4 Unit M992A2 FDCV Perkuat Batalyon Armed Gerak Sendiri Howitzer M109A4 BE

Selain membawa 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer alias Howitzer Gerak Sendiri (GS) M109A4 BE 155 mm, pada 9 Juli lalu kapal kargo kargo berbedera Norwegia, MV Hoegh Chiba dilaporkan turut membawa empat unit tank commando dan satu mobile crane. Dan dari foto yang tersebar di jagad netizen, Nampak sosok yang diduga M992A2 Fire Direction Center Vehicle (FDCV) yang tengah diangkut dengan trailer di Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Gelombang Kedua M109A4 BE Tiba, Armed TNI AD Kini Punya 36 Unit Self Tracked Propelled Howitzer

M99A2 FDCV dibangun dari varian M992A2 M992A2 Field Artillery Ammunition Supply Vehicle (FAASV), yakni kendaraan lapis baja pengangkut munisi untuk M109A4. Ketiga kendaraan dibangun dalam platform yang sama (keluarga M109), sehingga memudahkan penggelaran, perawatan dan biaya operasional. M992A2 FDCV dikenal juga sebagai Field Artillery Operations Center Vehicle, atau jika ingin dipersingkat dapat pula disebut command post unit.

Sebagai kendaraan yang punya peran vital, di dalam kabin M992A2 terdapat desain empat computer workstations, meski konfigurasi dapat diubah dalam moda manual operations. Command post and control ini dilengkapi dengan seabreg multiple radio and computer systems, yang dalam kasus tertentu dapat dipasangkan perangkat optional antenna guna memperkuat jangkauan pada command and control missions.

M992A2 FDCV tampak disebelah kiri M109A4 BE.

Versi standar yang digunakan pada M992A2 AD Amerika Serikat mencakup beberapa perangkat elektronik seperti OE254 antenna dengan ketinggian (elevated) 11,28 meter, mast elevation control box, mast elevation control power unit; packet digital radio; RT524/VRC receiver/transmitter radios, printer; liquid cooling vest connect points (9 stations), tactical graphics terminal; tactical display; ANS 2000 land navigation system display, dan ANS 2000 land navigation system heading reference unit.

Dalam pengujian oleh US Army School of Artillery di Fort Sill, M992A2 mampu menjalankan fungsi penanggulangan bahaya efek nubika (nuklir, biologi dan kimia). Ini tak lain berkar tersedianya M13A1 filtered air system untuk NBC ventilated facepieces, M43 NBC detector; M42 alarm, M49 NBC collective protective system; APU dan air conditioner.

Meski sudah menyandang predikat lapis baja, M992A2 memungkinkan untuk ditambahkan proteksi add on untuk melindungi keselamatan awak dan beragam perangkat elektronik. Sebagai senjata perlindungan, di atas kubah kabin disiapkan palka dan dudukan (mounting) untuk senapan mesin berat M2HB 12,7 mm.

Baca juga: AMX MK61 – Howitzer 105mm Self Propelled Armed TNI AD

Untuk urusan dapur pacu, M992A2 disokong mesin diesel buatan General Motors, yakni Detroit Diesel 8V71T dengan delapan silinder yang dilengkapi perangkat turbocharger, dengan semburan daya maksimum 405 hp. Kecepatan laju kendaraan berbobot 28,5 ton ini mencapai 56 km per jam di jalan raya, dengan jarak tempuh hingga 350 km. (Bayu Pamungkas)

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *