Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Startup Ukraina Mulai Produksi Roda Ban Tempur Anti Bocor

Inovasi yang pernah dikembangkan TNI AD pada tahun 2018 silam, rupanya berdaya guna di medan tempur yang sesungguhnya, Sebuah startup asal Ukraina, Qirim Technology, baru saja mengumumkan dimulainya produksi massal roda tanpa udara (airless) dengan desain tersegmentasi. Inovasi ini dirancang khusus untuk mengatasi masalah ban bocor pada Unmanned Ground Vehicle (UGV) dan kendaraan teknik militer yang beroperasi di medan tempur yang keras.

Baca juga: TNI AD Kembangkan Teknologi Airless Tire, Ban Anti Bocor!

Saat ini, roda-roda tersebut telah mulai dipasok ke unit-unit militer Ukraina di garis depan secara gratis, melalui dukungan dana sukarelawan yang diorganisir oleh pihak pabrikan.

Masalah utama ban karet konvensional di medan perang adalah kerentanan terhadap serpihan tajam, ranjau, atau pecahan peluru. Qirim Technology menjawab tantangan ini dengan menghilangkan penggunaan udara sama sekali.

Roda inovatif ini menggunakan struktur modular yang terdiri dari segmen-segmen terpisah yang dipasang pada kerangka baja. Karena tidak menggunakan tekanan udara, roda ini tidak bisa “kempes” meskipun terkena tembakan atau serpihan logam tajam. Jika salah satu bagian roda rusak, personel militer hanya perlu mengganti segmen yang rusak saja tanpa harus melepas atau mengganti seluruh rakitan roda.

Segmen roda diproduksi menggunakan bahan baku karet vulkanisir daur ulang yang dipasang pada rangka baja struktural, memberikan keseimbangan antara daya tahan dan fleksibilitas.

Desain modular ini tidak hanya soal ketahanan, tetapi juga mobilitas. Qirim Technology menyatakan bahwa roda ini dirancang untuk memberikan traksi tinggi di berbagai permukaan sulit yang sering dijumpai di garis depan, termasuk jalanan berlumpur dan medan yang tertutup salju.

TNI AD Kembangkan Teknologi Airless Tire, Ban Anti Bocor!

Teknologi ini disebut sangat diminati oleh para pengembang dan operator drone darat (UGV). Kendaraan robotik yang digunakan untuk logistik, evakuasi korban, pengintaian, hingga transportasi bahan peledak sering kali kehilangan mobilitas akibat ban bocor, yang dalam kondisi tempur bisa berakibat fatal bagi misi tersebut.

Kelebihan lain dari sistem Qirim Technology adalah sifatnya yang adaptif. Teknologi ini tidak terbatas pada platform robotik kecil, tetapi dapat disesuaikan untuk kendaraan berat dan kendaraan lapis baja.

Pihak pabrikan menyatakan kesiapan mereka untuk memproduksi roda dalam berbagai ukuran sesuai permintaan. Beberapa spesifikasi yang dapat mereka adaptasi meliputi 11.00 R16 untuk kendaraan angkut personel lapis baja Puma, 12.00 R20 untuk kendaraan tempur Stryker atau BTR-80, dan 14.00 R20 untuk kendaraan VAB dan M1117.

“Kami siap membuat roda ukuran apa pun berdasarkan permintaan. Cukup berikan spesifikasi seperti diameter pelek, lebar, beban gandar, dan parameter lainnya, maka teknisi kami akan menciptakan solusi optimal,” tulis perusahaan dalam pernyataan resminya. (Gilang Perdana)

Inilah PARM HEAT – Ranjau Anti Tank dari Jerman di Laga Perang Ukraina