Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Latest

AL Jerman Akuisisi Lima Unit P-8A Poseidon, Program MPA Bersama Perancis Terancam Kandas

Boeing P-8A-Poseidon, menjadi pesawat yang digadang sebagai pengganti Boeing 737 Survelillance di Skadron 5 Patmar.

Pupus sudah harapan Airbus dan Dassault Aviation dalam program Maritime Airborne Warfare System (MAWS), pasalnya Angkatan Laut Jerman telah memutuskan untuk mengakuisisi pesawat intai maritim (MPA) lansiran Boeing, P-8A Poseidon, sebagai pengganti armada Lockheed P-3C Orion yang akan dipensiunkan pada tahun 2025. (more…)

Kapal Induk Nuklir USS Theodore Roosevelt Lintasi ALKI II, Ini Alur Lintasannya

Dengan bobot 117 ribu ton, sebuah kapal induk nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat belum lama ini telah melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Dimulai masuk wilayah Laut Sulawesi pada 7 Maret, berlanjut ke Selat Makassar, Laut Flores dan Selat Lombok, USS Theodore Roosevelt (CVN-71), pada 10 Maret 2021, telah keluar dari Perairan Indonesia dengan menuju Samudera Hindia. (more…)

Rudal Anti Kapal RK-360MC Neptune, Baru Memasuki Layanan Angkatan Laut Ukraina

Tentu Anda masih ingat dengan rudal anti kapal RK-360MC Neptune buatan Ukraina, pasalnya pada akhir Desember 2020, media lokal Ukraina santer mengabarkan bahwa telah ada kesepakatan dari Indonesia untuk mengakusisi rudal yang tupoksinya sebagai sistem pertahanan pesisir tersebut. Meski kabar itu belum mendapat konfirmasi dari Kementerian Pertahanan RI, namun, belum lama ada kabar lanjutan tentang Neptune. (more…)

Inggris Ingin Pangkas Pesanan F-35B Lightning II, Ini Konsekuensinya

(The Sun)

Jagad dirgantara militer belakangan dibuat geger dengan kabar bahwa Inggris akan memangkas jumlah pesanan atas F-35 Lightning II. Bukan sekedar mengurangi dalam jumlah kecil, pasalnya pemangkasan pesanan ini dalam jumlah besar. Inggris selama ini telah berkomitmen untuk membeli 138 unit F-35, nah, kabar yang beredar jumlah pesanan akan diciutkan menjadi 48 unit saja. (more…)

Weishi WS-22 – Self Propelled MLRS 122mm dengan Platfom Truk Wanshan

Banyak jalan untuk mendapatkam self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket Systems), selain dari dalam negeri yang prototipenya sudah dirilis, dari luar negeri juga bertabur pilihan. Khusus di segmen self propelled MLRS kaliber 122 mm, maka pengguna utamanya di Indonesia adalah Korps Marinir. Selain dominan mengoperasikan RM70 Grad/Vampire buatan Ceko, ada beberapa unit yang diketahui adalah buatan Cina. (more…)

Perancis Gelar “Aster X,” Latihan Militer Luar Angkasa Pertama untuk Lindungi Satelit

Lantaran punya peran strategis, keberadaan satelit menjadi sangat penting bagi suatu negara, hal ini berlaku bagi satelit yang dikelola oleh sipil dan militer. Terlebih bagi kepentingan militer, satelit dengan fungsi komunikasi dan intai (spy satellite) adalah aset mahal yang memerlukan perlindungan tersendiri. Berada nun jauh di luar angkasa, rupanya tak menjadikan posisi satelit aman dari ancaman. (more…)

Bertarung di Negeri Kanguru, Ranpur IFV Lynx KF41 dan Redback Tampil dalam Demo Statis

(DTR Magazine)

Untuk pertama kalinya, dua ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) roda rantai yang tengah berkompetisi dalam program Land 400 Phase 3, ditampilkan di muka publik. Tepatnya pada 12 Maret 2021 di Canberra, Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence dan Redback buatan Hanwha Defence diperlihatkan secara statis. Posisi dua ranpur yang sudah di cat loreng khas gurun Australia itu dipisahkan oleh satu unit ranpur M113 yang nanti akan digantikan oleh salah satu dari keduanya. (more…)

Bukan Dua, Ternyata Filipina Hanya Akuisisi Satu Baterai Rudal Brahmos

Kilas balik ke pertengahan Desember 2019, saat itu Philippine News Agency, menyebut bahwa Filipina akan mengakuisisi dua baterai (dua kompi) Brahmos terdiri dari – satu baterai dengan tiga kendaraan peluncur, yang bila diperdalam lagi, tiap satu peluncur terdiri dari tiga tabung rudal Brahmos. Anggaran yang dikucurkan untuk akuisisi dua baterai Brahmos dikatakan mencapai 300 miliar peso. (more…)

Lanjutkan Program Frigat Martadinata Class, Ada Empat Opsi Desain yang Jadi Pilihan Indonesia

Dipersiapkan sebagai pengganti frigat Van Speijk Class (aka – Ahmad Yani Class), sudah barang tentu frigat Martadinata Class atau SIGMA 10514 frigates, tidak cuma dibuat dua unit saja (KRI RE Martadinata 331 dan KRI Ngurah Rai 332), jika mengikuti pakem sebagai pengganti Van Speijk Class, maka TNI AL minimal harus mengakuisisi empat unit kapal perang lagi, mengingat jumlah Van Speijk Class ada enam unit yang dioperasikan Satuan Kapal Eskorta (Satkor). (more…)