Tag: BAE Systems

Program Arrowhead 140 – AL Inggris Pilih Frigat Type 31 dengan Desain Iver Huitfeldt Class

Pilihan Indonesia untuk program pengadaan frigat ‘kelas berat’ telah jatuh pada Iver Huitfeldt Class yang kini prosesnya tinggal menanti penandatanganan kontrak. Meski tak terkait langsung, rupanya AL Inggris (Royal Navy) juga terpikat pada desain Iver Huitfeldt Class asal Denmark. Persisnya pada ajang DSEI 2019 di London, Kementerian Pertahanan Inggris telah menandatangani kontrak pengadaan untuk lima unit frigat Type 31 dari Babcock International, perusahaan perkapalan asal Inggris. Yang menarik adalah, frigat Type 31 ini rancangannya mengambil desain dari Iver Huitfeldt Class. (more…)

AD Australia dan BAE Systems Garap Proyek M113 dengan Teknologi Otonom

Bila Indonesia baru mengenal sosok ranpur APC M113 pada tahun 2014 dengan jumlah perkuatan sekitar 150 unit asal bekas pakai AD Belgia, maka tetangga di selatan Indonesia, adalah salah satu pengguna terbesar M113. AD Australia (Australian Army) total memiliki 700 unit M113, dimana 431 unit diantaranya lewat program LAND 106 telah di-upgrade menjadi M113 AS4, menjadikan ranpur legendaris roda rantai ini dapat digunakan hingga tahun 2020. (more…)

Telat Pengiriman, Korps Marinir Filipina Akhirnya Terima Gelombang Pertama KAAV

Setelah mengalami keterlambatan pengiriman, pada April 2019 akhirnya Korps Marinir Filipina kedatangan gelombang perdana ranpur amfibi APC Korean Amphibious Assault Vehicles (KAAV) – atau yang lebih kondang dikenal sebagai LVTP-7. Gelombang perdana ini terdiri dari empat unit KAAV, total KAAV yang diakuisisi Filipina ada delapan unit. Kontrak pengadaan senilai US$52,6 juta ditandatangani di Manila pada tahun 2015. Lantas apa yang membuat pengiriman KAAV telat? (more…)

RIMPAC 2018: Prajurit Armed Korps Marinir Mendapat Pengenalan Towed Howitzer M777 A2

Salah satu agenda dalam Multilateral Rim Of The Pacific (RIMPAC) 2018 adalah pelaksanaan materi latihan artileri medan, yang di dalamnya mencakup pendalaman sistem senjata Howitzer. Untuk itu, kompi Korps Marinir yang diterjunkan di RIMPAC 2018 juga menyertakan dua pucuk Howitzer LG-1 MKII 105 mm yang dibawa bersama KRI Makassar 590. Dalam kolaborasi latihan dengan pihak Marinir AS (USMC), prajurit Artileri Marinir TNI AL mendapat pengenalan Howitzer kaliber besar dari tipe M777 A2. (more…)

Haiyang Shan 936: Kapal Perang Pertama dengan Electromagnetic Railgun

Dilihat dari nomer lambung yang tertera, sekilas sosok kapal dalam foto di atas adalah milik TNI AL. Maklum 9xx adalah label yang disematkan pada armada Satuan Kapal Bantu (Satban). Tapi jangan keliru, kapal di atas adalah landing ship Type 072III, persisnya adalah Haiyang Shan 936 milik AL Cina. Dibalik desain landing ship yang biasa, Haiyang Shan dalam beberapa waktu ini sempat membetot perhatian para pengamat alutsista dari manca negara. (more…)

Bofors 57mm MK.3: Digadang Sebagai Kanon di Haluan KRI Sampari 628

Bila tak ada aral melintang, KRI Sampari 628 kemungkinan bakal menjadi kapal perang TNI AL pertama yang menggunakan kanon Bofors 57 mm MK.3. Ini berbeda dengan dua saudaranya, KRI Tombak 629 dan KRI Halasan 630 yang justru dipasangi kanon kaliber serupa, namun buatan Rusia, Burevestnik A-220M. Adopsi Bofors 57 mm MK.3 dipandang paling pas untuk Sampari Class, mengingat rancangan desain grafis KCR ini begitu match dengan bentuk kubah Bofors 57 MK.3.

(more…)

BAe-146 200: Dari Era Soeharto Hingga Keterlibatan di Perang Afghanistan

IMG_0288_zps6dee72cb

Bagi Anda yang pernah menyimak kunjungan mantan Presiden Soeharto di era 90-an, mungkin bakal teringat dengan sosok pesawat jet transport bermesin empat BAe-146 200. Meski tak resmi disebut sebagai pesawat kepresidenan, BAe-146 200 Pelita Air Service ini lumayan sering digunakan Soeharto untuk bersafari ke pelosok Tanah Air. BAe-146 kini tak lagi diproduksi, namun AU Inggris masih tetap menggunakannya sebagai pesawat angkut andalan jarak pendek – menengah. Bahkan Inggris menggunakannya dalam operasi militer di Afghanistan. (more…)