“Cuci Gudang”, Inggris Pensiunkan Landing Platform Dock (LPD) Albion Class dan Kapal Tanker Wave Class

Kabar yang satu ini bisa jadi kabar baik bagi negara pemburu alutsista bekas berkualitas. Persisnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris telah memtuskan untuk memensiunkan kapal serbu amfibi atau landing platform dock (LPD) Albion class dan kapal tanker Wave class. Keduanya telah dianggap ‘tua’ oleh Kemhan Inggris, meski sejatinya usia kapal-kapal ini masih relatif baru untuk ukuran negara berkembang.
Seperti dikutip UK Defence Journal (20/11/2024), Menteri Pertahanan Inggris John Healey telah mengonfirmasi ke Parlemen bahwa LPD Albion class (HMS Albion dan HMS Bulwark), kapal tanker Wave class (RFA Wave Knight dan RFA Wave Ruler) dan frigat Type 23 HMS Northumberland akan dinonaktifkan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memodernisasi Angkatan Bersenjata Inggris.
Keputusan tersebut merupakan bagian dari serangkaian langkah untuk memensiunkan apa yang disebut Pemerintah sebagai peralatan militer yang sudah ketinggalan zaman, sehingga menghemat £150 juta selama dua tahun ke depan dan hingga £500 juta selama lima tahun.

Healey menjelaskan alasan di balik langkah tersebut, dengan menyatakan: “Sudah terlalu lama, para prajurit, pelaut, dan penerbang kita terjebak dengan peralatan lama yang sudah ketinggalan zaman karena para menteri tidak mau membuat keputusan penonaktifan yang sulit. Seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat, kita harus bergerak lebih cepat menuju masa depan.”
Kedua unit LPD Albion class saat ini berada dalam kondisi siap tempur di bawah pemerintahan sebelumnya, yang menimbulkan biaya perawatan yang signifikan tanpa dikerahkan secara aktif. Healey menjelaskan: “Kedua kapal tersebut pada dasarnya telah dipensiunkan oleh menteri sebelumnya tetapi secara dangkal tetap tercatat dalam pembukuan dengan biaya £9 juta per tahun.”

Sementara itu, frigat Type 23 HMS Northumberland dianggap tidak ekonomis untuk diperbaiki karena kerusakan struktural. Menteri Pertahanan meyakinkan anggota parlemen bahwa keputusan penonaktifan ini dibuat setelah berkonsultasi dengan para kepala angkatan dan sejalan dengan Strategic Defence Review (SDR) yang sedang berlangsung.
Keputusan untuk menonaktifkan kapal-kapal ini merupakan bagian dari program reformasi yang lebih luas yang ditujukan untuk mengatasi apa yang digambarkan Healey sebagai “warisan yang mengerikan” dari keuangan dan kemampuan pertahanan. Ia mencatat: “Tugas pertama pemerintah adalah menjaga negara ini tetap aman. Itulah sebabnya kami menyuntikkan investasi dan memperkenalkan kontrol keuangan yang ketat untuk memperbaiki fondasi pertahanan Inggris.”
Namun, pensiunnya kedua unit LPD Albion class menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kemampuan perang amfibi Inggris. Meski begitu Healey meyakinkan Parlemen bahwa Korps Marinir Inggris akan tetap menjadi komponen penting dari strategi pertahanan Inggris. Ia mengutip pernyataan First Sea Lord, “Ancaman sedang berubah, jadi kita harus memiliki kepercayaan diri untuk membuat perubahan yang diperlukan.”
[the_ad id=”77299″]
LPD Albion Class
LPD Allbion class yang terdiri dari HMS Albion (L14) dan HMS Bulwark (L15) dibangun oleh BAE Systems Marine, galangan yang sama yang memproduksi korvet Bung Tomo Class.
LPD ini sebenarnya belum terlalu tua, seperti HMS Albion yang pernah sandar di Jakarta, diluncurkan pada Maret 2001 dan resmi masuk operasional Angkatan Laut Inggris pada 19 Juni 2003, kapal pendukung dalam misi amfibi ini berpangkalan di Devonport, Plymouth. Kapal yang akrab dengan Marinir ini dapat membawa utama Challenger 2. Dia dapat mengerahkan pasukan ini menggunakan empat unit Landing Craft Utility (LCU) dan empat unit Landing Craft Vehicle and Personnel (LCVP).

Albion Class juga umumnya mengemban peran sebagai kapal markas. Untuk mendukung tugas tersebut, Albion dilengkapi sejumlah sensor pendukung, sebut saja radar Type 997 E/F-band. Mengemban peran yang strategis.
Albion Class dibekali beberapa senjata pertahanan, yang paling sangar adalah kanon CIWS (Close In Weapon System) Phalanx 20 mm. Kanon reaksi cepat ini terpasang pada sisi haluan. Senjata lainnya ada empat pucuk kanon Oerlikon 20 mm dan beberapa senapan mesin berat M2HB 12,7 mm.
[the_ad id=”77299″]
Albion Class dilengkapi flight deck yang ukurannya cukup besar, dua helikopter angkut berat CH-47 Chinook disebut-sebut dapat mendarat di deck kapal perang ini.
LPD Albion class dapat membawa 405 pasukan infanteri, meski dalam kondisi khusus dapat dimuati sampai 710 pasukan, alias satu batalyon penuh. Beragam kendaraan berat dan ringan dapat diparkir pada internal deck, 67 unit kendaraan resminya dapat dimuati dalam berbagai konfigurasi, termasuk sukses membawa beberapa unit MBT Challenger 2. (Gilang Perdana)
HMS Albion: Merapat di Jakarta, Landing Platform Dock Ini Jadi Andalan AL Inggris



Tak dapat C-130J-nya, mungkin bisa pertimbangkan untuk kapal serbu amfibi (LPD) plus kapal tankernya ini?
Tanker Wave Class bagus juga kalo diborong, masih umur antara 20-30 tahun. Kapal biasa kita pakai kan sampai umur 50 tahun kan ? Jadi bisa dipakai lebih dari 20 tahun lagi.
pas sekali beritanya dengan kedatangan pak presiden ke inggris
Menurut kajian murid didik saya @tukang ngitung maka akan terbit markitung jilid 2024, pensiun 2 LPD dari Inggris yang akan diborong 10. 😁😁😁
Min jangan kasi tau @tukang ngitung, kalo ada barang sekenan gini…..takutnya diupload ke OLX 🤫🤭🤗