
Agak lama tak terdengar kabar tentang jet tempur Gripen E yang selama ini getol dipasarkan Swedia. Meski baru menemukan pasar ekspor di Brasil, ada kabar terbaru bahwa jet tempur single engine ini untuk pertama kalinya, berhasil melakukan uji tembak rudal udara ke udara jarak jauh – Beyond Visual Range Air-to-Air Missile (BVRAAM) Meteor. (more…)

Ada kabar terbaru yang menyebut Departemen Pertahanan Amerika Serikat lewat Defense Security Cooperation Agency (DCSA) telah menyetujui penjualan 40 unit helikopter angkut multirole UH-60M Black Hawk kepada Pemerintah Australia. Berikut paket mesin, sistem sensor dan perangkat elektronik pendukung, nilai penjualan yang ditawarkan lewat program Foreign Military Sale (FMS) mencapai US$1,96 miliar. (more…)

Mimpi ekspansi Cina tentu tak bisa dilepaskan dari dukungan pesawat tanker, maklum dalam operasi yang melibatkan penempur dengan sasaran jarak jauh dari pangkalan, maka keberadaan pesawat tanker menjadi mutlak. Untuk urusan itu, Angkatan Udara Cina sejak lama sudah mempersiapkan armada pesawat tanker. Namun, secara kuantitas jumlah pesawat tanker Cina tidak lagi memadai, plus usianya yang tergolong tua. (more…)

Serangan burung alias bird strike kembali beraksi dengan korban berupa jet tempur, dimana sebuah jet latih Hawk T1 dari tim aerobatik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Red Arrows, terpaksa melakukan pendaratan darurat pada hari Minggu (28/8/2022) setelah bertabrakan dengan seekor burung selama pertunjukan udara di Rhyl Air Show 2022, insiden ini pun menghancurkan kaca depan kanopi pesawat. (more…)

Drone quadcopter yang satu ini dimensinya nampak biasa saja, namun bila melihat payload dan daya hancurnya, maka drone quadcopter yang diberi label Revolver 860 jelas bukan sembarang drone. Revolver 860 masuk kelas UCAV (Unmmaned Combat Aerial Vehicle) memang punya daya hancur menakutkan, pasalnya drone ini dapat membawa ‘drum’ yang dapat meluncurkan delapan mortir dengan mekanisme revolver, menjadikan drone mini ini dapat memporak-porandakan perkubuan infanteri. (more…)

Fungsionalitas rantis amfibi multiguna sekelas PTS-10 milik Korps Marinir jelas tak dapat diragunakan. Punya payload sedemikian besar dengan roda rantainya, rantis ini sanggup melibas medan berat dengan mudah. Namun, PTS-10 jelas sudah uzur dari segi usia, ditambah performa mesinnya yang dianggap boros. Lantaran masuk dalam doktrin gelaran operasi amfibi Angkatan Laut Rusia, kini ada PTS-4 yang merupakan varian pengembangan dari PTS-10. (more…)

Shenyang J-16 dan Chengdu J-20, tak pelak menjadi dua jet tempur Cina yang namanya paling banyak disebut saat ini. Pasalnya keduanya dilibatkan secara aktif dalam kampanye militer Cina terhadap Taiwan belum lama ini. Shenyang J-16 adalah jet tempur Angkatan Udara Cina yang paling banyak melintasi Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan, sedangkan Chengdu J-20 adalah jet tempur paling canggih Cina yang punya kemampuan stealth, dan telah diikutkan dalam latihan perang besar-besaran, termasuk patroli tempur di Laut Cina Timur dan Cina Selatan. (more…)

Boleh dikata litbang pertahanan yang digarap beberapa perusahaan nasional Turki sangat beruntung, pasalnya banyak inovasi yang sukses menjadi prototipe, dan pada akhirnya prototipe tadi benar-benar lulus uji, kemudian dibeli untuk kebutuhan operasional angkatan bersenjata mereka. Dan salah satu contoh terbaru dari Negeri Ottoman adalah suksesnya uji coba rudal hanud jarak jauh Siper. (more…)

Bila Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) mendapatkan helikopter angkut multirole terbarunya, yakni Sikorsky UH-60V Black Hawk, maka Angkatan Udara AS (USAF) rupanya tak ingin ketinggalan dalam meminta jatah modernisasi di kelas helikopter angkut multirole. Mengambil pilihan yang berbeda dari US Army, maka USAF memilih kolaborasi Boeing dan Leonardo Helicopters untuk mengisi segmen multi-mission helicopter. (more…)

Selain kondang meluncurkan beberapa persenjataan kelas berat mulai dari frigat, kapal selam, produk artileri sampai jet tempur, rupanya Korea Selatan tak melupakan pengembangan kapal patroli cepat ringan berkecepatan tinggi. Persisnya Defense Acquisition Program Administration (DAPA) yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Korea Selatan telah meluncurkan apa yang disebut sebagai “Phantom” High Speed Interceptor Craft” (HSIC). (more…)