Hanwha Systems (Korea Selatan) Pasok Radar Hanud Canggih MFR ke Arab Saudi

Hanwha Systems, perusahaan pertahanan terkemuka dari Korea Selatan, mengumumkan pada 9 Juli 2024, bahwa mereka akan memasok versi modifikasi dari Multi-Function Radar (MFR) untuk mendukung sistem baterai rudal pertahanan udara (hanud) Cheongung II atau Korean Medium-range Surface-to-Air Missile (KM-SAM) Block II, yang dipesan oleh Arab Saudi.

Baca juga: Hadapi Rudal Balistik Korea Utara, Korea Selatan Sukses Uji Coba Sistem Hanud L-SAM

Pilihan dari Arab Saudi atas produk radar Korea Selatan didasarkan atas kemampuannya yang unik. Salah satunya berkat MFR KM-SAM II telah dikembangkan untuk menahan suhu tinggi dan badai pasir. Hanwha Systems mengembangkan kemampuan tersebut atas dasar pesanan untuk Uni Emirat Arab (UEA), yang memesan sistem pertahanan udara tersebut pada tahun 2022.

Hanwha Systems mengatakan pihaknya telah mencapai kesepakatan senilai US$867 juta untuk memasok sistem radar MFR canggihnya ke Arab Saudi. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari kontrak lebih besar senilai 4,27 triliun won (US$3,1 miliar) yang ditandatangani pada World Defense Show pada bulan Februari lalu, yakni antara konsorsium Korea yang dipimpin LIG Nex1 dan Arab Saudi untuk ekspor rudal permukaan-ke-udara jarak menengah (KM-SAM II) yang dikenal sebagai Cheongung II.

KM-SAM II

Kesepakatan terbaru ini menyusul kontrak Hanwha Systems senilai 1,3 triliun won (US$940 juta) untuk memasok MFR untuk Cheongung II ke Uni Emirat Arab pada tahun 2022.

Radar MFR adalah bagian inti dari sistem rudal Cheongung II. MFR KM-SAM II disebut sebagai radar canggih yang secara bersamaan dapat mendeteksi, melacak dan mencegat tidak hanya pesawat tempur musuh tetapi juga rudal balistik yang mendekat dari segala arah. Sistem ini mengintegrasikan berbagai fungsi, seperti deteksi, pelacakan, peperangan elektronik, dan panduan rudal, ke dalam satu sistem.

Hanwha Systems bersama-sama mengembangkan MFR Cheongung II dengan Agency for Defense Development (ADD) yang dikelola negara dan mulai digunakan di Korea Selatan pada tahun 2020. KM-SAM adalah pusat strategi pertahanan rudal Korea Selatan, yang dirancang untuk mencegat rudal dan pesawat yang masuk dari jarak jauh, khusus dari Korea Utara.

Radar MFR dilengkapi dengan teknlogi 3D AESA (Active Electronically Scanning Array), yang dapat mendeteksi dan melacak beberapa target udara dan darat di area yang luas. Hanwha mengatakan MFR-nya, yang akan dikirim ke Arab Saudi, akan sedikit dimodifikasi dengan mempertimbangkan suhu tinggi dan debu pasir gurun di negara tersebut.

Radar MFR, peluncur rudal dan kendaraan pos komando dalam sistem KM-SAM II.

LIG Nex1 adalah kontraktor utama sistem hanud Cheongung II, yang dikembangkan bersama dengan perusahaan Korea lainnya seperti Hanwha Systems dan Kia Corp. Sistem KM-SAM pertama (Cheongung I)digunakan oleh Angkatan Darat Korea pada tahun 2015. Cheongung II, versi yang ditingkatkan, menawarkan peningkatan kemampuan manuver dengan kemampuan “hit-to-kill” terhadap rudal balistik.

Baterai atau kompi sistem hanud Cheongung II terdiri dari radar MFR yang dibuat oleh Hanwha, kendaraan pos komando yang dibuat oleh Kia, dan (biasanya) empat peluncur, yang mana masing-masing membawa delapan rudal yang diluncurkan secara vertikal dalam tabung. Sistem Cheongung II dirancang untuk mencegat target pada jarak 50 kilometer dan ketinggian hingga 20 kilometer. Kecepatan luncur rudal Cheongung II mencapai Mach 5 (1.700 meter per detik). (Gilang Perdana)

Masuk Pasar Eropa, Rumania Jadi Pengguna Rudal Hanud Chiron Setelah Korea Selatan dan Indonesia