Detik-detik Dramatis Kereta Kargo Hantam Self Propelled Howitzer M109 Paladin di South Carolina

Dunia maya kembali dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan tabrakan dahsyat antara kereta kargo seberat ribuan ton dengan sebuah kendaraan tempur legendaris milik Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army).

Baca juga: Perusahaan Belgia Jual Stok Self Propelled Howitzer M109A4 BE ke Ukraina, Satu Varian dengan Milik TNI AD

Meski insiden aslinya terjadi pada September 2024 di Goose Creek, South Carolina, video tersebut kembali viral belakangan ini karena munculnya rekaman dari sudut pandang baru yang memperlihatkan betapa dahsyatnya kekuatan hantaman tersebut.

Peristiwa ini bermula ketika sebuah truk trailer jenis lowboy sedang menempuh perjalanan rutin untuk memindahkan unit M109 Paladin, sebuah self-propelled howitzer seberat lebih dari 27 ton. Malangnya, saat mencoba melewati perlintasan kereta api di Liberty Hall Road, truk tersebut terjebak.

Masalah klasik pada truk pengangkut alat berat adalah jarak ke tanah (ground clearance) yang sangat rendah. Permukaan rel yang sedikit menonjol membuat bagian bawah trailer tersangkut di tengah rel, sebuah situasi “skenario terburuk” bagi pengemudi truk logistik.

Dalam video yang kini ramai diperbincangkan, terlihat masinis kereta kargo CSX sudah membunyikan klakson peringatan berkali-kali dari kejauhan. Namun, sebuah kereta api dengan beban kargo penuh tidak bisa berhenti dalam sekejap. Pengemudi truk yang menyadari maut sudah di depan mata segera melompat keluar untuk menyelamatkan diri.

Detik-detik tabrakan berlangsung sangat cepat. Lokomotif kereta menghantam bagian samping trailer dan M109 dengan kekuatan penuh. Hantaman itu begitu keras hingga menyebabkan turret (kubah meriam) baja seberat belasan ton tersebut berputar berkali-kali seperti mainan, sebelum akhirnya seluruh rangkaian trailer terseret beberapa meter.

Meski visual tabrakan terlihat sangat mengerikan, kekuatan rancang bangun militer teruji dalam insiden ini. Truk trailer yang mengangkutnya memang hancur lebur menjadi serpihan logam, namun unit M109 Paladin tersebut secara struktural tampak masih utuh.

Hal ini tidak mengherankan, mengingat M109 dirancang dengan lambung baja tebal untuk bertahan di medan perang. Kendati demikian, unit tersebut dipastikan mengalami kerusakan internal yang masif pada sistem optik, sensor digital, dan mekanisme putar meriamnya, yang membutuhkan biaya perbaikan sangat besar sebelum bisa kembali beroperasi.

Gelombang Kedua M109A4 BE Tiba, Armed TNI AD Kini Punya 36 Unit Self Tracked Propelled Howitzer

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Baik pengemudi truk maupun masinis kereta dilaporkan selamat tanpa luka serius.

Viralnya kembali video ini di penghujung tahun 2025 menunjukkan minat publik yang masih sangat besar terhadap operasional militer dan logistik. Seringkali, algoritma media sosial atau unggahan ulang dengan kualitas High Definition (HD) membuat kejadian lama terasa baru bagi mereka yang belum pernah melihatnya.

Insiden di Goose Creek ini menjadi pengingat bagi dunia logistik pertahanan mengenai pentingnya survei rute yang ketat, terutama saat membawa aset negara bernilai jutaan dolar melewati perlintasan rel yang berisiko tinggi. (Bayu Pamungkas)

“Benteng Berjalan” – Yenisei, Volga dan Baikal – Kereta Tempur Lapis Baja Rusia di Garis Depan Zona Operasi Khusus

One Comment