, kabar yang beredar menyebut bahwa Mossad, Dinas Intelijen Israel, adalah pihak yang terkait dengan serangan drone kamikaze quadcopter di fasilitas pabrik militer Iran di kota Isfahan, pada Sabtu malam, 29 Januari lalu. Dan selang sehari kemudian, ada komentar menarik dari mantan pimpinan Mossad, Danny Yatom. (more…)

Gunakan Drone Quadcopter, Israel Lancarkan Serangan ke Pabrik Militer Iran

Lantaran menjadi ancaman langsung bagi Israel, tak heran bila aktivitas intelijen Negeri Yahudi begitu masif di Iran. Setelah ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam serangan di jalan raya Iran pada 27 November 2020, agen intelijen Israel, belum lama berselang kembali melakukan aksi serangan ke fasilitas riset dan produksi amunisi Iran, yang unik dari serangan ini adalah menggunakan drone quadcopter berukuran mini. (more…)

Skydio RQ-28A – Standar Drone Intai Quadcopter Peleton Infanteri Angkatan Darat AS

Dalam gelar operasinya, setiap peleton infanteri Angkatan Darat AS (US Army) akan dilengkapi minimal satu unit drone intai. Dan drone yang dimaksud adalah sebuah drone mini quadcopter RQ-28A. Secara tampilan tidak ada yang terlalu spesial dari RQ-28A, terlebih basis drone ini adalah drone komersial X2D produksi Skydio. Namun, karena menjadi standar US Army, menjadi menarik untuk mengulas RQ-28A Short Range Reconnaissance (SRR) quadcopter drone system. (more…)

Terinspirasi Perang Ukraina, Republik Defence Luncurkan Drone Quadcopter Tempur dan Kargo

Bramara dengan senapan serbu.

Berangkat dari apa yang terjadi di laga Perang Ukraina, menjadi inspirasi para vendor di industri pertahanan nasional untuk memperkenalkan solusi di segmen teknologi drone. Seperti salah satunya dilakukan perusahaan swasta PT Republik Defence (member of Republikorp), yang di ajang Indo Defence 2022 meluncurkan jenis drone quadcopter tempur dan logistik dengan label Bramara series. (more…)

Revolver 860 – Drone Quadcopter “Pembom” Mortir, Mimpi Buruk Buat Infanteri Lawan

Drone quadcopter yang satu ini dimensinya nampak biasa saja, namun bila melihat payload dan daya hancurnya, maka drone quadcopter yang diberi label Revolver 860 jelas bukan sembarang drone. Revolver 860 masuk kelas UCAV (Unmmaned Combat Aerial Vehicle) memang punya daya hancur menakutkan, pasalnya drone ini dapat membawa ‘drum’ yang dapat meluncurkan delapan mortir dengan mekanisme revolver, menjadikan drone mini ini dapat memporak-porandakan perkubuan infanteri. (more…)