Battle Proven! Sistem Hanud Cheongung-II Korea Selatan Sukses Rontokkan Serangan Rudal Iran

Di tengah dentuman konflik yang mengguncang kawasan Teluk sebagai akibat dari Operasi Epic Fury, sebuah sistem pertahanan udara asal Asia Timur tiba-tiba mencuri perhatian dunia. Bukan Patriot dari Amerika Serikat atau S-400 buatan Rusia yang menjadi bintangnya, melainkan Cheongung-II (KM-SAM II) buatan Korea Selatan.
Melansir laporan dari The Chosun Daily, sistem hanud (pertahanan udara) ini mencatatkan keberhasilan gemilang dalam mencegat (intercept) rentetan rudal balistik dan drone bunuh diri yang diluncurkan Iran ke arah infrastruktur vital di Uni Emirat Arab (UEA).
Momen ini menandai momen bersejarah di mana alutsista “Negeri Gingseng” tersebut membuktikan tajinya dalam skenario perang nyata (combat proven). Keberhasilan ini tidak hanya mengamankan wilayah Abu Dhabi, tetapi juga menegaskan posisi Korea Selatan sebagai raksasa baru dalam industri pertahanan global yang mampu menghadirkan solusi teknologi tinggi di tengah ancaman asimetris yang kian kompleks.
Keandalan Cheongung-II dalam melumpuhkan ancaman Iran terletak pada kecanggihan teknologi Hit-to-Kill. Berbeda dengan sistem lama yang mengandalkan serpihan ledakan di dekat target, rudal Cheongung-II dirancang untuk menabrak langsung rudal lawan dengan energi kinetik yang sangat besar. Dengan kecepatan supersonik, rudal ini memastikan hulu ledak lawan hancur total di udara sebelum sempat mencapai daratan.
Hanwha Systems (Korea Selatan) Pasok Radar Hanud Canggih MFR ke Arab Saudi
Daya gedor ini didukung oleh radar Active Electronically Scanned Array (AESA) multifungsi yang mampu mendeteksi dan melacak puluhan ancaman sekaligus dari radius 360 derajat. Kemampuan manuver rudalnya pun luar biasa; berkat sistem side-thruster, Cheongung-II bisa berbelok tajam di detik-detik terakhir untuk mengejar rudal balistik yang mencoba menghindar.
Secara teknis, sistem rudal ini mampu mencegat target hingga ketinggian 20 kilometer dengan jangkauan operasional efektif mencapai 40 kilometer, menjadikannya payung pelindung yang sangat rapat bagi area perkotaan.

Performa gemilang di medan tempur ini merupakan hasil dari visi strategis Uni Emirat Arab yang dilakukan beberapa tahun silam. Sebagai pelanggan ekspor pertama, UEA merogoh kocek sangat dalam dengan nilai akuisisi mencapai US$3,5 miliar. Angka fantastis ini mencakup pengadaan beberapa unit baterai tempur yang terintegrasi secara penuh.
Dalam satu paket baterai yang dioperasikan UEA, terdapat satu pusat kendali tempur (Command and Control Center), satu unit radar AESA yang sangat sensitif, serta empat hingga delapan kendaraan peluncur (Transporter Erector Launcher). Tiap kendaraan peluncur ini membawa delapan tabung rudal siap tembak, memberikan kapasitas tembakan cepat untuk menghadapi serangan jenuh (saturation attack) dari pihak lawan.

Bagi Korea Selatan, suksesnya Cheongung-II menjaga langit Emirat adalah pesan kuat bagi pasar senjata dunia. Keberhasilan ini memicu gelombang ketertarikan dari negara tetangga seperti Arab Saudi, yang juga mulai memperkuat pertahanan udaranya dengan sistem serupa.
Di saat rantai pasokan senjata Barat sering kali terhambat oleh birokrasi politik, Seoul menawarkan sistem yang tidak hanya canggih dan lebih terjangkau secara operasional, tetapi juga telah teruji efektif di bawah tekanan serangan rudal Iran yang sebenarnya. Kini, Cheongung-II bukan lagi sekadar produk industri, melainkan simbol prestise teknologi militer Korea Selatan yang mampu mengubah peta kekuatan pertahanan di wilayah paling bergejolak di dunia. (Gilang Perdana)
Ikuti Langkah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Irak Akuisisi Delapan Baterai “Korean Patriot”



Pesanan bakal ngebul 👍
KM-SAM II (Cheongung II): Memiliki jarak jangkau hingga 40 km. Sistem ini dirancang bukan hanya untuk pesawat, tetapi juga memiliki kemampuan khusus untuk mencegat rudal balistik (ABM).
NASAMS Indo : Menggunakan rudal AIM-120C-7 AMRAAM. Saat diluncurkan dari permukaan (darat), jangkauan efektifnya biasanya berada di kisaran 25 hingga 30 km. Hal ini dikarenakan rudal tersebut harus melawan gravitasi saat lepas landas, berbeda dengan saat diluncurkan dari pesawat.
lebih bagus km sam ii karena sam jarak menengah tapi punya kemampuan anti balistik, harusnya ini yg dibeli.sedangkan nasams-er versi terbaru nya hanya memiliki kemampuan terbatas dg rudal balistik
hisar jarak menengah juga minus anti balistik. kemampuan anti balistik hanya di siper.
harus dibeli km sam krn bisa jadi lapis 2 jarak menengah buat anti balistik misil hehe