
Fungsi smartphone sebagai pendukung komunikasi taktis dalam dunia militer sudah lazim kita dengar. Mengandalkan kolaborasi sistem operasi yang fleksibel, fitur mumpuni dan ketangguhan desain, membuat smartphone banyak dipilih untuk tugas menantang. Samsung setelah sebelumnya merilis Galaxy S9 Tactical Edition, kini kembali memperkenalkan gadget baru untuk prajurit, yaitu Galaxy S20 tacticial Edition. Menggunakan basis smartphone premium Galaxy S20, sejumlah fitur baru ditawarkan untuk merubah jalannya pertempuran. (more…)

Tak pandang medan operasi, pergerakan pasukan dalam unit patroli kerap mendapatkan pengintaian dari lawan. Bila kini pengintaian langsung lumayan beresiko, maka lawan mencoba moda khusus untuk melakukan misi pengintaian. Salah satu caranya adalah dengan mengerahkan drone intai, yang wujudnya bisa dari drone mini, micro hingga nano. Dengan tingkat kebisingan yang relatif rendah, maka bukan perkara mudah untuk mengetahui ‘kehadiran’ drone pada medan hutan dan urban. (more…)

Bagi kebanyakan negara, adopsi teknologi (High Altitude Platform Station) masih dalam tahap kajian, termasuk di Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) semasa dijabat Wiranto pernah melakukan diskusi mendalam tentang penerapan HAPS untuk mendukung sistem komunikasi pertahanan dan keamanan di daerah terluar, terpencil dan perbatasan. (more…)

Meski secara implementasi masih jauh, namun HAPS (High Altitude Platform Station) telah masuk dalam kajian oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Oleh Kemenko Polhukam HAPS digadang kelak sebagai bagian dari rangka pertahanan dan keamanan di daerah terluar, terpencil dan perbatasan. Dan, terkait HAPS, belum lama ini ada kabar ‘penampakan’ HAPS dari wilayah Laut Cina Selatan.
(more…)

Berkat ‘jasa’ Edward Snowden, terungkaplah serangkaian aksi penyadapan oleh jaringan Five Eyes di Indonesia. Dari bocoran informasi yang dirilis tahun 2013, Snowden yang mantan anggota CIA (Central Intelligence Agency) dan NSA (National Security Agency) menyebutkan aksi dalam komposisi jaringan Five Eyes, dimana target Australia adalah kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara oleh Australian Signal Directorate (ASD). Dikatakannya, hanya Australia (dan mungkin NSA) yang menyadap pejabat Indonesia lewat akses jaringan operator seluler. (more…)

Meski terus dikuyo-kuyo oleh Amerika Serikat, seperti pada penerapan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang mengganjal penjualan alutsista, bukan berarti ambisi Rusia redup dalam gelora pengaruh politik dan militer global. Setelah menunjukan tajinya di Suriah, segmen dunia bawah air kabarnya mulai akan digeber oleh Negeri Beruang Merah tersebut. Selain memunculkan sosok kapal selam nuklir terpajang dan torpedo berhulu ledak nuklir, lini sistem penjejak bawah air dalam lingkup anti submarine warfare juga bakal digenjot, persisnya mulai 2020 Rusia bakal mulai menggelar hydro acoustic surveillance system. (more…)

Para pembaca yang budiman tentu pernah mendengar nama seperti pesawat tanpa awak NASA Helios, Facebook Aquila, Thales Stratobus, Airbus Zephyr sampai balon udara Google Loon. Kesemuanya adalah wahana yang dirancang untuk mengangkasa di ketinggian stratosfer, yaitu di rentang 15.000 – 40.000 meter di atas permukaan bumi. Seperti telah dikupas dalam beragam literasi, peran wahana-wahana tadi adalah untuk mendukung akses komunikasi dan data, khususnya di area-area yang kurang tersentuh akses broadband dari operator. (more…)

Sejatinya bukan hanya operator seluler yang mengoperasikan perangkat BTS (Base Transceiver Station), pihak TNI faktanya juga punya perangkat BTS. Namun yang digunakan TNI, khususnya TNI AD adalah jenis BTS mobile dan bukan diperuntukan untuk menyalurkan akses dan koneksi jaringan 3G/4G seperti yang Anda nikmati sehar-sehari. (more…)

Adopsi teknologi Battlefield Management System (BMS) tak pelak menjadikan ranpur (kendaraan tempur) konvensional menjelma laksana ‘ranpur pintar.’ Tak hanya terkoneksi secara data, namun sistem ranpur dan persenjataannya dapat terintegrasi dengan unit komando yang lebih luas, menjadikan pola pergerakan unit kavaleri mampu berjalan efektif dan terpadu antar elemen. (more…)

Akses berbasis radio taktis tak pelak menjadi tumpuan komunikasi bagi kelompok prajurit yang mendapat penugasan di pos terpencil. Meski dapat terhubung dengan level komando di atas, namun bagaimana dengan psikis para prajurit tersebut? Mungkin mereka berada di pedalaman hutan, daerah perbatasan atau berlayar dalam waktu lama, maka memperoleh akses informasi dan hiburan menjadi sesuatu yang diharapkan. (more…)