Lockheed Martin Serahkan Unit Ke-350 MH-60R Seahawk: Tulang Punggung Helikopter AKS Angkatan Laut AS

Lockheed Martin melalui divisi Sikorsky Aircraft baru saja merayakan pencapaian besar, pada tanggal 13 Januari 2026, perusahaan secara resmi menyerahkan unit helikopter MH-60R Seahawk yang ke-350 kepada Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).

Baca juga: [Polling] MH-60R Seahawk RAN: Lawan Tanding Terberat Heli AKS AS 565 Panther TNI AL

Helikopter yang akrab dijuluki sebagai “Romeo” ini dikirimkan langsung ke Skadron Pelatihan Helicopter Maritime Strike (HSM) 41 di San Diego, yang memiliki tanggung jawab besar dalam melatih generasi terbaru aviator untuk menguasai platform pemburu kapal selam paling canggih di dunia saat ini.

Sejak mencapai kemampuan operasional awalnya pada tahun 2010, varian Romeo telah menjadi tulang punggung operasi maritim Angkatan Laut AS, bahkan baru-baru ini membuktikan ketangguhannya dalam operasi nyata di Teluk Aden dengan menetralisir ancaman drone musuh secara efektif.

Kehadiran MH-60R membawa perbedaan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan varian Seahawk lainnya, terutama jika disandingkan dengan saudaranya, MH-60S Knighthawk. Perbedaan yang paling mencolok terletak pada spesialisasi misinya, di mana Romeo dirancang khusus sebagai pemangsa dalam peperangan anti-kapal selam (AKS) dan anti-kapal permukaan, sementara varian Sierra lebih difokuskan pada dukungan logistik, pencarian dan penyelamatan, serta operasi khusus.

Beli 12 Lagi, AL Australia Total Bakal Operasikan 36 Unit Helikopter AKS MH-60R Seahawk

Secara fisik, MH-60R dapat dikenali dari kubah radar multi-mode yang menonjol di bawah bagian hidungnya serta posisi roda ekor yang terletak lebih maju untuk memudahkan pendaratan di dek kapal perang yang sempit. Sebaliknya, varian Sierra memiliki roda ekor di ujung belakang layaknya helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat dan tidak dibekali dengan sistem sonar celup (dipping sonar) maupun dispenser sonobuoy yang menjadi standar pada Romeo.

Ditinjau dari sisi teknis, MH-60R merupakan keajaiban rekayasa yang menggabungkan tenaga besar dari dua mesin turboshaft General Electric T700 dengan sistem sensor digital yang sangat terintegrasi.

Total Lost, Helikopter AKS MH-60R Angkatan Laut Australia Jatuh di Laut Filipina

Helikopter ini mampu melaju hingga kecepatan 267 kilometer per jam dengan jangkauan operasi yang luas, memungkinkannya untuk melakukan pengintaian permukaan dan perburuan bawah air secara bersamaan dalam satu misi tunggal. Keunggulan utamanya terletak pada konsep pertempuran berbasis jaringan, di mana MH-60R dapat berbagi data radar dan sonar secara langsung dengan kapal induk atau unit sekutu lainnya melalui sistem Link 16.

Dengan persenjataan yang mencakup torpedo Mk54, rudal Hellfire, hingga roket presisi APKWS, Romeo menjadi platform yang sangat mematikan bagi target di bawah maupun di atas permukaan laut.

‘Pangkas’ Peran MH-60R Seahawk, Drone Copter MQ-8C Fire Scout Sukses Uji Coba Misi Anti Kapal Selam

Ketangguhan dan reputasi MH-60R telah membuatnya menjadi incaran banyak negara di luar AS. Hingga saat ini, helikopter ini telah menjadi bagian penting dari kekuatan angkatan laut di berbagai belahan dunia, mulai dari Australia sebagai pengguna internasional terbesar, hingga India yang mengandalkannya untuk menjaga stabilitas di Samudera Hindia.

Selain itu, negara-negara seperti Arab Saudi, Korea Selatan, Denmark, dan Yunani juga telah mengintegrasikan Romeo ke dalam armada mereka, sementara Spanyol dan Norwegia sedang berada dalam proses penantian pengiriman unit yang telah mereka pesan. Melalui pengiriman unit ke-350 ini, Lockheed Martin tidak hanya merayakan angka produksi, tetapi juga mengukuhkan dominasi MH-60R sebagai pelindung kedaulatan maritim global di abad ke-21. (Gilang Perdana)

Hari Ini 46 Tahun Lalu, Sikorsky SH-60 Terbang Perdana – Salah Satu Helikopter Angkatan Laut Paling Laris di Dunia