LazerBuzz: Senjata Laser Anti-Drone Rusia yang Mampu Beroperasi Otomatis dan Handheld

Menghadapi ancaman serangan drone kamikaze yang kian masif—termasuk insiden terbaru yang melibatkan klaim penghancuran 90 drone di wilayah strategis—Rusia melalui kantor berita TASS memperkenalkan sistem pertahanan terbaru bernama LazerBuzz. Senjata ini dirancang sebagai solusi pertahanan titik (point defence) yang cepat, akurat, dan berbiaya rendah.

Baca juga: PT PAL Pamerkan Senjata Laser Hand-Held, Biaya Sekali Tembak Kurang dari Rp15.000

LazerBuzz dikembangkan oleh perusahaan teknologi Rusia NPO Orion – bagian dari Rostec State Corporaion, untuk memberikan perlindungan berlapis terhadap objek vital negara dari serangan drone kamikaze yang terbang rendah.

LazerBuzz bukan sekadar alat pengganggu sinyal (jammer), melainkan senjata energi terarah yang mampu merusak fisik target. LazerBuzz menggunakan laser fiber dengan output daya mulai dari 10 kW (Kilowatt) dan memiliki jangkauan efektif sekitar 1 kilometer.

Varian portabel didesain ringan, dengan unit utama berbobot kurang dari 30 kg. LazerBuzz mampu membakar material plastik, optik, dan sirkuit elektronik drone dalam waktu 0,5 hingga 1 detik.

LazerBuzz hadir dalam dua konfigurasi untuk menyesuaikan kebutuhan medan tempur. Varian Handheld (Manual), nerbentuk menyerupai senapan besar futuristik. Operator menggunakan unit ini secara manual dengan bantuan bidikan optik (viewfinder). Untuk dayanya, operator mengenakan backpack (ransel) berisi baterai khusus. Varian ini sangat fleksibel untuk dibawa oleh personel di garis depan atau tim pengamanan cepat.

Varian Portable-Stationary (Automated), unit laser dipasang di atas tripod bermotor yang terhubung dengan sensor AI dan radar kecil. Dalam mode ini, LazerBuzz bekerja secara automated dan melakukan rapid drone defence—mendeteksi, mengunci, dan menembak drone secara otomatis tanpa perlu campur tangan manusia.

Selain biayanya yang sangat murah per tembakan (hanya membutuhkan listrik tanpa amunisi fisik), LazerBuzz memiliki keunggulan dalam hal akurasi karena bergerak secepat kecepatan cahaya.

Ke depan, Rusia juga merencanakan penggunaan LazerBuzz untuk landmine clearance (pembersihan ranjau darat). Dengan laser intensitas tinggi, sistem ini dapat memicu detonasi ranjau dari jarak aman, menjadikannya alat multifungsi di medan perang.

Kehadiran LazerBuzz menjadi jawaban atas serangan drone kamikaze yang semakin intens. Dengan kemampuan beralih dari mode manual handheld ke otomatisasi penuh, sistem ini memberikan perlindungan yang sangat dinamis bagi infrastruktur kritis dan kediaman pejabat penting dari ancaman udara modern. (Gilang Perdana)

Perusahaan Pertahanan Australia Ekspor Senjata Laser Anti Drone Ke Negara NATO yang Dirahasiakan