Latest

Terinspirasi Taktik Ukraina, Rheinmetall dan Destinus Duetkan Peluncur Kontainer CML dengan Drone Swarm Hingga Rudal Jarak Jauh

Pameran pertahanan Eurosatory 2026 menjadi panggung bagi raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall AG, untuk memamerkan lompatan teknologi terbarunya dalam konsep perang modular. Rheinmetall secara resmi meluncurkan Containerized Missile Launcher (CML), sebuah sistem peluncur mandiri berbasis kontainer standar 20 kaki yang sepenuhnya otonom, modular, dan terhubung dalam jaringan (networked). (more…)

Ditinggal Australia dan Jerman, Perancis – Spanyol Setia Usung Helikopter Serang Tiger Lewat Program Mark III

Masa depan helikopter serang Eurocopter (Airbus) Tiger sempat diterpa awan kelabu setelah Australia memutuskan untuk memensiunkan armada Tiger lebih awal dan menggantinya dengan AH-64E Apache. Langkah untuk meninggalkan platform Tiger juga diambil oleh Jerman, yang memilih berpaling ke armada helikopter serang ringan Airbus H145M bersistem senjata HForce untuk menggantikan peran Tiger di hingga tahun 2031. (more…)

Satu Prajurit Kendalikan Banyak Drone: US Army Uji Gremlin-X, Drone Kamikaze Reusable 

Doktrin pertempuran masa depan yang mengintegrasi teknologi nirawak (unmanned systems) terus diakselerasi oleh Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army). Menjawab tantangan medan laga modern yang sarat dengan peperangan elektronika (electronic warfare), US Army resmi menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Palladyne AI untuk menguji coba dua inovasi radikal, yaitu perangkat lunak pengendali kawanan drone (drone swarm) berbasis kecerdasan buatan dan drone intai-serang yang dapat digunakan kembali (reusable loitering munition). (more…)