Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Turki Mulai Bangun Kapal Induk Raksasa 300 Meter, Jauh Melampaui TCG Anadolu

Recep Tayyip Erdogan.

Turki secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan maritim global yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada 20 Desember 2025, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan langkah bersejarah dengan dimulainya proyek pembangunan kapal induk terbaru dan terbesar dalam sejarah Republik Turki. Proyek ambisius ini dirancang untuk melampaui kemampuan TCG Anadolu yang saat ini menjadi kapal bendera Angkatan Laut Turki.

Baca juga: Diresmikan Presiden Erdogan, TCG Anadolu Jadi Flagship Angkatan Laut Turki

Erdogan mengungkapkan kabar besar ini saat menghadiri Upacara Pengiriman Sistem Senjata Baru dan Peresmian Fasilitas Produksi Pertahanan di Ankara. Dalam pidatonya, Erdogan menegaskan bahwa pembangunan kapal induk sepanjang 300 meter bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan langkah nyata yang sudah memasuki tahap teknis.

Ia menekankan bahwa proyek ini merupakan bukti bahwa Turki telah naik kelas dari negara yang hanya mampu membeli senjata, menjadi negara yang mampu merancang dan membangun ekosistem tempur laut paling kompleks di dunia. “Kita tidak lagi puas dengan TCG Anadolu. Target kita sekarang adalah kapal induk yang sepenuhnya orisinal dan jauh lebih besar untuk memperkuat kedaulatan kita di samudera,” tegas Erdogan dalam acara tersebut.

Langkah Turki membangun kapal induk murni (full-fledged aircraft carrier) ini didorong oleh visi “Mavi Vatan” atau Tanah Air Biru. Jika TCG Anadolu dikategorikan sebagai kapal serbu amfibi (Landing Helicopter Dock/LHD) yang hanya bisa membawa helikopter dan drone, kapal induk baru ini akan menjadi pangkalan udara terapung yang mampu memproyeksikan kekuatan tempur udara di luar wilayah perairan regional Turki.

Alasan strategis utamanya adalah kemandirian pertahanan. Dengan kapal induk ini, Turki bertujuan untuk memiliki kendali penuh di Mediterania Timur, Laut Hitam, hingga pengaruh di Samudera Hindia tanpa bergantung pada pangkalan darat negara sekutu. Kapal ini juga dipersiapkan untuk menjadi rumah bagi jet tempur generasi kelima buatan dalam negeri dan drone tempur canggih.

Kapal induk terbaru Turki ini direncanakan memiliki dimensi yang mengesankan dengan panjang mencapai 300 meter. Ukuran ini jauh lebih besar dibandingkan TCG Anadolu yang “hanya” sepanjang 232 meter. Dengan dimensi tersebut, kapal ini diperkirakan akan memiliki bobot perpindahan (displacement) sekitar 60.000 ton.

Dari sisi propulsi, kapal induk ini akan ditenagai oleh sistem Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG), yang memungkinkannya melaju dengan kecepatan maksimal melebihi 25 knot.

Desain kapal ini akan menggunakan model ski-jump di bagian haluan untuk membantu lepas landas pesawat, sebuah ciri khas yang efisien untuk kapal induk berukuran besar namun tidak menggunakan sistem ketapel uap yang kompleks.

Kapal Induk Helikopter Cina Type 075 ‘Dipasangi’ Ski-Jump, Realistiskah?

Sebagai pangkalan udara bergerak, kapal ini memiliki kapasitas angkut yang masif. Diperkirakan kapal ini mampu menampung sekitar 50 hingga 60 unit pesawat. Komposisi udaranya akan menjadi kombinasi antara jet tempur KAAN (versi angkatan laut yang sedang dikembangkan), jet tempur ringan Hurjet, serta beragam drone tempur (UCAV) seperti Bayraktar TB3 dan drone siluman Kızılelma. Selain itu, berbagai helikopter serbu dan anti-kapal selam juga akan melengkapi kekuatan pertahanannya.

Proyek prestisius ini dikerjakan oleh Istanbul Naval Shipyard, sebuah fasilitas milik negara yang memiliki rekam jejak panjang dalam membangun kapal-kapal perang canggih Turki. Pembangunan fisik awal telah dimulai pada akhir tahun 2025 ini melalui fase pemotongan baja pertama.

Lepas Landas dari kapal Induk TCG Anadolu, Drone Bayraktar TB3 Sukses Uji Tembak MAM-L

Dalam mewujudkan proyek ini, Turki kembali memperkuat kemitraan strategisnya dengan Navantia, perusahaan galangan kapal terkemuka asal Spanyol. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan transfer teknologi yang dilakukan pada proyek TCG Anadolu, yang desainnya berbasis pada kapal induk Juan Carlos I milik Spanyol.

Namun, untuk proyek 300 meter ini, kolaborasi kedua negara akan jauh lebih mendalam, di mana para insinyur Turki akan memimpin modifikasi desain agar kapal tersebut mampu mengakomodasi jet tempur yang lebih berat dan sistem peluncuran yang lebih modern, sambil tetap memanfaatkan keahlian teknis Navantia dalam arsitektur kapal induk kelas dunia.

Meskipun ini adalah proyek jangka panjang yang sangat kompleks, Turki menargetkan kapal induk raksasa ini dapat diluncurkan ke laut untuk menjalani uji coba pada awal 2030-an. Proyek ini sepenuhnya melibatkan insinyur domestik, yang sekali lagi membuktikan kemandirian industri dirgantara dan maritim Turki di tengah dinamika geopolitik global. (Gilang Perdana)

UMK Varan – Tinggalkan Ski-Jump, Inilah Desain Kapal Induk Masa Depan Rusia

5 Comments