Perangkat yang satu ini kerap terdengar dalam dunia penerbangan sipil, bahkan Kementerian Perhubungan RI telah mewajibkan setiap pesawat komersial yang beroperasi di Indonesia untuk dilengkapi dengan apa yang disebut Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B). Karena dianggap penting, data dari Direktorat Navigasi Penerbangan menyebutkan sudah terdapat 30 unit ADS-B Groundstation yang telah dipasang di seluruh Indonesia dan dioperasikan oleh Airnav. (more…)
Ada tiga unit ranpur Alvis Stormer yang dihadirkan Batalyon Kavaleri 9 Satya Dharma Kala saat Pameran Alutsista di Lapangan Monas pada 27 – 29 September 2018. Ketiganya terdiri dari Stormer APC, Stormer Recovery dan Stormer Command Post. Dan diantara ketiganya, Stormer Recovery dan Stormer Command Post, mempunyai sisi menarik tersendiri. (more…)
Beberapa waktu lalu Indomiliter.com pernah mengulas Sapta Pangrungu, yakni fire finder alias pelacak lokasi datangnya tembakan artileri lewat teknologi rambatan suara. Ditangan Dislitbangad dan Laboratorim Sistem Kendali & Komputer Institut Teknologi Bandung (ITB), Sapta Pangrungu dipasang pada platform rantis intai buggy Komodo KIT 250AT. Dan hampir serupa dengan Sapta Pangrungu, TNI AL lewat Dislitbangal juga merilis apa yang disebut Gun Fire Locator. (more…)
Smartphone Caterpillar B15Q dengan armband sebagai unit terminal BMS infanteri.
Selain satuan kavaleri, satuan infanteri TNI AD kedepan juga akan dimaksimalkan kemampuan operasi tempurnya dengan mengadopsi Battlefield Management System (BMS). Merujuk instruksi dari KSAD Jenderal TNI Mulyono, BMS CY-16H yang kini telah digunakan pada ratusan ranpur Anoa 6×6, MBT Leopard dan IFV Marder 1A3, juga akan diarahkan penerapannya pada level Batalyon Infanteri, khususnya untuk Infanteri Raider. (more…)
Saat mendengar seputar kemandirian industri alutsista, tentu ada rasa bangga dalam benak hati. Diantara bentuk kemandirian tersebut tercermin pada teknologi Battlefield Management System (BMS) yang dirilis perusahaan swasta nasional asal Bandung, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE). Bila di tahun 2015 serangkaian prototipe BMS baru diuji coba dan diperlihatkan ke media, maka kini ratusan ranpur lapis baja kavaleri TNI AD sudah mengadopsi teknologi BMS produksi dalam negeri. (more…)
Selain membawa 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer alias Howitzer Gerak Sendiri (GS) M109A4 BE 155 mm, pada 9 Juli lalu kapal kargo kargo berbedera Norwegia, MV Hoegh Chiba dilaporkan turut membawa empat unit tank commando dan satu mobile crane. Dan dari foto yang tersebar di jagad netizen, Nampak sosok yang diduga M992A2 Fire Direction Center Vehicle (FDCV) yang tengah diangkut dengan trailer di Pelabuhan Tanjung Priok. (more…)
Selain gelar peperangan di lautan, ajang RIMPAC (Rim of the Pacific) juga punya agenda latihan pendaratan amfibi oleh Marinir dan gelar operasi pasukan khusus di daratan. Dengan diikuti oleh pulihan negara, salah satu tantangan yang dihadapi dalam latihan gabungan berskala besar adalah interoperabilitas pada sistem komunikasi. Perbedaan standar sistem komunikasi, sudah barang tentu bisa menjadi hambatan tersendiri. Menyadari hal tersebut, Lockheed Martin pada RIMPAC 2018 menghadirkan solusi bagi participating partner nation forces. (more…)
Kecepatan untuk mengetahui posisi asal tembakan lawan menjadi poin penting dalam gelar tempur Artileri Medan (Armed). Pasalnya dengan diketahuinya posisi asal tembakan, maka akan memudahkan untuk dilakukannya tembakan artileri balasan. (more…)
Satuan Kapal Eskorta (Satkor) yang terdiri dari elemen frigat dan korvet adalah kunci utama dalam sruktur armada TNI AL. Dengan bekal persenjataan yang modern, sistem komunikasi elektronik dan navigasi ikut menjadi tumpuan dalam keberhasilan operasi di lautan. Dan setelah beberapa waktu lalu beberapa korvet mendapat instalasi Satcom Ku-Band, kini jajaran armada Satkor tengah menguji coba aplikasi yang disebut Geographic Reporting Information Management System (GRIMS) di Tactical Operation Centre Satkor Koarmada II, Surabaya. (more…)
Belum lama berselang, Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir telah menerima perangkat komunikasi multiband networking handheld Harris Falcon III dari United States Marine Corps (USMC). Dan masih di segmen yang sama, Diskomlek Korps Marinir kembali mendapat perkuatan berupa perangkat alat komunikasi (Alkom) Radio HF Manpack dan Multiband Handheld dari Thales, Perancis. (more…)